Rek BCA: 2 1 4 0 5 9 4 8 0 9 a/n INDRAWATTY

Shalom. Selamat Datang & Selamat Bergabung Di Web Blog "House Of All Nations". Kami mengundang Bapak, Ibu & Saudara/i yang rindu untuk datang beribadah dan berkumpul bersama pada jadwal kebaktian Kami. Tuhan Yesus senantiasa memberkati kita. Bagi anda yang diberkati oleh warta ini, anda bisa membantu kami berupa dana yang dapat anda kirimkan ke rekening kami di atas.

Rabu, 15 Januari 2014

5 GADIS BIJAK DAN 5 GADIS BODOH

Pada waktu itu hal Kerajaan Sorga seumpama sepuluh gadis, yang mengambil pelitanya dan pergi menyongsong mempelai laki-laki.
Lima di antaranya bodoh dan lima bijaksana.
Gadis-gadis yang bodoh itu membawa pelitanya, tetapi tidak membawa minyak,
sedangkan gadis-gadis yang bijaksana itu membawa pelitanya dan juga minyak dalam buli-buli mereka.
Tetapi karena mempelai itu lama tidak datang-datang juga, mengantuklah mereka semua lalu tertidur.
Waktu tengah malam terdengarlah suara orang berseru: Mempelai datang! Songsonglah dia!
Gadis-gadis itupun bangun semuanya lalu membereskan pelita mereka.
Gadis-gadis yang bodoh berkata kepada gadis-gadis yang bijaksana: Berikanlah kami sedikit dari minyakmu itu, sebab pelita kami hampir padam.
Tetapi jawab gadis-gadis yang bijaksana itu: Tidak, nanti tidak cukup untuk kami dan untuk kamu. Lebih baik kamu pergi kepada penjual minyak dan beli di situ.
Akan tetapi, waktu mereka sedang pergi untuk membelinya, datanglah mempelai itu dan mereka yang telah siap sedia masuk bersama-sama dengan dia ke ruang perjamuan kawin, lalu pintu ditutup.
Kemudian datang juga gadis-gadis yang lain itu dan berkata: Tuan, tuan, bukakanlah kami pintu!
Tetapi ia menjawab: Aku berkata kepadamu, sesungguhnya aku tidak mengenal kamu. Matius 25:1-12
Setiap kita sebagai orang Kristen disebut terang, terang itu ada sejak kita lahir. Setiap orang membawa terangnya masing masing. Masing masing bertanggung jawab terhadap pelitanya yang ia bawa. Bagaimana ia menjaganya sampai Sang mempelai pria datang (akhir zaman), dan bagaimana pelita itu tetap menyala dengan minyak yang selalu penuh.

Hari ini kita belajar tentang 5 gadis bodoh dan 5 gadis bijak, kedua kelompok ini merupakan perwakilan dalam hidup kita. Saat kita terima Yesus terang itu menyala, kalau menyala berarti pelita itu sudah terisi penuh oleh minyak. Minyak dilambangkan Roh Kudus.
Ia membuat kata-kataku setajam pedang, dengan tangan-Nya sendiri* Ia melindungi aku. Ia menjadikan aku seperti anak panah yang terasah, dan menyimpannya dalam tabung supaya siap dipakai. Yesaya 49:2

Pada zaman itu, di daerah-daerah Palestina sudah menjadi kebiasaan bahwa ketika akan mengadakan perjamuan kawin, perempuan-perempuan atau gadis-gadis di desa itu mempersiapkan dirinya untuk menunggu kedatangan mempelai Pria untuk menjemput mempelai wanita dan mengadakan pesta perjamuan kawin dirumahnya. Gadis-gadis tidak boleh menunggu di luar tanpa pelita. Mereka harus memiliki pelita ketika menunggu mempelai laki-laki datang untuk menjemput mempelai perempuan dan mengadakan pesta perjamuan kawin. Oleh karena itu, Yesus mengambil kebiasaan di desa-desa ini untuk menggambarkan kedatangan-Nya. Yesus menjelaskan perihal kedatangannya dengan menggunakan kebiasaan yang terjadi pada saat itu supaya perumpamaan yang disampaikan-Nya dapat dimengerti oleh pendengar-Nya.

5 gadis yang bodoh
5 gadis bodoh itu mengisi minyak dalam pelitanya penuh tapi gadis ini bodoh karena tidak membawa cadangan minyak. Disini mengambarkan orang Kristen yang hidupnya sungguh sungguh pada mulanya lalu karena ada masalah atau menghadapi masalah lupa untuk melibatkan Roh Kudus, karena dia merasa sudah dalam zona yang enak, nyaman dan tenang. Hidupnya mulai mengandalkan kekuatannya sendiri, dengan kebodohannya akhirnya ia jatuh berbagai macam masalah. Untuk mengatasi atau menyelesaikan masalahnya ia harus membeli ‘minyak yang lain’ (asli tapi palsu) asal pelita dalam hidupnya menyala.

Kadang kita menutupi hidup kita dengan segala jenis aktifitas rohani biar kelihatan rohani untuk menutupi bahwa minyak kita sudah hampir kering, sedang minyak yang diisi sekarang ini bukan dari Roh Kudus. Mereka membeli minyak disembarang tempat, ini bukan minyak yang disediakan oleh Yesus, ini bukan Roh Kudus tapi ‘roh yang lain’. Karena itu saat 5 gadis bodoh itu ingin masuk, tuan itu berkata “sesungguhnya aku tidak mengenal kamu”.
Kenapa tuan itu tidak mengenal gadis itu? Padahal semua orang tahu dia sudah ada sejak dari tadi (Matius 25:5). 5 gadis ini menunggu bersama 5 gadis yang lainnya sampai mengantuk dan akhirnya tertidur bagaimana mungkin tidak dikenal. Yang menyebabkan ia tidak dikenal karena gadis itu membawa minyak yang lain, minyak yang bukan berasal dari Roh Kudus, sehingga nyala pelita itu juga lain.

Banyak dari kita begitu bodoh, kita memulai segala sesuatu dengan kebenaran dan kesungguhan. Sekarang malah mengandalkan cara berpikir kita lalu sekarang ditimpa berbagai macan masalah, saat bertemu pujaan hati, saat melihat kilauan uang atau harta, saat dapat barang, saat kenaikan jabatan (promosi), saat punya anak, saat saat kita lupa Tuhanlah yang memberikannya tapi kita lebih rela mengutamakan yang fana untuk ditukar yang kekal. Maka itu Yesus berkata aku tidak kenal engkau.
Pada waktu itulah Aku akan berterus terang kepada mereka dan berkata: Aku tidak pernah mengenal kamu! Enyahlah dari pada-Ku, kamu sekalian pembuat kejahatan!" Matius 7:23
Semua untuk keluarga, anak, kilauan harta, jabatan, nama baik, binatang peliharaan semua untuk semuanya, Tuhan jadi nomor 2. Tanpa sadar kita buat semua yang fana itu menjadi ilah yang lain dalam hidup kita. itulah kehidupan gadis yang bodoh.
Yang ditaburkan di tengah semak duri ialah orang yang mendengar firman itu, lalu kekuatiran dunia ini dan tipu daya kekayaan menghimpit firman itu sehingga tidak berbuah. Matius 13:22

Seorang yang bodoh tidak bisa mengerti nilai sebuah keselamatan. Ia berbuat dosa berulang ulang tanpa takut karena ia berpikir masih ada pengampunan hingga nilai keselamatan dihadapannya begitu kecil. Orang yang demikian pastinya tidak bisa melihat sesuatu yang dahsyat dalam hidupnya.

5 gadis yang bijaksana
"Dengarlah! Aku datang seperti pencuri! Berbahagialah orang yang tetap siaga dan menjaga pakaiannya, sehingga ia tidak berjalan dengan telanjang dan menjadi malu di depan umum!" Wahyu 16:15
5 gadis bijaksana selalu membawa minyak (Roh Kudus) disetiap kehidupannya, bahkan mencadangkan minyaknya walau minyak dalam pelita itu masih penuh. Dia selalu siaga dalam situasi, lingkungan dan keadaan apapun agar minyak dari dalam hidupnya tetap bersinar terus (berani bayar harga).

Orang yang berani bayar harga jarang ditemui dalam kekritenan yang ada asal aku bahagia, asal aku kaya, asal hutangku bebas, asal masalahku beres, asal hartaku banyak, asal dan asal yang berbau kenikmatan baru aku mau melayani Tuhan.
Orang bijak melihat segala sesuatu dengan kaca mata Kristus, memandang dengan sudut pandang Kristus. Hanya orang bijaklah yang dapat melihat segala sesuatu dari sudut pandang Allah. Kenikmatan yang ada di Dunia bukan menjadi sasaran utama.
Karena di mana hartamu berada, di situ juga hatimu berada. Matius 6:21

Dunia menyediakan kenikmatan, ditangan orang bijak kenikmatan Dunia akan menjadi berkat bagi banyak orang, ditangan orang bodoh kenikmatan Dunia membuat orang itu menjadi sombong dan angkuh, karena berkat yang dia terima untuk diri sendiri atau orang terdekatnya (keluarga).

Lalu semua bangsa akan dikumpulkan di hadapan-Nya dan Ia akan memisahkan mereka seorang dari pada seorang, sama seperti gembala memisahkan domba dari kambing,
dan Ia akan menempatkan domba-domba di sebelah kanan-Nya dan kambing-kambing di sebelah kiri-Nya. Matius 25:32,33
Sebelum menuju akhir zaman domba dan kambing disatukan menuju satu kawanan tapi saat ini kawanan domba (orang yang mau mendengar suara Gembalanya Yohanes 10:16) dan kambing (orang yang bebal) akan dipisahkan. Sama seperti 5 gadis bijak dan 5 gadis bodoh, pertama mereka bersatu tapi pada akhirnya mereka harus dipisahkan karena proses pemurnian.

Bagi domba mereka menerima berkat (Matius 25:34) karena mereka melakukan sesuatu untuk orang lain (Matius 25:40). Sedang kambing menerima hukuman (Matius 25:41) karena apa yang dilakukannya untuk kepentingannya sendiri (Matius 25:45).
Semua orang selalu mengambil pilihan menjadi gadis yang bijaksana, sedang gadis yang bodoh bukan pilihanku atau tipeku, tapi kenyataannya hidup kita sama seperti gadis yang bodoh itu. 
Oleh: Ev. Liem Thin Ping

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar