Rek BCA: 2 1 4 0 5 9 4 8 0 9 a/n INDRAWATTY

Shalom. Selamat Datang & Selamat Bergabung Di Web Blog "House Of All Nations". Kami mengundang Bapak, Ibu & Saudara/i yang rindu untuk datang beribadah dan berkumpul bersama pada jadwal kebaktian Kami. Tuhan Yesus senantiasa memberkati kita. Bagi anda yang diberkati oleh warta ini, anda bisa membantu kami berupa dana yang dapat anda kirimkan ke rekening kami di atas.

Sabtu, 04 Februari 2012

MIMPI YUSUF


Israel lebih mengasihi Yusuf dari semua anaknya yang lain, sebab Yusuf itulah anaknya yang lahir pada masa tuanya; dan ia menyuruh membuat jubah yang maha indah bagi dia.Setelah dilihat oleh saudara-saudaranya, bahwa ayahnya lebih mengasihi Yusuf dari semua saudaranya, maka bencilah mereka itu kepadanya dan tidak mau menyapanya dengan ramah. Kejadian 37:3,4

Yakub mengasihi Yusuf karena terbawa masa lalunya yaitu Ribka mengasihi Yakub, sedang Ishak lebih mengasihi Esau.
Ishak sayang kepada Esau, sebab ia suka makan daging buruan, tetapi Ribka kasih kepada Yakub. Kejadian 25:28
Sering kita mengalami masalah yang sama, sering kita benci kepada saudara kita karena orang tua kita memperlakukan kita tidak sama. Jadi saat orang itu mengalami karunia yang lebih, kita iri karena kebencian yang mendalam dalam diri kita, kecuali kondisi kita lebih baik dari saudara kita mungkin itu akan lain. Jadi bila kita punya dendam yang dalam, perlu kita bereskan agar kuasa itu tidak mencengkeram kehidupan kita. Itu yang dialami saudara Yusuf.

“Pada suatu kali bermimpilah Yusuf, lalu mimpinya itu diceritakannya kepada saudara-saudaranya; sebab itulah mereka lebih benci lagi kepadanya.
Karena katanya kepada mereka: “Coba dengarkan mimpi yang kumimpikan ini:
Tampak kita sedang di ladang mengikat berkas-berkas gandum, lalu bangkitlah berkasku dan tegak berdiri; kemudian datanglah berkas-berkas kamu sekalian mengelilingi dan sujud menyembah kepada berkasku itu.”

Lalu saudara-saudaranya berkata kepadanya: “Apakah engkau ingin menjadi raja atas kami? Apakah engkau ingin berkuasa atas kami?” Jadi makin bencilah mereka kepadanya karena mimpinya dan karena perkataannya itu.
Lalu ia memimpikan pula mimpi yang lain, yang diceritakannya kepada saudara-saudaranya. Katanya: “Aku bermimpi pula: Tampak matahari, bulan dan sebelas bintang sujud menyembah kepadaku.”
Setelah hal ini diceritakannya kepada ayah dan saudara-saudaranya, maka ia ditegor oleh ayahnya: “Mimpi apa mimpimu itu? Masakan aku dan ibumu serta saudara-saudaramu sujud menyembah kepadamu sampai ke tanah?” Kejadian 37:5-10

Mimpi Yang Mustahil
Yusuf mendapat mimpi yang mungkin luar biasa bagi dirinya sendiri. Suatu kebanggaan bagi dirinya melihat dirinya sendiri menjadi pemimpin di antara keluarganya. Tetapi mimpi tersebut justru tidak disukai oleh keluarganya dan dianggap mustahil terjadi karena dia merupakan anak terkecil (anak ke 11 sebelum benyamin) di antara keluarganya.

Sejak mendapat mimpi ini Yusuf mengalami begitu banyak perkara dalam hidupnya. Hidupnya tidak menjadi mudah, tetapi dia malah melalui berbagai penderitaan. Kakak-kakaknya bahkan hendak membunuh dia. Tetapi akhirnya tidak jadi, dia dibuang ke dalam sumur kosong di padang gurun. Jubah maha indah yang merupakan kebanggaannya dilucuti.
Tidak cukup hanya itu saja, akhirnya Yusuf dijual oleh kakak-kakaknya kepada kafilah yang sedang lewat. Yusufpun dibawa ke Mesir dan dijual kepada Potifar dan menjadi pembantu di rumahnya Potifar.
Tetapi TUHAN menyertai Yusuf, sehingga ia menjadi seorang yang selalu berhasil dalam pekerjaannya; maka tinggallah ia di rumah tuannya, orang Mesir itu.
Setelah dilihat oleh tuannya, bahwa Yusuf disertai TUHAN dan bahwa TUHAN membuat berhasil segala sesuatu yang dikerjakannya,
maka Yusuf mendapat kasih tuannya, dan ia boleh melayani dia; kepada Yusuf diberikannya kuasa atas rumahnya dan segala miliknya diserahkannya pada kekuasaan Yusuf.
Sejak ia memberikan kuasa dalam rumahnya dan atas segala miliknya kepada Yusuf, TUHAN memberkati rumah orang Mesir itu karena Yusuf, sehingga berkat TUHAN ada atas segala miliknya, baik yang di rumah maupun yang di ladang. Kejadian 39:2-5
Apapun yang terjadi, ketika kita senantiasa hidup di dalam Tuhan, Dia akan membuat setiap langkah dan perbuatan kita menjadi berhasil, dan Dia akan mengangkat kehidupan kita menjadi kepala dan bukan ekor.

Ujian
Walau demikian, pencobaan yang dialami Yusuf terus datang. Dia diajak untuk tidur dengan istrinya Potifar. Yusufpun menolak. Karena menolak, dia justru difitnah oleh istrinya Potifar hingga dijebloskan ke dalam penjara. Hidup yang tadinya kelihatan menjadi lebih baik, kini menjadi “gelap” lagi.
Tetapi Tuhan tidak pernah merancangkan kecelakaan bagi hidup kita. Apapun yang terjadi dalam hidup kita, selalu mendatangkan kebaikan bagi hidup kita.
Tuhan tetap menyertai Yusuf dalam berbagai keadaan. Dalam keadaan buruk sekalipun Tuhan menyatakan kasih dan kuasaNya dalam kehidupan Yusuf.
Lalu Yusuf ditangkap oleh tuannya dan dimasukkan ke dalam penjara, tempat tahanan-tahanan raja dikurung. Demikianlah Yusuf dipenjarakan di sana.
Tetapi TUHAN menyertai Yusuf dan melimpahkan kasih setia-Nya kepadanya, dan membuat Yusuf kesayangan bagi kepala penjara itu.
Sebab itu kepala penjara mempercayakan semua tahanan dalam penjara itu kepada Yusuf, dan segala pekerjaan yang harus dilakukan di situ, dialah yang mengurusnya.
Dan kepala penjara tidak mencampuri segala yang dipercayakannya kepada Yusuf, karena TUHAN menyertai dia dan apa yang dikerjakannya dibuat TUHAN berhasil.
Kejadian 39:20-23
Keadaan tidak menjadi penghalang bagi kita untuk tetap hidup di dalam Tuhan. Keadaan juga tidak menjadi penghalang bagi Tuhan untuk menyatakan kuasaNya dalam hidup kita. Bahkan Tuhan dapat menyatakan mujizatNya dengan luar biasa dalam keadaan terburuk dan tergelap sekalipun.

Promosi
Yusuf menjadi semakin intim dengan Tuhan. Dia dipakai luar biasa oleh Tuhan dimanapun dia berada. Yusuf menjadi berkat bagi orang-orang sekelilingnya. Dan Tuhanpun menambah-nambahkan karuniaNya dalam hidup Yusuf. Karunia mimpi semakin berkembang dalam kehidupan Yusuf. Tuhan memakai kehidupan Yusuf untuk menjadi penerjemah mimpi, mulai dari juru minuman dan juru roti raja Mesir, hingga raja Mesir itu sendiri.
Berkatalah Firaun kepada Yusuf: “Aku telah bermimpi, dan seorangpun tidak ada yang dapat mengartikannya, tetapi telah kudengar tentang engkau: hanya dengan mendengar mimpi saja engkau dapat mengartikannya.”
Yusuf menyahut Firaun: “Bukan sekali-kali aku, melainkan Allah juga yang akan memberitakan kesejahteraan kepada tuanku Firaun. Kejadian 41:15,16
Kata Firaun kepada Yusuf: “Oleh karena Allah telah memberitahukan semuanya ini kepadamu, tidaklah ada orang yang demikian berakal budi dan bijaksana seperti engkau.
Engkaulah menjadi kuasa atas istanaku, dan kepada perintahmu seluruh rakyatku akan taat; hanya takhta inilah kelebihanku dari padamu. Kejadian 41:39,40

Tuhan tidak pernah berhenti mengangkat kehidupan Yusuf. Melalui berbagai kejadian dalam hidupnya, semua itu merupakan bekal bagi Yusuf untuk memegang posisi yang lebih tinggi dan lebih besar lagi. Yusuf mengerti bagaimana hidup sebagai orang susah,
dan Yusuf mengerti bagaimana hidup sebagai orang berkelebihan. Dia mengerti berbagai macam pekerjaan mulai dari yang kecil hingga yang besar. Dan semuanya itu merupakan persiapan bagi Yusuf untuk memegang tanggung jawab yang jauh lebih besar lagi, yaitu sebagai tangan kanannya Firaun.
Apapun yang terjadi dalam kehidupan kita, semuanya itu bukanlah merupakan kebetulan. Tuhan sudah mempunyai rencana dalam hidup kita untuk memakai kita
sesuai dengan rencanaNya. Dia mempunyai rencana yang indah, rencana yang besar bagi hidup kita.

Mimpi Digenapi
Sementara itu Yusuf telah menjadi mangkubumi di negeri itu; dialah yang menjual gandum kepada seluruh rakyat negeri itu. Jadi ketika saudara-saudara Yusuf datang, kepadanyalah mereka menghadap dan sujud dengan mukanya sampai ke tanah.
Ketika Yusuf melihat saudara-saudaranya, segeralah mereka dikenalnya, tetapi ia berlaku seolah-olah ia seorang asing kepada mereka; ia menegor mereka dengan membentak, katanya: “Dari mana kamu?” Jawab mereka: “Dari tanah Kanaan untuk membeli bahan makanan.”
Memang Yusuf mengenal saudara-saudaranya itu, tetapi dia tidak dikenal mereka.
Lalu teringatlah Yusuf akan mimpi-mimpinya tentang mereka. Kejadian 42:6-9a
Tuhan tidak pernah setengah-setengah dalam menggenapi FirmanNya dalam hidup kita. Kita melihat bahwa mimpi Yusuf benar-benar digenapi setelah sekian lama dia menanti dan menunggu. Yusuf mendapat mimpinya pada umur 17 tahun (Kej 37:2). Dia menghadap Firaun pada umur 30 tahun (Kej 41:46). Kemudian ada 7 tahun masa kelimpahan, setelah itu ada 7 tahun masa kelaparan. Dan Yusuf bertemu dengan kakak-kakaknya pada tahun kedua masa kelaparan (Kej 45:6). Dia menunggu 22 tahun hingga mimpinya digenapi. Bukan suatu waktu yang sebentar bagi Yusuf melihat mimpinya digenapi. Tetapi Yusuf benar-benar melihat bahwa Tuhan menggenapi semuanya dalam kehidupan dia.
Memang kamu telah mereka-rekakan yang jahat terhadap aku, tetapi Allah telah mereka-rekakannya untuk kebaikan, dengan maksud melakukan seperti yang terjadi sekarang ini, yakni memelihara hidup suatu bangsa yang besar. Kejadian 50:20

Apa yang sebelumnya dilakukan kakak-kakaknya merupakan kejahatan, tetapi Tuhan sanggup mengubahkan semuanya menjadi kebaikan, yaitu mempersiapkan Yusuf agar bangsa Israel dapat terpelihara hidupnya pada masa kelaparan yang pada waktu itu mereka alami. Sungguh suatu hal yang luar biasa, Tuhan sanggup merancangkan kebaikan bagi bangsa Israel melalui kehidupan Yusuf.
Apakah yang menjadi mimpi kita? Apakah saat ini mimpi kita terasa hilang dan tidak lagi merupakan pengharapan dalam hidup kita? Apakah kita merasa tidak mungkin meraih mimpi tersebut? Apakah kita dalam keadaan yang justru merupakan kebalikan dari
mimpi tersebut?

Jangan kuatir dan jangan menjadi lemah. Ingatlah akan apa yang dialami oleh Yusuf. Allah Yusuf merupakan Allah yang sama seperti yang kita sembah saat ini. Dia sanggup mereka-rekakan segalanya menjadi kebaikan bagi hidup kita. Dia sanggup mengangkat kita menjadi kepala dan bukan ekor. Bahkan Dia sanggup memakai kehidupan kita menjadi berkat bagi banyak orang. Dia Allah yang sanggup menggenapi setiap mimpi dalam kehidupan kita. Haleluya!

Orang yang tidak memiliki impian sama dengan orang yang telah berhenti hidup sebelum mati. Oleh: Ev. Liem Thin Ping

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar