Rek BCA: 2 1 4 0 5 9 4 8 0 9 a/n INDRAWATTY

Shalom. Selamat Datang & Selamat Bergabung Di Web Blog "House Of All Nations". Kami mengundang Bapak, Ibu & Saudara/i yang rindu untuk datang beribadah dan berkumpul bersama pada jadwal kebaktian Kami. Tuhan Yesus senantiasa memberkati kita. Bagi anda yang diberkati oleh warta ini, anda bisa membantu kami berupa dana yang dapat anda kirimkan ke rekening kami di atas.

Sabtu, 09 November 2013

SUARA ROH KUDUS

Apakah kita pernah mendengar suara Roh Kudus? Lalu bagaimana dengan suara Tuhan, sama atau tidak? Kalau berdoa harusnya atas nama siapa? Pernahkan kita berpikir kalau doa kita dijawab yang menjawabnya itu siapa, Allah Bapa, Yesus atau Roh Kudus?
Dalam sebuah anggotakeluarga, baik sebagai anak maupun orang tua, maka komunikasi diantara anggota keluarga adalah mutlak.
Coba bayangkan bagaimana jadinya kalau dalam sebuah rumah tangga tidak ada komunikasi diantara anggota keluarga, wajarkah hal yang demikian? Tentu rumah tangga yang demikian kurang harmonis. Demikian juga bila kita mengaku sebagai anak Allah, tetapi tidak pernah mendengar suara Allahnya, bukankah itu juga aneh! Pernahkah kita juga bertanya hal yang demikian di dalam hati?
Tetapi semua orang yang menerima-Nya diberi-Nya kuasa supaya menjadi anak-anak Allah, yaitu mereka yang percaya dalam nama-Nya Yohanes 1:12

tetapi Penghibur, yaitu Roh Kudus, yang akan diutus oleh Bapa dalam nama-Ku, Dialah yang akan mengajarkan segala sesuatu kepadamu dan akan mengingatkan kamu akan semua yang telah Kukatakan kepadamu. Yohanes 14:26
Saat kita berdoa ‘Bapa campur tanganMu atas rumahku’ berarti kita sedang berbicara kepada Bapa, saat kita berdoa ‘ Yesus tolong saya’ berarti kita berdoa kepada Yesus. Pernahkah kita berdoa kepada Roh Kudus? Pernahkah kita berdoa ‘Roh Kudus tolong saya’. Doa adalah nafas hidup orang Kristen, jadi kalau namanya nafas pasti dilakukan setiap kali. Apakah kita sudah berkomunikasi dengan Tuhan setiap waktu. Saat kita berdoa yang menjawab siapa? Allah Bapa, Yesus atau Roh Kudus?
Jawabanya : kita sedang berdoa atas nama siapa? Kalau berdoa dengan Bapa pasti yang menjawab Bapa (lawan yang diajak bicara), demikian juga saat kita berbicara dengan Yesus yang menjawab ya Yesus, sama seperti juga kalau kita berbicara dengan Roh Kudus pasti yang menjawab yaitu Roh Kudus.

Apa tandanya kita orang percaya?
Tanda-tanda ini akan menyertai orang-orang yang percaya: mereka akan mengusir setan-setan demi nama-Ku, mereka akan berbicara dalam bahasa-bahasa yang baru bagi mereka, mereka akan memegang ular, dan sekalipun mereka minum racun maut, mereka tidak akan mendapat celaka; mereka akan meletakkan tangannya atas orang sakit, dan orang itu akan sembuh."  Markus 16:17,18
Cara mengenal seseorang adalah dengan cara berkomunikasi dengannya. Mengenal kepribadian seseorang tidak bisa dilakukan hanya dengan melihat foto. Demikian juga cara mengenal Allah harus dengan berkomunikasi dengan Allah secara pribadi. Kalau kita mengenal Dia maka tanda tanda ini akan menyertai kita. Kita akan mengusir bukan diusir oleh setan, kita akan mengeluarkan setan bukan membawa setan, setan bukan dibawa kerumah kita tapi setan akan keluar dari rumah kita, karena rumah kita kudus. Tanda ini bukan untuk jadi pendeta, tapi tanda ini untuk orang yang percaya. Mujizat itu merupakan tanda bagi setiap orang yang percaya, mereka akan melakukan mujizat. Jadi kalau orang Kristen tidak bisa melakukan mujizat, kekristenannya patut diragukan.

Tugas dari Roh Kudus
Karena kepada kita Allah telah menyatakannya oleh Roh, sebab Roh menyelidiki segala sesuatu, bahkan hal-hal yang tersembunyi dalam diri Allah.
Siapa gerangan di antara manusia yang tahu, apa yang terdapat di dalam diri manusia selain roh manusia sendiri yang ada di dalam dia? Demikian pulalah tidak ada orang yang tahu, apa yang terdapat di dalam diri Allah selain Roh Allah. I Korintus 2:10,11
Bukankah LUAR BIASA peran Roh Kudus yang telah diberikan kepada kita. Roh Kudus itu menyelidiki segala sesuatu di dalam diri Allah, lalu kita bisa tahu apa kemauan dan kehendak Allah untuk kita lakukan itu karena Roh Kudus ‘berbicara’ dalam hati atau pikiran kita.

Dewasa ini hampir disetiap iman orang Kristen merasa kalau Roh Kudus itu berada di luar dirinya, Dia berada diluar sana. Sehingga, orang sering berdoa,‘Oh Tuhan, tolong curahkanlah Roh KudusMu kepadaku hari ini juga’ atau ‘Roh Kudus datanglah kehatiku’ (berarti Roh Kudus tidak ada dihatinya).
Jadi kebenarannya adalah Roh Kudus itu sudah ada di dalam hati kita. Yang perlu kita lakukan hanyalah berkomukasi denganNya. Roh Kudus, sudah ada di hatimu, mulai ajaklah berbicara sekarang juga. Tetapi bagaimana caranya? Lalu yang dibicarakan itu apa?

PERTANYAAN DAN JAWABAN YANG SERING DITANYAKAN
 Mengapa kita harus berkomunikasi dengan Roh Kudus, berbicaradengan Yesus atau Bapa kan sama saja?
Namun benar yang Kukatakan ini kepadamu: Adalah lebih berguna bagi kamu, jika Aku pergi. Sebab jikalau Aku tidak pergi, Penghibur itu tidak akan datang kepadamu, tetapi jikalau Aku pergi, Aku akan mengutus Dia kepadamu. Yohanes 16:7
Pada hari Pantekosta, Yesus berangkat ke surga, karena kasihNya, Yesus mengutus Roh Kudus, karena hanya Roh Kuduslah yang bisa menyampaikan kehendak Bapa kepada kita (I Korintus 2:10,11)
 Apa peran antara Roh Kudus dalam Tri Tunggal?
karena oleh Dia kita kedua pihak dalam satu Roh beroleh jalan masuk kepada Bapa.
Demikianlah kamu bukan lagi orang asing dan pendatang, melainkan kawan sewarga dari orang-orang kudus dan anggota-anggota keluarga Allah. Efesus 2:18,19
Oleh karena Dia - Yesus, roh kita dengan Roh Kudus menuju ke Bapa. Supaya apa?
supaya kita menjadi anggota keluarga Allah, bukan orang asing.
 Apakah mendengar Roh Kudus harus melalui telinga jasmani?
Hal seperti itu bisa terjadi, ketika Tuhan memanggil Samuel. Akan tetapi jaman sekarang, tidak harus seperti jaman dahulu. Bandingkan dengan suara setan yang berusaha membujuk berbuat dosa. Apakah saudara mendengar suara menggelegar di telinga saudara? Tidak bukan?Demikian pula, mendengar Roh Kudus, tidak harus di telinga, tetapi dalam hati atau pikiran.

Apa bedanya membaca ALkitab dengan mendengarkan Roh Kudus?
Kadang, kita bisa bertanya kepada Roh Kudus tentang suatu ayat yang kita tidak pahami. Kadang, Roh Kudus memberikan pemahaman baru tentang kaitan ayat ayat yang kita tidak pahami sebelumnya.

Apa bedanya berdoa dan mendengarkan Roh Kudus?
Berdoa, kebanyakan adalah permintaan si pendoa, bersifat satu arah. Misalnya begini; Oh Tuhan, aku mau ke Surabaya, tolonglah jagai rumahku ya Tuhan, oh Tuhan... (Tuhan jadi Satpam). Nah kalau mendengarkan Roh Kudus, berdialaog seperti ini; Roh Kudus, bolehkah aku ke Surabaya? Kalau boleh, Amankah rumahku aku tinggal? Kalau tidak aman, siapakah yang harus menjaga? dst dst dst. Dengan berkomunikasi seperti ini DIJAMIN, anda tidak akan mengantuk kalau berkomunikasi dengan Roh Kudus.

Damai sejahtera
Apa benar ciri kalau Tuhan berbicara ada damai sejahtera? Bagaimana kalau tidak ada Damai sejahtera? Apa bukan suara Roh Kudus.
Suara Roh Kudus, Bapa atau Anak bisa kita ketahui bila kita ada hubungan intim (akrab) denganNya. Seperti suami dengan istrinya, mereka walau berjauhan saat suami atau istri melakukan kontak (telepon) mereka bisa mengenali masing masing suara. Bahkan mereka ada kontak batin antara keduanya. Saat suaminya mengalami masalah sang istri bisa merasakan suaminya bermasalah tanpa harus sang suami mengatakannya.

Damai sejahtera Kutinggalkan bagimu. Damai sejahtera-Ku Kuberikan kepadamu, dan apa yang Kuberikan tidak seperti yang diberikan oleh dunia kepadamu. Janganlah gelisah dan gentar hatimu. Yohanes 14:27
Demikian juga dengan kita kontak batin dengan Allah, Yesus dan Roh Kudus akan kita rasakan saat kita bergaul intim dengan masing masing kepribadian. Kita bisa merasa Roh kudus sedang berduka, hati Tuhan sedang bersedih dsb.
Damai sejahtera tidak bisa jadi patokan ini suara Tuhan atau bukan, karena dunia juga punya damai sejahtera. Saat kita lahir kedamaian itu sudah ada dalam kita setelah kita bertobat maka muncul buah roh (Galatia 5:22,23) yaitu damai sejahtera dari Allah (Yesus). Lalu bagaimana kita tahu ini suara Tuhan dan ini bukan suara Tuhan? Saat kita bergaul intim denganNya kita pasti bisa tahu suara ini dari Tuhan atau dari Iblis. Kenapa kita berdoa tidak pernah mendengar suara Tuhan atau jarang mendengarnya karena hubungan kita kurang intim.

Agama hanyalah sarana bagi manusia untuk ber-Tuhan. Banyak orang yang beragama tetapi tidak ber Tuhan, artinya, agama hanya disandang sebagai identitas untuk melengkapi data di KTP maupun Kartu Keluarga, tetapi ajaran agama yang ia anut tidak dilaksanakan.

Kesaksian
Peristiwanya terjadi di sebuah desa di Jawa Tengah. Seorang ibu setengah baya tersebut sehari-harinya adalah penjual tempe di desanya. Tempe yang djualnya merupakan tempe yang dibuatnya sendiri. Pada suatu hari, seperti biasanya, pada saat ia akan pergi ke pasar untuk menjual tempenya, ternyata pagi itu, tempe yang terbuat dari kacang kedele itu masih belum jadi tempe alias masih setengah jadi.
Ibu ini sangat sedih hatinya. Sebab jika tempe tersebut tidak jadi berarti ia tidak akan mendapatkan uang karena tempe yang belum jadi tentunya tidak laku dijual. Padahal mata pencaharian si ibu hanyalah dari menjual tempe saja agar ia dapat memenuhi kebutuhan hidupnya sehari-hari.

Dalam suasana hatinya yang sedih, si ibu yang memang aktif beribadah di gerejanya teringat akan firman Tuhan yang menyatakan bahwa Tuhan dapat melakukan perkara-perkara ajaib, bahwa bagi Tuhan tiada yang mustahil. Lalu iapun tumpang tangan di atas tumpukan beberapa batangan kedele yang masih dibungkus dengan daun pisang tersebut.“Bapa di sorga, aku mohon kepada-Mu agar kedele ini menjadi tempe. Dalam nama Yesus, Amin.”
Lalu, dengan tenang ia menekan-nekan dengan ujung jarinya bungkusan bakal tempe tersebut. Dengan hati yang deg-degan ia mulai membuka sedikit bungkusannya untuk melihat mujizat kedele jadi tempe terjadi. Lalu apa yang terjadi?

Dengan kaget dia mendapati bahwa kedele tersebut… masih tetap kedele! Si Ibu tidak kecewa. Ia berpikir bahwa mungkin doanya kurang jelas didengar Tuhan. Lalu kembali ia tumpang tangan di atas batangan kedele tersebut. “Bapa di sorga, aku tahu bahwa bagi-Mu tiada yang mustahil. Tolonglah aku supaya hari ini aku bisa berdagang tempe karena itulah mata pencaharianku Aku mohon dalam nama Yesus jadilah ini menjadi tempe. Dalam nama Yesus, Amin.”
Dengan iman iapun kembali membuka sedikit bungkusan tersebut. Lalu apa yang terjadi? Dengan kaget ia melihat bahwa kacang kedele tersebut… masih tetap begitu!
Sementara hari semakin siang di mana pasar tentunya akan semakin ramai. Si ibu dengan tidak merasa kecewa atas doanya yang belum terkabul, merasa bahwa bagaimanapun sebagai langkah iman ia akan tetap pergi ke pasar membawa keranjang berisi barang dagangannya itu. Ia berpikir mungkin mujizat Tuhan akan
terjadi di tengah perjalanan ia pergi ke pasar. Lalu iapun bersiap-siap untuk berangkat ke pasar.

Tidak lama kemudian sampailah ia di pasar. Dan seperti biasanya ia mengambil tempat untuk menggelar barang dagangannya. Ia yakin bahwa tempenya sekarang pasti sudah jadi. Lalu iapun membuka keranjangnya dan pelan-pelan menekan-nekan bungkusan dengan jarinya pada tiap bungkusan yang ada. Perlahan ia membuka sedikit daun pembungkusnya dan melihat isinya. Apa yang terjadi? Ternyata… tempenya benar-benar… belum jadi!

Sementara hari semakin siang dan pasar sudah mulai sepi dengan pembeli. Ia melihat dagangan teman-temannya sesama penjual tempe yang Tempenya sudah hampir habis. Rata-rata tinggal sedikit lagi tersisa. Si ibu tertunduk lesuh. Ia seperti tidak sanggup menghadapi kenyataan hidupnya hari itu. Ia hanya bisa termenung dengan rasa kecewa yang dalam. Yang ia tahu bahwa hari itu ia tidak akan mengantongi uang sepeserpun.
Tiba-tiba ia dikejutkan dengan sapaan seorang wanita. “Bu?! Maaf ya, saya mau tanya. Apakah ibu menjual tempe yang belum jadi? Soalnya dari tadi saya sudah keliling pasar mencarinya.”Singkat cerita wanita tersebut akhirnya memborong semua dagangan si ibu itu.

Sebelum wanita itu pergi, ia penasaran kenapa ada orang yang mau beli tempe yang belum jadi. Ia bertanya kepada si wanita. Dan wanita itu mengatakan bahwa anaknya di Yogya mau tempe yang berasal dari desa itu. Berhubung tempenya akan dikirim ke Yogya jadi ia harus membeli tempe yang belum jadi, supaya agar setibanya di sana, tempenya sudah jadi. Kalau tempe yang sudah jadi yang dikirim maka setibanya di sana nanti tempe tersebut sudah tidak bagus lagi dan rasanya sudah tidak enak lagi.

Apa yang bisa kita simpulkan dari kesaksian ini?
Pertama: Kita sering memaksakan kehendak kita kepada Tuhan pada waktu kita berdoa padahal sebenarnya Tuhan lebih mengetahui apa yang kita perlukan.
Kedua: Tuhan menolong kita dengan caraNya yang samasekali di luar perkiraan kita sebelumnya.
Ketiga: Tiada yang mustahil bagi Tuhan
Keempat: Percayalah bahwa Tuhan akan menjawab doa kita sesuai dengan rancangan-Nya. Semoga kita akan semakin mengerti akan arti dan kuasa doa tersebut.
Oleh: Ev. Liem Thin Ping

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar