Rek BCA: 2 1 4 0 5 9 4 8 0 9 a/n INDRAWATTY

Shalom. Selamat Datang & Selamat Bergabung Di Web Blog "House Of All Nations". Kami mengundang Bapak, Ibu & Saudara/i yang rindu untuk datang beribadah dan berkumpul bersama pada jadwal kebaktian Kami. Tuhan Yesus senantiasa memberkati kita. Bagi anda yang diberkati oleh warta ini, anda bisa membantu kami berupa dana yang dapat anda kirimkan ke rekening kami di atas.

Jumat, 17 Juni 2011

KAYA, SIAPA TAKTUT?


Siapa yang tidak mau kaya? Pasti semua mau kaya. Sampai-sampai manusia rela bekerja pagi malam, sampai-sampai ada yang lembur malam harinya untuk mendapatkan sejumlah uang. Itu semua baik tetapi akan melelahkan diri sendiri sebab itu sia-sia.
Itu pekerjaan yang menyusahkan yang diberikan Allah kepada anak-anak manusia untuk melelahkan diri. Aku telah melihat segala perbuatan yang dilakukan orang di bawah matahari, tetapi lihatlah, segala sesuatu adalah kesia-siaan dan usaha menjaring angin.
Pengkotbah 1:13b-14

Ada 3 hal yang membuat orang bisa kaya.
• Bekerja keras. Bekerja keras sampai tidak ada waktu untuk santai, komunikasi dengan keluarga.
• Cara instan. Minta tolong kepada dukun, orang pintar.
• Berkat Tuhan yang menjadikan kaya.
Alkisah ada tiga orang pemuda yang ingin menjadi kaya. Tetapi, mereka ingin secara instan, tidak mau susah payah. Pemuda pertama meminta kepada Tuhan untuk menjatuhkan sekarung uang dari langit. Lalu seketika itu juga jatuhlah karung berisi
uang dari langit menimpa tubuh pemuda itu. Ia akhirnya mati saat itu juga.
Pemuda kedua, juga meminta untuk menemukan uang di jalan, jangan dijatuhkan dari atas. Lalu saat ia berjalan, ia menemukan sekarung uang. Tetapi, tidak berapa lama kemudian, ia ditangkap polisi karena dituduh telah membobol ATM. Ia akhirnya dipenjara.
Pemuda ketiga, meminta untuk mendapatkan warisan. Tidak lama kemudian, ia mendapatkan warisan. Tetapi, ternyata orang yang memberinya warisan itu juga meninggalkan hutang yang banyak. Sehingga ia tidak bisa menikmati uangnya, malah ia harus membayar hutang-hutang tersebut.
Semuanya, meminta kaya secara instan, yang mereka dapatkan malah kesengsaraan.

Aku melihat bahwa tidak ada yang lebih baik bagi manusia dari pada bergembira dalam pekerjaannya, sebab itu adalah bahagiannya. Karena siapa akan memperlihatkan kepadanya apa yang akan terjadi sesudah dia? Pengkotbah 3:22
Bekerja dengan gembira, dengan begitu kita akan bisa menikmati pekerjaan kita bukannya menjadi beban bagi kita.
Berkat Tuhanlah yang menjadikan kaya, susah payah tidak akan menambahinya.
Amsal 10:22
Berdoa dan mengucap syukur. Tanpa Dia yang kita lakukan semua sia-sia jadi yang membuat kaya itu Tuhan, bukan kita.
Oleh: Sdri. Agustine

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar