Rek BCA: 2 1 4 0 5 9 4 8 0 9 a/n INDRAWATTY

Shalom. Selamat Datang & Selamat Bergabung Di Web Blog "House Of All Nations". Kami mengundang Bapak, Ibu & Saudara/i yang rindu untuk datang beribadah dan berkumpul bersama pada jadwal kebaktian Kami. Tuhan Yesus senantiasa memberkati kita. Bagi anda yang diberkati oleh warta ini, anda bisa membantu kami berupa dana yang dapat anda kirimkan ke rekening kami di atas.

Rabu, 25 Desember 2013

KELAHIRAN MUSA

Lalu Firaun memberi perintah kepada seluruh rakyatnya: "Lemparkanlah segala anak laki-laki yang lahir bagi orang Ibrani ke dalam sungai Nil; tetapi segala anak perempuan biarkanlah hidup." Keluaran 1:22
Seorang laki-laki dari keluarga Lewi kawin dengan seorang perempuan Lewi;
lalu mengandunglah ia dan melahirkan seorang anak laki-laki. Ketika dilihatnya, bahwa anak itu cantik, disembunyikannya tiga bulan lamanya.
Tetapi ia tidak dapat menyembunyikannya lebih lama lagi, sebab itu diambilnya sebuah peti pandan, dipakalnya dengan gala-gala dan ter, diletakkannya bayi itu di dalamnya dan ditaruhnya peti itu di tengah-tengah teberau di tepi sungai Nil;
kakaknya perempuan berdiri di tempat yang agak jauh untuk melihat, apakah yang akan terjadi dengan dia.
Maka datanglah puteri Firaun untuk mandi di sungai Nil, sedang dayang-dayangnya berjalan-jalan di tepi sungai Nil, lalu terlihatlah olehnya peti yang di tengah-tengah teberau itu, maka disuruhnya hambanya perempuan untuk mengambilnya.
Ketika dibukanya, dilihatnya bayi itu, dan tampaklah anak itu menangis, sehingga belas kasihanlah ia kepadanya dan berkata: "Tentulah ini bayi orang Ibrani."
Lalu bertanyalah kakak anak itu kepada puteri Firaun: "Akan kupanggilkah bagi tuan puteri seorang inang penyusu dari perempuan Ibrani untuk menyusukan bayi itu bagi tuan puteri?"
Sahut puteri Firaun kepadanya: "Baiklah." Lalu pergilah gadis itu memanggil ibu bayi itu.
Maka berkatalah puteri Firaun kepada ibu itu: "Bawalah bayi ini dan susukanlah dia bagiku, maka aku akan memberi upah kepadamu." Kemudian perempuan itu mengambil bayi itu dan menyusuinya.
Ketika anak itu telah besar, dibawanyalah kepada puteri Firaun, yang mengangkatnya menjadi anaknya, dan menamainya Musa, sebab katanya: "Karena aku telah menariknya dari air." Keluaran 2:1-10
Kelahiran Musa sering dihubung hubungkan dengan kelahiran Yesus. Saat Yesus lahir, Ia harus melarikan diri atau disembunyikan karena akan ada kematian anak anak berumur 2 tahun kebawah (Matius 2:16). Kalau zaman Musa agak berbeda, terjadi kematian bayi bayi dahulu (tidak tahu sampai umur berapa) baru setelah itu Musa lahir setelah itu baru disembunyikan. Di Alkitab tercatat Musa selamat, bisa jadi hanya Musa saja yang selamat atau satu satunya bayi laki laki yang hidup pada masa itu sama seperti Yesus satu satunya orang Betlehem yang selamat pada masa itu.

Mungkin kita bertanya kenapa harus melalui kematian anak anak atau bayi bayi dahulu. Ini menunjukkan nilai sebuah kehadiran, kehadiran dua orang ini punya nilai yang besar walau mereka hidup dalam 2 zaman yang berbeda.
Kedua orang ini nantinya akan dikenang sepanjang masa dan nama mereka akan terukir dalam kehidupan kekristenan. Gambaran Musa akan hadir pada masa akhir zaman, dia akan hadir bersama Elia.

Nama Musa (Mošeh משה) berarti "diangkat dari air" dari akar kata mengangkat, menarik ke luar. Putri Firaun menamainya Musa sebab katanya: ‘Karena aku telah menariknya dari air atau diselamatkan dari air" (Keluaran 2:10).

Musa adalah putra Amram bin Kehat dan Yokhebed, istrinya. Yokhebed dan Kehat adalah anak-anak Lewi. Musa memiliki dua orang kakak, yaitu Miryam dan Harun.
Setelah melahirkan Musa, Yokhebed melihat bahwa anak itu cantik (elok di mata Allah), disembunyikannya 3 bulan lamanya di dalam rumah.

Tetapi ia tidak dapat menyembunyikannya lebih lama lagi, sebab itu diambilnya sebuah peti pandan, dipakalnya dengan gala-gala dan ter, diletakkannya bayi itu di dalamnya dan ditaruhnya peti itu di tengah-tengah teberau di tepi sungai Nil; kakaknya perempuan (Miryam) berdiri di tempat yang agak jauh untuk melihat, apakah yang akan terjadi dengan dia.
Perintah dari Firaun semua bayi laki laki orang Israel harus dibuang di sungai Nil (Keluaran 1:22), lalu yang dilakukan orang tua Musa bukan dibuang di sungai Nil tapi dihanyutkan di sungai Nil. Miryam dengan nyawanya menjaga adiknya yang paling kecil, saat sungai itu mengalir dengan deras, Miryam yang juga masih kecil harus berlarian didalam air untuk melindungi adiknya supaya tidak terjadi apa apa walau kadang sungai menenggelamkan Miryam tapi ia tetap berusaha agar tetap muncul supaya bisa melihat adiknya tetap selamat walau ia sendiri tidak tahu bagaimana cara adiknya bisa selamat.

Maka datanglah puteri Firaun untuk mandi di sungai Nil, sedang dayangdayangnya berjalan jalan di tepi sungai Nil, lalu terlihatlah olehnya peti yang di tengah-tengah teberau itu, maka disuruhnya hambanya perempuan untuk mengambilnya. Ketika dibukanya, dilihatnya bayi itu dan tampaklah anak itu menangis, sehingga belas kasihanlah ia kepadanya dan berkata: "Tentulah ini bayi orang Ibrani."

Saat bayi adiknya ditemukan oleh puteri Firaun, dengan berani Miryam mendatangi puteri itu (pada waktu itu orang Israel adalah budak). Bahkan dengan berani pula ia menawarkan inang penyusu.
Akan kupanggilkah bagi tuan puteri seorang inang penyusu dari perempuan Ibrani untuk menyusukan bayi itu bagi tuan puteri?" Keluaran 2:7
Seorang budak (Miryam) tidak sembarangan berbicara dengan tuan mereka apalagi seorang putri raja, tapi karena cintanya Miryam terhadap adiknya dia memberanikan diri walau resikonya harus mati.

Lalu pergilah Miryam memanggil Yokhebed, ibu bayi itu. Maka berkatalah puteri Firaun kepada ibu itu: "Bawalah bayi ini dan susukanlah dia bagiku, maka aku akan memberi upah kepadamu." Kemudian perempuan itu mengambil bayi itu dan menyusuinya. Ketika anak itu telah besar, dibawanyalah kepada puteri Firaun, yang mengangkatnya menjadi anaknya, dan menamainya Musa, sebab katanya: "Karena aku telah menariknya dari air." Dan Musa dididik dalam segala hikmat orang Mesir, dan ia berkuasa dalam perkataan dan perbuatannya.

Banyak kita kurang bisa menghargai orang sudah berjuang untuk kita, bila ia meninggal atau pergi barulah kita sadar kita sangat membutuhkan mereka. Maka itu Musa tidak bisa menegur kakaknya Miryam masalah istri Musa walau kakaknya yang salah (Bilangan 12:1-14), karena kakaknya pernah memberi nyawanya agar dia selamat, yang akhirnya diselesaikan oleh Allah sendiri.

Dari kesetiaan Miryam, Tuhan membuat mujizat. Ibu Musa dapat memelihara anaknya, mendapat upah, Musa selamat dan dididik dalam pendidikan Mesir. Hanya Musa dan keluarga Musa saja yang mendapat fasilitas itu, cintanya dan doa orantuanya membuat Musa demikian, cinta dan doa kakaknya (MIryam) terhadap adiknya membuat adiknya terselamatkan. Dalam posisi sebagai budak untuk membiayai hidup seorang anak adalah cukup sulit, apalagi menuju kependidikan yang cukup tinggi. Akhirnya Miryam bisa melihat adiknya menjadi satu satu orang Israel yang besar dan punya kedudukan yang tinggi di kerajaan Mesir.

Sering kita melihat masalah ada didepan kita begitu besar, rasanya tidak teratasi kita berusaha menyelesaikannya pada akhirnya menuju jalan buntu. Sama seperti orang tua Musa, mereka berusaha menyembunyikan Musa sampai 3 bulan. Pada akhirnya mereka menyerah, mereka menyerahkan semua pada kehendak Allah. Allah yang menentukan kapan seorang putri mandi di sungai Nil yang saat itu Musa mulai dihanyutkan. Kalau waktunya tidak tepat putri Firaun tidak jadi mandi atau bayi Musa sudah terhanyut dahulu atau belum terhanyut, maka Musa tidak tertolong.

Percayalah kalau hidup kita ada ditangan Tuhan, walaupun terlihat lambat atau terlalu awal janganlah kuatir. Yakinlah pada akhirnya akan terselesaikan
Pandanglah burung-burung di langit, yang tidak menabur dan tidak menuai dan tidak mengumpulkan bekal dalam lumbung, namun diberi makan oleh Bapamu yang di sorga. Bukankah kamu jauh melebihi burung-burung itu? Matius 6:26

Kenapa Musa bisa selamat, karena Musa orang pilihan Allah yang dipersiapkan oleh Allah untuk melakukan pekerjaan Allah yang besar. Sejarah mencatat Musa adalah tokoh yang pergaruhnya begitu besar bagi bangsa Israel hingga sekarang ini (sepanjang masa).
Tetapi kamulah bangsa yang terpilih, imamat yang rajani, bangsa yang kudus, umat kepunyaan Allah sendiri, supaya kamu memberitakan perbuatan-perbuatan yang besar dari Dia, yang telah memanggil kamu keluar dari kegelapan kepada terang-Nya yang ajaib: I Petrus 2:9

Musa sudah meninggal sudah lama tapi dampak kehidupannya yang lalu lalu tetap terasa sampai sekarang ini. Kelahiran Musa membawa sukacita sama seperti Yesus. Damai natal membahana diseluruh Dunia seorang bayi telah lahir di Dunia namanya penasihat ajaib Allah yang perkasa, Bapa yang kekal raja damai.
Sebab seorang anak telah lahir untuk kita, seorang putera telah diberikan untuk kita; lambang pemerintahan ada di atas bahunya, dan namanya disebutkan orang: Penasihat Ajaib, Allah yang Perkasa, Bapa yang Kekal, Raja Damai. Yesaya 9:6

Diwaktu kecil Yesus begitu menderita, Dia harus tinggal dikandang domba, setelah besar sedikit harus lari ke Mesir supaya tidak dibunuh. Orang yang membawa Damai Natal berusaha dibunuh supaya seluruh Dunia tidak menerima Damai itu. Saat ini Ia terselamatkan, saatnya kita menerima ‘Damai di Bumi diantara manusia yang berkenan kepadaNya’. 
Oleh: Ev. Liem Thin Ping

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar