Rek BCA: 2 1 4 0 5 9 4 8 0 9 a/n INDRAWATTY

Shalom. Selamat Datang & Selamat Bergabung Di Web Blog "House Of All Nations". Kami mengundang Bapak, Ibu & Saudara/i yang rindu untuk datang beribadah dan berkumpul bersama pada jadwal kebaktian Kami. Tuhan Yesus senantiasa memberkati kita. Bagi anda yang diberkati oleh warta ini, anda bisa membantu kami berupa dana yang dapat anda kirimkan ke rekening kami di atas.

Sabtu, 08 Desember 2012

KUATIR

"Karena itu Aku berkata kepadamu: Janganlah kuatir akan hidupmu, akan apa yang hendak kamu makan atau minum, dan janganlah kuatir pula akan tubuhmu, akan apa yang hendak kamu pakai. Bukankah hidup itu lebih penting dari pada makanan dan tubuh itu lebih penting dari pada pakaian?
Pandanglah burung-burung di langit, yang tidak menabur dan tidak menuai dan tidak mengumpulkan bekal dalam lumbung, namun diberi makan oleh Bapamu yang di sorga. Bukankah kamu jauh melebihi burung-burung itu?
Siapakah di antara kamu yang karena kekuatirannya dapat menambahkan sehasta saja pada jalan hidupnya?
Dan mengapa kamu kuatir akan pakaian? Perhatikanlah bunga bakung di ladang, yang tumbuh tanpa bekerja dan tanpa memintal,
namun Aku berkata kepadamu: Salomo dalam segala kemegahannyapun tidak berpakaian seindah salah satu dari bunga itu.
Jadi jika demikian Allah mendandani rumput di ladang, yang hari ini ada dan besok dibuang ke dalam api, tidakkah Ia akan terlebih lagi mendandani kamu, hai orang yang kurang percaya?
Sebab itu janganlah kamu kuatir dan berkata: Apakah yang akan kami makan? Apakah yang akan kami minum? Apakah yang akan kami pakai?
Semua itu dicari bangsa-bangsa yang tidak mengenal Allah. Akan tetapi Bapamu yang di sorga tahu, bahwa kamu memerlukan semuanya itu.
Tetapi carilah dahulu Kerajaan Allah dan kebenarannya, maka semuanya itu akan ditambahkan kepadamu.
Sebab itu janganlah kamu kuatir akan hari besok, karena hari besok mempunyai kesusahannya sendiri. Kesusahan sehari cukuplah untuk sehari." Matius 6:25-34
Walter B. Knight menceritakan seorang wanita yang terkurung oleh api di puncak gedung yang sedang terbakar. Api dan asap mengurungnya, sehingga ia tidak dapat melarikan diri ke bawah. Ketika tim pemadam kebakaran tiba, salah seorang diantara mereka menaiki tangga menuju ke jendela, tempat wanita itu terkurung api menawarkan diri untuk menyelamatkannya. Akan tetapi, ketika wanita itu menegok kebawah dan melihat jarak yang begitu jauh ke tanah, ia menjadi panik dan kembali kekamarnya semula. Orang yang mencoba menyelamatkan wanita tersebut memohon agar wanita itu mempercayainya demi keselamatan dirinya sendiri, namun permohonannya tidak diperhatikan. “Saya telah melakukan segala sesuatu untuk menyelamatkannya, tetapi wanita tidak mengijinkan saya. Dia tidak mempercayai saya”, kata anggota pemadam kebakaran setelah terpaksa turun karena wanita itu tidak mau ditolong. Akhirnya, wanita tersebut mati terbakar karena kekuatirannya.

Kata ‘jangan kamu kuatir’ berarti kita sering kuatir dalam setiap langkah dan kehidupan, maka Tuhan menyuruh kita jangan kuatir.
Sering kita menganggap bahwa kuatir itu suatu dosa. Benarkah demikian?
Kuatir itu bukan dosa, kuatir itu bagian dari emosi (=kemarahan) yang diberikan Tuhan kepada kita supaya melalui kekuatiran itu kita bisa bersandar kepada Dia.
Tapi dalam kenyataannya iblis mendompleng kekuatiran kita sehingga mengarah ke arah yang tidak sesuai dengan langkah atau arah Allah. Kita sering melihat dengan cara berpikir kita, bahwa langkah kita benar. Tapi dalam kenyataannya ujungnya menuju malapetaka
“Ada jalan yang disangka orang lurus tapi ujungnya menuju maut” Amsal 14:12

Dari kegelisahan dapat menyebabkan gentar, dari gentar menyebabkan ketakutan, dari ketakutan menyebabkan orang itu bimbang.
Tuhan tidak ingin kita hidup dalam ketakutan melainkan hidup dalam damai sejahtera Allah
“Damai sejahtera Kutinggalkan bagimu. Damai sejahtera-Ku Kuberikan kepadamu, dan apa yang Kuberikan tidak seperti yang diberikan oleh dunia kepadamu. Janganlah gelisah dan gentar hatimu..” Yohanes 14:27
Karena itu Tuhan ingin kita tidak tinggal dalam kekuatiran kita. Dalam Matius 6:26 Tuhan ingin kita memandang burung-burung yang di langit, yang tidak menabur dan menuai, dan tidak mengumpulkan bekal dalam lumbung, tapi Tuhan sanggup mencukupkan kebutuhan mereka. Bukankah kita jauh melebihi burung-burung itu?

Misalnya kalau kita melihat burung-burung di daerah yang kelaparan kita tidak pernah melihat burung itu jatuh karena kelaparan atau karena penyakit. Lain dengan yang dipelihara oleh manusia, binatang yang dipelihara manusia bisa kena flu burung, sapi gila, dan kelaparan.

Tuhan mengajarkan kita biarlah kesusahan sehari cukup untuk satu hari (ayat 34). Jadi kita tidak perlu kuatir akan hari esok karena belum tentu kekuatiran itu terjadi atau bila saat itu terjadi, Tuhan sanggup memberi pertolongan.
“Sebab Aku ini mengetahui rancangan-rancangan apa yang ada padaKu mengenai kamu, demikianlah firman Tuhan, yaitu rancangan damai sejahtera dan bukan rancangan kecelakaan, untuk memberikan kepadamu hari depan yang penuh harapan” Yeremia 29:11
Tuhan tidak menghendaki untuk kuatir terus menerus atau kekuatiran yang berkelebihan. Dalam Matius 6:31,32 dikatakan janganlah kita kuatir akan apa yang kita pakai, apa yang kita minum dan apa yang kita makan. Itu dicari bangsa yang tidak mengenal Allah. Jadi masa depan, kehidupan, atau perekonomian janganlah jadi racun yang menggerogoti pikiran kita sehingga menjadi kekuatiran yang berlebihan.

Bagaimana mengatasi kekuatiran yang berlebihan?
1. “Serahkanlah segala kekuatiranmu kepadaNya, sebab Ia yang memelihara kamu”. I Petrus 5:7
Kita perlu meletakkan segala kekuatiran kita pada kaki Yesus karena dari itu pemeliharaan dan perlindungan Tuhan akan nyata. Seperti dalam diri Yesus waktu dikuatkan di Getsemani
Maka seorang malaikat dari langit menampakkan diri kepada-Nya untuk memberi kekuatan kepada-Nya.
Ia sangat ketakutan dan makin bersungguh-sungguh berdoa. Peluh-Nya menjadi seperti titik-titik darah yang bertetesan ke tanah. Lukas 22:43,44
2. “Janganlah hendaknya kamu kuatir tentang apapun juga, tetapi nyatakanlah dalam segala hal kepada Allah dalam doa dan permohonan dengan ucapan syukur”.
Filipi 4:6
Kita perlu bawa segala kekuatiran kita yang berlebihan melalui ucapan doa dan permohonan dengan ucapan syukur, karena tidak gampang orang yang punya masalah bisa mengucap syukur.
3. “Sebab Allah memberikan kepada kita bukan roh ketakutan, melainkan roh yang membangkitkan kekuatan, kasih, dan ketertiban.” II Timotius 1:7
Jika kasih Kristus lebih besar daripada kekuatiran kita maka kita dapat mengalahkannya.

Mark Twain pernah mengatakan, “Kalau seekor kucing pernah duduk di atas tungku panas, kucing itu tidak akan duduk di atas tungku panas lagi. Kucing itu juga tidak akan duduk lagi di atas tungku dingin.” Kesimpulannya adalah kucing tersebut mengasosiasikan tungku dengan pengalaman yang buruk dan panas. Pengalaman yang buruk tersebut dibawanya terus, hingga ia menganggap setiap tungku (tidak peduli bahwa tungku itu dingin) adalah panas dan berbahaya.
Sedikit banyak kita juga seperti kucing tersebut. Sikap kita pada hari ini terbentuk dari pengalaman-pengalaman yang terjadi di waktu lalu. Jika dalam sebuah situasi yang terjadi di masa lalu kita mengalami kegagalan, maka pada situasi yang sama di waktu yang berbeda pun, kita sering percaya bahwa kita akan gagal lagi.
Sederet pengalaman buruk di masa lalu mungkin pernah kita alami. Kegagalan-kegagalan yang terjadi di sepanjang perjalanan hidup kita. Kesalahan-kesalahan fatal yang sebenarnya bisa dihindarkan. Pengambilan keputusan yang salah, yang menyisakan sederet akibat sampai hari ini. Juga masa kecil yang buruk, tindakan-
tindakan kekerasan yang kita terima, baik secara fisik maupun psikis, ucapan atau tindakan yang merendahkan, miskinnya kasih sayang dari orang tua dan masih banyak hal yang menimbulkan kepahitan dalam hati.
Jadikan pengalaman masa lalu sebagai pelajaran berharga bagi kita. Namun jangan pernah biarkan diri kita hidup di masa lalu. Jangan sampai pengalaman buruk di masa lalu menghantui dan membayangi kehidupan kita di masa kini. Jika tidak, hidup kita hanya akan dikuasai oleh ketakutan dan kekuatiran. Kita takut untuk mencoba hal-hal yang baru (yang mirip dengan kejadian buruk yang pernah kita alami). Kita takut untuk melihat masa depan, karena hidup kita masih dikuasai buruknya masa lalu. Kita takut untuk bersikap optimis. Kita takut menatap hidup dengan keberanian. Tapi, orang yang hidup dengan ketakutan tidak akan pernah sukses. Jadi, tinggalkan pengalaman buruk di masa lalu kita.
Bila kekuatiran lebih mendominasi, maka kita akan kehilangan sukacita dalam menjalani hidup ini, hidup seakan berat, dan tanpa pengharapan. Kekuatiran tidak menyelesaikan masalah. Mari kita belajar memandang hidup ini dengan optimis, karena kita memiliki Yesus.

Ada dua orang pelancong asal Swiss yang melakukan pendakian di sebuah gunung.
Saat pulang, mereka terpaksa menumpang sebuah mobil rombeng. Jalannya tersendat sendat karena mesin tuanya. Sepanjang jalan, pelancong pertama sibuk mencemaskan kondisi mobil. Ia terbekap rasa kuatir kalau mobil itu mogok di tengah jalan. Ia kuatir kalau bensinnya habis dan tidak ada pom bensin di sana.
Sementara, pelancong kedua tampak santai-santai saja. Ia begitu menikmati pemandangan indah bukit-bukit di negeri cokelat itu. Bukit-bukit yang pucuknya dihiasi salju putih. Beberapa kali ia mengabadikan keindahan itu dengan kamera pocketnya.
Setelah satu jam berlalu, akhirnya mobil uzur itu pun tiba di kota yang dituju. “Kok kamu sempat-sempatnya ambil gambar pemandangan itu? Apa kamu tidak cemas?,” tanya pelancong pertama. “Apa yang perlu dicemaskan. Seandainya ada masalah, pasti ada jalan keluarnya. Aku suka dengan perjalanan tadi,” kata pelancong kedua.

Kisah tadi menolong kita untuk memahami bagaimana seringkali kekuatiran membuat kita kehilangan banyak hal yang berharga. Lebih buruknya lagi, seringkali kekuatiran itu tidak terbukti separah yang kita kuatirkan atau malah tidak terbukti sama sekali. “Kekuatiran tidak akan menambah sejengkal pun panjang usia kita. ”Banyak orang hidup dalam kekuatiran dan cemas mengenai apa yang belum terjadi. Orang sering takut dan tidak tahu apa yang ia takuti.
Akhirnya, orang yang seperti ini tidak akan menikmati kehidupan.
Kebahagiaan hidup hanya menjadi milik orang-orang yang mampu menikmatinya dengan penuh syukur.
JAM KEHIDUPAN hanya sekali berputar. Ada menit yang harus dilalui dengan MANIS, ada pula menit yang harus dilalui dengan PAHIT. Jalanilah setiap DETIK dengan IMAN dan KASIH kepada “TUHAN” agar kita menjadi lebih BIJAKSANA dalam menjalani kehidupan ini. 
Oleh: Ev. Liem Thin Ping

KEKUATIRANMU

Serahkanlah kuatirmu kepada TUHAN, maka Ia akan memelihara engkau! Tidak untuk selama-lamanya dibiarkan-Nya orang benar itu goyah. Mazmur 55:23

Ketika menghadapi pencobaan yang terlalu berat untuk ditanggung, Allah mengajak kita untuk membawa beban dan kekhawatiran kepadaNya. Maka Dialah memberi jalan supaya kita mampu menanggung beban, Dia yang memelihara kita dalam setiap situasi. Roh Kudus telah berkali-kali menyampaikan undangan ini.
Terkadang, meskipun tidak ada beban yang berat, kita sering kali menjadi terbebani karena kekuatiran kita sendiri. Karena kita kuatir terhadap berbagai hal yang belum dan tidak terjadi, maka seakan-akan beban kita menjadi sangat berat.
Beban dan kekuatiran adalah dua hal yang berbeda. Dan terkadang, karena muncul hampir bersamaan, banyak orang yang akhirnya menganggap bahwa beban dan kekuatiran adalah hal yang sama.
Beban adalah suatu kondisi dimana terjadi sesuatu yang tidak kita inginkan, tetapi hal itu tidak bisa kita hindari. Itu adalah bagian dari salib yang harus kita tanggung. Kita tidak bisa lari dan menghindar. .
Kalau kuatir, itu adalah suatu kondisi dimana kita mengira-ngira apa yang akan terjadi di masa datang. Lalu perkiraan kita itu kita pikirkan sedemikian rupa dan masuk ke dalam pikiran. Karena ini adalah perkiraan, maka ini belum tentu terjadi. Tetapi, kita menganggap bahwa ini adalah beban yang harus kita tanggung. Kalau kita tinggal terus menerus dalam kekuatiran, maka Iblis dapat mendompleng sehingga mengarah kesesuatu yang negatif.
Contohnya:
Bila kita memiliki saudara, orang terdekat sakit dan hanya bisa terbaring di ranjang, maka mereka adalah beban kita. Kita harus merawat sekuat tenaga, baik sampai sembuh ataupun dipanggil Tuhan. Tetapi, bila karena beban ini, kita menjadi kuatir akan keuangan kita, akan waktu kita yang terbuang percuma, maka ini adalah kesalahan kita kepada Allah. Bila Allah yang memberi beban itu, masakan Allah tidak sanggup mencukupi semuanya walau serba kekurangan tetaplah percaya Dia sedang melakukan yang terbaik untuk kita. Mengapa kita masih kuatir?

Pemeliharaan Allah di tengah-tengah kesulitan adalah kebenaran yang ditekankan di sepanjang Firman Allah. Karena beban yang diberikan kepada Allah untuk melatih kasih, iman, pengharapan, dan tanggung jawab kita membuat kita tegar disepanjang waktu.
Oleh: Ibu Sin

BERTEKUN

Dan sebab makin bertambah dosa, maka kasih orang banyak tawarlah kelak Tetapi barang siapa yang bertekun sampai ke akhir, ialah akan diselamatkan. Matius 24:12,13(TL)
1.Yang penting ialah ketekunan orang-orang kudus
Yang penting di sini ialah ketekunan orang-orang kudus, yang menuruti perintah Allah dan iman kepada Yesus. Wahyu 14:12
2.Kamu memerlukan ketekunan
Sebab kamu memerlukan ketekunan, supaya sesudah kamu melakukan kehendak Allah, kamu memperoleh apa yang dijanjikan itu. Ibrani 10:36
3.Sebab itu harus bertekun dalam iman
Sebab itu kamu harus bertekun dalam iman, tetap teguh dan tidak bergoncang, dan jangan mau digeser dari pengharapan Injil, yang telah kamu dengar dan yang telah dikabarkan di seluruh alam di bawah langit, dan yang aku ini, Paulus, telah menjadi pelayannya.
Kolose 1:23
Bagaimanakah caranya untuk mendapakan ketekunan?
1. Ujian Iman menghasilkan ketekunan
sebab kamu tahu, bahwa ujian terhadap imanmu itu menghasilkan ketekunan. Dan biarkanlah ketekunan itu memperoleh buah yang matang, supaya kamu menjadi sempurna dan utuh dan tak kekurangan suatu apapun. Yakobus 1:3,4
2. Yang bertekun, berbahagia seperti Ayub
Sesungguhnya kami menyebut mereka berbahagia, yaitu mereka yang telah bertekun; kamu telah mendengar tentang ketekunan Ayub dan kamu telah tahu apa yang pada akhirnya disediakan Tuhan baginya, karena Tuhan maha penyayang dan penuh belas kasihan.
Yakobus 5:11
3. Sengsara menghasilkan ketekunan
Dan bukan hanya itu saja. Kita malah bermegah juga dalam kesengsaraan kita, karena kita tahu, bahwa kesengsaraan itu menimbulkan ketekunan, dan ketekunan menimbulkan tahan uji dan tahan uji menimbulkan pengharapan. Roma 5:3,4
4. Harus sungguh-sungguh bertumbuh
Justru karena itu kamu harus dengan sungguh-sungguh berusaha untuk menambahkan kepada imanmu kebajikan, dan kepada kebajikan pengetahuan, dan kepada pengetahuan penguasaan diri, kepada penguasaan diri ketekunan, dan kepada ketekunan kesalehan, dan kepada kesalehan kasih akan saudara-saudara, dan kepada kasih akan saudara-saudara kasih akan semua orang. Sebab apabila semuanya itu ada padamu dengan berlimpah-limpah, kamu akan dibuatnya menjadi giat dan berhasil dalam pengenalanmu akan Yesus Kristus, Tuhan kita. II Petrus 1:5-8
Yang tidak memiliki IMAN, KEBAJIKAN, PENGETAHUAN, PENGUASAAN DIRI, KETEKUNAN, KESALEHAN, KASIH PHILIA, KASIH AGAPE, menjadi buta dan picik
Tetapi barang siapa tidak memiliki semuanya itu, ia menjadi buta dan picik, karena ia lupa, bahwa dosa-dosanya yang dahulu telah dihapuskan. II Petrus 1:9
5. Yang bertekun akan memerintah bersama Kristus
jika kita bertekun, kitapun akan ikut memerintah dengan Dia; jika kita menyangkal Dia, Diapun akan menyangkal kita; II Timotius 2:12
Oleh: Pdt. Robby Schramm-Mojoagung

Sabtu, 24 November 2012

JADILAH KEHENDAKMU

Maria: "Sesungguhnya aku ini adalah hamba Tuhan; jadilah padaku menurut perkataanmu itu." Lalu malaikat itu meninggalkan dia. Lukas 1:38

Mengapa Maria yang dipilih?
1.Karena Maria adalah seorang perawan yang suci
kepada seorang perawan yang bertunangan dengan seorang bernama Yusuf dari keluarga Daud; nama perawan itu Maria. Lukas 1:27

A.Kita dikuduskan oleh kematian Kristus
Juga kamu yang dahulu hidup jauh dari Allah dan yang memusuhi-Nya dalam hati dan pikiran seperti yang nyata dari perbuatanmu yang jahat, sekarang diperdamaikan-Nya, di dalam tubuh jasmani Kristus oleh kematian-Nya, untuk menempatkan kamu kudus dan tak bercela dan tak bercacat di hadapan-Nya. Kolose 1:21,22
B.Menanggalkan manusia”lama”
Karena kamu telah mendengar tentang Dia dan menerima pengajaran di dalam Dia menurut kebenaran yang nyata dalam Yesus, yaitu bahwa kamu, berhubung dengan kehidupan kamu yang dahulu, harus menanggalkan manusia lama, yang menemui kebinasaannya oleh nafsunya yang menyesatkan, Efesus 4:22-24
C.Jangan hidup dalam kecemaran
Sebab itu jadilah penurut-penurut Allah, seperti anak-anak yang kekasih dan hiduplah di dalam kasih, sebagaimana Kristus Yesus juga telah mengasihi kamu dan telah menyerahkan diri-Nya untuk kita sebagai persembahan dan korban yang harum bagi Allah. Tetapi percabulan dan rupa-rupa kecemaran atau keserakahan disebut sajapun jangan di antara kamu, sebagaimana sepatutnya bagi orang-orang kudus. Demikian juga perkataan yang kotor, yang kosong atau yang sembrono—karena hal-hal ini tidak pantas—tetapi sebaliknya ucapkanlah syukur. Efesus 5:1-4
D.Hiduplah kudus seperti Kristus
Hiduplah sebagai anak-anak yang taat dan jangan turuti hawa nafsu yang menguasai kamu pada waktu kebodohanmu, tetapi hendaklah kamu menjadi kudus di dalam seluruh hidupmu sama seperti Dia yang kudus, yang telah memanggil kamu, sebab ada tertulis: Kuduslah kamu, sebab Aku kudus. 1Petrus 1:14-16

E.Hiduplah sebagai perawan yang suci
Sebab aku cemburu kepada kamu dengan cemburu ilahi. Karena aku telah mempertunangkan kamu kepada satu laki-laki untuk membawa kamu sebagai perawan suci kepada Kristus. Tetapi aku takut, kalau-kalau pikiran kamu disesatkan dari kesetiaan kamu yang sejati kepada Kristus, sama seperti Hawa diperdayakan oleh ular itu dengan kelicikannya.
2Korintus 11:2,3
2.Karena Maria memperhatikan/menyimpan dalam hati
Dan semua orang yang mendengarnya heran tentang apa yang dikatakan gembala-gembala itu kepada mereka. Tetapi Maria menyimpan segala perkara itu di dalam hatinya dan merenungkannya. Lukas 2:18,19
A.Meskipun tidak mengerti, tetap diperhatikan
Tetapi mereka tidak mengerti apa yang dikatakan-Nya kepada mereka. Lalu Ia pulang bersama-sama mereka ke Nazaret; dan Ia tetap hidup dalam asuhan mereka. Dan ibu-Nya menyimpan semua perkara itu di dalam hatinya. Lukas 2:50,51
"Adalah seorang penabur keluar untuk menaburkan benihnya. Pada waktu ia menabur, sebagian benih itu jatuh di pinggir jalan, lalu diinjak orang dan burung-burung di udara memakannya sampai habis. Lukas 8:15
C.Simpanlah Firman Allah didalam hati
Maka segala firman-Mu telah kutaruh dalam hatiku, supaya jangan aku berdosa kepada-Mu. Mazmur119:11(TL)

3.Karena Maria menjadikan dirinya sebagai hamba Tuhan, dan bersedia menderita untukNya
Kata Maria: "Sesungguhnya aku ini adalah hamba Tuhan; jadilah padaku menurut perkataanmu itu." Lalu malaikat itu meninggalkan dia. Lukas 1:38
A.Menderita untuk Kristus adalah suatu karunia
Sebab kepada kamu dikaruniakan bukan saja untuk percaya kepada Kristus, melainkan juga untuk menderita untuk Dia, Filipi 1:29
B.Menderita untuk Kristus adalah suatu ibadah
Memang setiap orang yang mau hidup beribadah di dalam Kristus Yesus akan menderita aniaya, 2Timotius 3:12
C.Yang menderita untuk Kristus mendapat upah
Berbahagialah kamu, jika karena Aku kamu dicela dan dianiaya dan kepadamu difitnahkan segala yang jahat. Bersukacita dan bergembiralah, karena upahmu besar di sorga, sebab demikian juga telah dianiaya nabi-nabi yang sebelum kamu." Matius 5:11,12
D.Yang tahan uji, dapat mahkota
Berbahagialah orang yang bertahan dalam pencobaan, sebab apabila ia sudah tahan uji, ia akan menerima mahkota kehidupan yang dijanjikan Allah kepada barangsiapa yang mengasihi Dia. Yakobus 1:12

4.Karena Maria mempercayai Firman Allah
34 Kata Maria kepada malaikat itu: "Bagaimana hal itu mungkin terjadi, karena aku belum bersuami?"
35 Jawab malaikat itu kepadanya: "Roh Kudus akan turun atasmu dan kuasa Allah Yang Mahatinggi akan menaungi engkau; sebab itu anak yang akan kaulahirkan itu akan disebut kudus, Anak Allah.
38 Kata Maria: "Sesungguhnya aku ini adalah hamba Tuhan; jadilah padaku menurut perkataanmu itu." Lalu malaikat itu meninggalkan dia. Lukas 1:34.35,38

A.Yang percaya, mendapat hidup kekal
Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya barangsiapa percaya, ia mempunyai hidup yang kekal. Yohanes 6:47
B.Bagi yang percaya,akan melihat kemuliaan Allah
Jawab Yesus: "Bukankah sudah Kukatakan kepadamu: Jikalau engkau percaya engkau akan melihat kemuliaan Allah?" Yohanes 11:40
C.Bagi orang percaya, tidak ada yang mustahil
Ketika Yesus tiba di rumah kepala rumah ibadat itu dan melihat peniup-peniup seruling dan orang banyak ribut,Markus 9:23
Maukah kita menjadi seperti Maria?
Oleh: Pdt. Robby Schramm-Mojoagung

KUATIR

"Karena itu Aku berkata kepadamu: Janganlah kuatir akan hidupmu, akan apa yang hendak kamu makan atau minum, dan janganlah kuatir pula akan tubuhmu, akan apa yang hendak kamu pakai. Bukankah hidup itu lebih penting dari pada makanan dan tubuh itu lebih penting dari pada pakaian?
Pandanglah burung-burung di langit, yang tidak menabur dan tidak menuai dan tidak mengumpulkan bekal dalam lumbung, namun diberi makan oleh Bapamu yang di sorga. Bukankah kamu jauh melebihi burung-burung itu?
Siapakah di antara kamu yang karena kekuatirannya dapat menambahkan sehasta saja pada jalan hidupnya?
Dan mengapa kamu kuatir akan pakaian? Perhatikanlah bunga bakung di ladang, yang tumbuh tanpa bekerja dan tanpa memintal,
namun Aku berkata kepadamu: Salomo dalam segala kemegahannyapun tidak berpakaian seindah salah satu dari bunga itu.
Jadi jika demikian Allah mendandani rumput di ladang, yang hari ini ada dan besok dibuang ke dalam api, tidakkah Ia akan terlebih lagi mendandani kamu, hai orang yang kurang percaya?
Sebab itu janganlah kamu kuatir dan berkata: Apakah yang akan kami makan? Apakah yang akan kami minum? Apakah yang akan kami pakai?
Semua itu dicari bangsa-bangsa yang tidak mengenal Allah. Akan tetapi Bapamu yang di sorga tahu, bahwa kamu memerlukan semuanya itu.
Tetapi carilah dahulu Kerajaan Allah dan kebenarannya, maka semuanya itu akan ditambahkan kepadamu.
Sebab itu janganlah kamu kuatir akan hari besok, karena hari besok mempunyai kesusahannya sendiri. Kesusahan sehari cukuplah untuk sehari." Matius 6:25-34
Walter B. Knight menceritakan seorang wanita yang terkurung oleh api di puncak gedung yang sedang terbakar. Api dan asap mengurungnya, sehingga ia tidak dapat melarikan diri ke bawah. Ketika tim pemadam kebakaran tiba, salah seorang diantara mereka menaiki tangga menuju ke jendela, tempat wanita itu terkurung api menawarkan diri untuk menyelamatkannya. Akan tetapi, ketika wanita itu menegok kebawah dan melihat jarak yang begitu jauh ke tanah, ia menjadi panik dan kembali kekamarnya semula. Orang yang mencoba menyelamatkan wanita tersebut memohon agar wanita itu mempercayainya demi keselamatan dirinya sendiri, namun permohonannya tidak diperhatikan. “Saya telah melakukan segala sesuatu untuk menyelamatkannya, tetapi wanita tidak mengijinkan saya. Dia tidak mempercayai saya”, kata anggota pemadam kebakaran setelah terpaksa turun karena wanita itu tidak mau ditolong. Akhirnya, wanita tersebut mati terbakar karena kekuatirannya.

Kata ‘jangan kamu kuatir’ berarti kita sering kuatir dalam setiap langkah dan kehidupan, maka Tuhan menyuruh kita jangan kuatir.
Sering kita menganggap bahwa kuatir itu suatu dosa. Benarkah demikian?
Kuatir itu bukan dosa, kuatir itu bagian dari emosi (=kemarahan) yang diberikan Tuhan kepada kita supaya melalui kekuatiran itu kita bisa bersandar kepada Dia.
Tapi dalam kenyataannya iblis mendompleng kekuatiran kita sehingga mengarah ke arah yang tidak sesuai dengan langkah atau arah Allah. Kita sering melihat dengan cara berpikir kita, bahwa langkah kita benar. Tapi dalam kenyataannya ujungnya menuju malapetaka
“Ada jalan yang disangka orang lurus tapi ujungnya menuju maut” Amsal 14:12

Dari kegelisahan dapat menyebabkan gentar, dari gentar menyebabkan ketakutan, dari ketakutan menyebabkan orang itu bimbang.
Tuhan tidak ingin kita hidup dalam ketakutan melainkan hidup dalam damai sejahtera Allah
“Damai sejahtera Kutinggalkan bagimu. Damai sejahtera-Ku Kuberikan kepadamu, dan apa yang Kuberikan tidak seperti yang diberikan oleh dunia kepadamu. Janganlah gelisah dan gentar hatimu..” Yohanes 14:27

Karena itu Tuhan ingin kita tidak tinggal dalam kekuatiran kita. Dalam Matius 6:26 Tuhan ingin kita memandang burung-burung yang di langit, yang tidak menabur dan menuai, dan tidak mengumpulkan bekal dalam lumbung, tapi Tuhan sanggup mencukupkan kebutuhan mereka. Bukankah kita jauh melebihi burung-burung itu?

Misalnya kalau kita melihat burung-burung di daerah yang kelaparan kita tidak pernah melihat burung itu jatuh karena kelaparan atau karena penyakit. Lain dengan yang dipelihara oleh manusia, binatang yang dipelihara manusia bisa kena flu burung, sapi gila, dan kelaparan.

Tuhan mengajarkan kita biarlah kesusahan sehari cukup untuk satu hari (ayat 34). Jadi kita tidak perlu kuatir akan hari esok karena belum tentu kekuatiran itu terjadi atau bila saat itu terjadi, Tuhan sanggup memberi pertolongan.
“Sebab Aku ini mengetahui rancangan-rancangan apa yang ada padaKu mengenai kamu, demikianlah firman Tuhan, yaitu rancangan damai sejahtera dan bukan rancangan kecelakaan, untuk memberikan kepadamu hari depan yang penuh harapan”. Yeremia 29:11

Tuhan tidak menghendaki untuk kuatir terus menerus atau kekuatiran yang berkelebihan. Dalam Matius 6:31,32 dikatakan janganlah kita kuatir akan apa yang kita pakai, apa yang kita minum dan apa yang kita makan. Itu dicari bangsa yang tidak mengenal Allah. Jadi masa depan, kehidupan, atau perekonomian janganlah jadi racun yang menggerogoti pikiran kita sehingga menjadi kekuatiran yang berlebihan.

Bagaimana mengatasi kekuatiran yang berlebihan?
1. “Serahkanlah segala kekuatiranmu kepadaNya, sebab Ia yang memelihara kamu”. I Petrus 5:7
Kita perlu meletakkan segala kekuatiran kita pada kaki Yesus karena dari itu pemeliharaan dan perlindungan Tuhan akan nyata. Seperti dalam diri Yesus waktu dikuatkan di Getsemani
Maka seorang malaikat dari langit menampakkan diri kepada-Nya untuk memberi kekuatan kepada-Nya.
Ia sangat ketakutan dan makin bersungguh-sungguh berdoa. Peluh-Nya menjadi seperti titik-titik darah yang bertetesan ke tanah. Lukas 22:43,44

2. “Janganlah hendaknya kamu kuatir tentang apapun juga, tetapi nyatakanlah dalam segala hal kepada Allah dalam doa dan permohonan dengan ucapan syukur”. Filipi 4:6
Kita perlu bawa segala kekuatiran kita yang berlebihan melalui ucapan doa dan permohonan dengan ucapan syukur, karena tidak gampang orang yang punya masalah bisa mengucap syukur.

3. “Sebab Allah memberikan kepada kita bukan roh ketakutan, melainkan roh yang membangkitkan kekuatan, kasih, dan ketertiban.” II Timotius 1:7
Jika kasih Kristus lebih besar daripada kekuatiran kita maka kita dapat mengalahkannya.

Mark Twain pernah mengatakan, “Kalau seekor kucing pernah duduk di atas tungku panas, kucing itu tidak akan duduk di atas tungku panas lagi. Kucing itu juga tidak akan duduk lagi di atas tungku dingin.” Kesimpulannya adalah kucing tersebut mengasosiasikan tungku dengan pengalaman yang buruk dan panas. Pengalaman yang buruk tersebut dibawanya terus, hingga ia menganggap setiap tungku (tidak peduli bahwa tungku itu dingin) adalah panas dan berbahaya.
Sedikit banyak kita juga seperti kucing tersebut. Sikap kita pada hari ini terbentuk dari pengalaman-pengalaman yang terjadi di waktu lalu. Jika dalam sebuah situasi yang terjadi di masa lalu kita mengalami kegagalan, maka pada situasi yang sama di waktu yang berbeda pun, kita sering percaya bahwa kita akan gagal lagi.

Sederet pengalaman buruk di masa lalu mungkin pernah kita alami. Kegagalan-kegagalan yang terjadi di sepanjang perjalanan hidup kita. Kesalahan-kesalahan fatal yang sebenarnya bisa dihindarkan. Pengambilan keputusan yang salah, yang menyisakan sederet akibat sampai hari ini. Juga masa kecil yang buruk, tindakan-tindakan kekerasan yang kita terima, baik secara fisik maupun psikis, ucapan atau tindakan yang merendahkan, miskinnya kasih sayang dari orang tua dan masih banyak hal yang menimbulkan kepahitan dalam hati.

Jadikan pengalaman masa lalu sebagai pelajaran berharga bagi kita. Namun jangan pernah biarkan diri kita hidup di masa lalu. Jangan sampai pengalaman buruk di masa lalu menghantui dan membayangi kehidupan kita di masa kini. Jika tidak, hidup kita hanya akan dikuasai oleh ketakutan dan kekuatiran. Kita takut untuk mencoba hal-hal yang baru (yang mirip dengan kejadian buruk yang pernah kita alami). Kita takut untuk melihat masa depan, karena hidup kita masih dikuasai buruknya masa lalu. Kita takut untuk bersikap optimis. Kita takut menatap hidup dengan keberanian. Tapi, orang yang hidup dengan ketakutan tidak akan pernah sukses. Jadi, tinggalkan pengalaman buruk di masa lalu kita.

Bila kekuatiran lebih mendominasi, maka kita akan kehilangan sukacita dalam menjalani hidup ini, hidup seakan berat, dan tanpa pengharapan. Kekuatiran tidak menyelesaikan masalah. Mari kita belajar memandang hidup ini dengan optimis, karena kita memiliki Yesus.

Ada dua orang pelancong asal Swiss yang melakukan pendakian di sebuah gunung.
Saat pulang, mereka terpaksa menumpang sebuah mobil rombeng. Jalannya tersendat sendat karena mesin tuanya. Sepanjang jalan, pelancong pertama sibuk mencemaskan kondisi mobil. Ia terbekap rasa kuatir kalau mobil itu mogok di tengah jalan. Ia kuatir kalau bensinnya habis dan tidak ada pom bensin di sana.

Sementara, pelancong kedua tampak santai-santai saja. Ia begitu menikmati pemandangan indah bukit-bukit di negeri cokelat itu. Bukit-bukit yang pucuknya dihiasi salju putih. Beberapa kali ia mengabadikan keindahan itu dengan kamera pocketnya.
Setelah satu jam berlalu, akhirnya mobil uzur itu pun tiba di kota yang dituju. “Kok kamu sempat-sempatnya ambil gambar pemandangan itu? Apa kamu tidak cemas?,” tanya pelancong pertama. “Apa yang perlu dicemaskan. Seandainya ada masalah, pasti ada jalan keluarnya. Aku suka dengan perjalanan tadi,” kata pelancong kedua.

Kisah tadi menolong kita untuk memahami bagaimana seringkali kekuatiran membuat kita kehilangan banyak hal yang berharga. Lebih buruknya lagi, seringkali kekuatiran itu tidak terbukti separah yang kita kuatirkan atau malah tidak terbukti sama sekali. “Kekuatiran tidak akan menambah sejengkal pun panjang usia kita. ”Banyak orang hidup dalam kekuatiran dan cemas mengenai apa yang belum terjadi. Orang sering takut dan tidak tahu apa yang ia takuti.
Akhirnya, orang yang seperti ini tidak akan menikmati kehidupan.
Kebahagiaan hidup hanya menjadi milik orang-orang yang mampu menikmatinya dengan penuh syukur.
JAM KEHIDUPAN hanya sekali berputar. Ada menit yang harus dilalui dengan MANIS, ada pula menit yang harus dilalui dengan PAHIT. Jalanilah setiap DETIK dengan IMAN dan KASIH kepada “TUHAN” agar kita menjadi lebih BIJAKSANA dalam menjalani kehidupan ini.
Oleh: Ev. Liem Thin Ping

LOGOS ATAU SABDA

Demikianlah diselesaikan langit dan bumi dan segala isinya.
Ketika Allah pada hari ketujuh telah menyelesaikan pekerjaan yang dibuat-Nya itu, berhentilah Ia pada hari ketujuh dari segala pekerjaan yang telah dibuat-Nya itu.
Lalu Allah memberkati hari ketujuh itu dan menguduskannya, karena pada hari itulah Ia berhenti dari segala pekerjaan penciptaan yang telah dibuat-Nya itu.
Kejadian 2:1-3
Pada hari keenam Allah sudah menciptakan langit dan bumi lalu ia memberkati dan menguduskannya. Benarkah penciptaannya hanya sekian saja ?

belum ada semak apapun di bumi, belum timbul tumbuh-tumbuhan apapun di padang, sebab TUHAN Allah belum menurunkan hujan ke bumi, dan belum ada orang untuk mengusahakan tanah itu;
tetapi ada kabut naik ke atas dari bumi dan membasahi seluruh permukaan bumi itu
Kejadian 2:5,6
Kalau kita lihat semak belum ada hujan belum ada, jadi kalau saat ini ada semak dan hujan berarti setelah hari ketujuh atau setelah manusia keluar dari Taman Eden, saat manusia mengusahakan tanah, Allah berkreasi lagi. Inilah salah satu penciptaan Allah setelah keluar dari Taman Eden.

Setelah hari ketujuh (hari keberapa tidak ada yang tahu) di Taman Eden, Allah berkreasi dengan menciptakan :
1. Makanan manusia dan binatang, buah kehidupan, buah baik dan jahat.
Lalu TUHAN Allah menumbuhkan berbagai-bagai pohon dari bumi, yang menarik dan yang baik untuk dimakan buahnya; dan pohon kehidupan di tengah-tengah taman itu, serta pohon pengetahuan tentang yang baik dan yang jahat. Kejadian 2:9
Pohon yang diciptakan oleh Tuhan, buah dimakan oleh manusia sedang bijinya dimakan oleh binatang.
Pohon kehidupan diciptakan supaya manusia panjang umurnya setiap kali memakannya. Tapi setelah manusia keluar dari taman eden (berdosa) manusia bisa mati karena tidak memakan pohon kehidupan.
Pohon baik dan jahat dibuat Allah supaya manusia hidup dalam hukum dan peraturanNya atau bisa juga manusia belum saatnya makan buah baik dan jahat karena belum dewasa rohaninya tapi pada saatnya ia akan bisa memakannya.

Selain peraturan dibuat untuk manusia, Allah juga punya peraturan dalam diriNya sendiri (salah satunya) yaitu :
Hal itu terjadi supaya genaplah yang difirmankan Tuhan oleh nabi: "Sesungguhnya, anak dara itu akan mengandung dan melahirkan seorang anak laki-laki, dan mereka
akan menamakan Dia Imanuel" --yang berarti: Allah menyertai kita Matius 1:22,23
Apa yang di Sabdakan pasti Ia genapi, banyak contoh lainnya yang kita sudah tahu nubuat nubuatNya yang sudah, sedang atau belum digenapi. Itulah ketetapan yang Dia harus genapi dan dilaksanakan.

TUHAN Allah berfirman: "Tidak baik, kalau manusia itu seorang diri saja. Aku akan menjadikan penolong baginya, yang sepadan dengan dia." Lalu TUHAN Allah membentuk dari tanah segala binatang hutan dan segala burung di udara. Dibawa-Nyalah semuanya kepada manusia itu untuk melihat, bagaimana ia menamainya; dan seperti nama yang diberikan manusia itu kepada tiap-tiap makhluk yang hidup, demikianlah nanti nama makhluk itu. Kejadian 2:18,19
Allah membentuk binatang lagi untuk menjadi penolong bagi manusia, Allah memakai binatang untuk menjadi penolong manusia bukan seorang perempuan.
Kenapa dikatakan penolong karena Tuhan Allah membentuknya dari tanah sama seperti manusia, bukan seperti penciptaan hari keenam yaitu keluar dari Bumi.
Berfirmanlah Allah: "Hendaklah bumi mengeluarkan segala jenis makhluk yang hidup, ternak dan binatang melata dan segala jenis binatang liar." Dan jadilah demikian.
Kejadian I:24

Binatang ini menemani, menghibur dan sebagai penolong bagi manusia. Allah memberikan yang terbaik bagi manusia, tapi manusia tidak puas mereka meng gingini yang sesuai dengan yang diinginikannya (free will), dari situ awal dimulainya dosa dalam diri manusia itu.

Itu juga yang diingini oleh Bangsa Israel saat memaksa meminta Raja
Tetapi bangsa itu menolak mendengarkan perkataan Samuel dan mereka berkata: "Tidak, harus ada raja atas kami; maka kamipun akan sama seperti segala bangsa-bangsa lain; raja kami akan menghakimi kami dan memimpin kami dalam perang."
I Samuel 8:19,20

Akibatnya saat bangsa Israel dipimpin Raja yang baik maka menjadi baik. Saat dipimpin yang jahat menjadi jahat. Demikian juga dengan Adam saat meminta penolong yang sepadan bagi dia, jadi Hawa jatuh dalam dosa maka Adam juga ikut dalam dosa.

Allah bukannya tak sayang pada manusia, Ia sudah mengirim binatang. sebagai penolong tapi ditolak oleh manusia. Sering juga Tuhan memberi pertolongan pada kita, tapi yang kita harapkan pertolongan bukan yang itu, tapi yang ini, yang sesuai dengan kehendak kita. Kalau terjadi masalah yang disalahkan Tuhan.
Manusia itu menjawab: "Perempuan yang Kautempatkan di sisiku, dialah yang memberi dari buah pohon itu kepadaku, maka kumakan." Kejadian 3:12
Lalu TUHAN Allah membuat manusia itu tidur nyenyak; ketika ia perempuan, lalu dibawa-Nya kepada manusia itu. Kejadian 2:21,22
Ini adalah ciptaan terakhir selama di Taman Eden.
Karena Hawa bukan bagian dari ciptaan ke-enam yang dikatakan sungguh amat baik (Kejadian 1:31) dan bukan bagian dari yang diberkati dan dikuduskan (Kejadian 2:3) maka Hawa rentan terhadap dosa, sehingga Iblis memilih Hawa untuk dicobai daripada Adam (manusia itu), dan Hawa pun jatuh.
Jadi Hawa bukan langkah Allah, tapi langkah yang dikehendaki manusia yang punya pilihan bebas dalam memilih (free will).

Bagaimana dengan kita, kita berjalan menurut langkah Allah atau melangkah menurut kemauan sendiri.
Ada jalan yang disangka lurus, tetapi ujungnya menuju maut. Amsal 16:25
Oleh: Ev. Liem Thin Ping

KUASA DALAM PERKATAAN

Hidup dan mati dikuasai lidah, siapa suka menggemakannya, akan memakan buahnya.
Amsal 18:21
Di dalam Kuasa dari Perkataan Anda, kita mengenal tiga jenis orang:
1. mereka yang berpikir sebelum berbicara
2. mereka yang berpikir selagi berbicara
3. mereka yang berpikir setelah mereka berbicara.
Termasuk dalam kategori apakah Anda? Jika Anda diberitahu bahwa Tuhan mencatat setiap kata yang Anda ucapkan, akankah hal ini membantu Anda untuk berpikir sebelum berbicara?
Kita semua tahu bahwa perkataan membawa kuasa yang besar—kuasa untuk menyembuhkan atau melukai, untuk mendorong atau mengecilkan hati, untuk mengucapkan kebenaran atau untuk menipu, untuk memuji atau mengkritik. Mereka dapat menjadi kunci menuju kesuksesan atau alasan untuk kejatuhan kita. Jadi, bagaimana kita menggunakan kuasa itu? Bagaimana kita belajar untuk menggunakan perkataan kita pada potensi terbesarnya?
Perkataan yang menyenangkan adalah seperti sarang madu, manis bagi hati dan obat bagi tulang-tulang Amsal 16:24

Kita harus sadar bahwa ada kuasa dalam perkataan. Karena itu janganlah kita sesekali menganggap rendah perkataan. Kita diajar untuk tidak menyimpan amarah. Sekalipun marah, jangan simpan didalam hati. Memang lidah tak bertulang, karena lidah tidak dapat kita kendalikan, tidak jarang karena perkataan kita merugikan diri kita sendiri maupun orang lain. Karena perkataan sebuah hubungan kekeluargaan dan persahabatan bisa rusak. Dalam berbisnispun sangat dipengaruhi oleh cara kita berbicara. Kemampuan kita untuk mengontrol emosi mampu membantu kita berpikir jernih sehingga apa yang kita dapat mengambil langkah untuk mencapai tujuan ataupun keberhasilan. Orang bijak berkata orang yang berpengetahuan menahan perkataannya, orang yang berpengertian berkepala dingin.
Orang yang berpengetahuan menahan perkataannya, orang yang berpengertian berkepala dingin.
Juga orang bodoh akan disangka bijak kalau ia berdiam diri dan disangka berpengertian
kalau ia mengatupkan bibirnya. Amsal 17:27,28

Kita sering sekali kehilangan kesabaran saat mendidik anak-anak, sikap mereka yang tidak mengena dihati kita membuat kita mengeluarkan kata-kata yang tak pantas seperti “anak bodoh, pemalas, dasar bandel, tak tahu diri, setan” terhadap suami/istri (keluarga) juga sama, kata-kata ini juga akan mampu menjadi kutuk. Karena itu jangan sekali kali mengucapkan hal-hal yang akan menjadi bumerang bagi diri kita sendiri.
Bila perkataan itu begitu berkuasa, kenapa kita tidak menggunakannya untuk merubah orang yang kita kasihi. Mulailah perkatakan hal-hal yang positif dan semua yang baik.
Tetapi apakah katanya? Ini: "Firman itu dekat kepadamu, yakni di dalam mulutmu dan di dalam hatimu." Itulah firman iman, yang kami beritakan. Roma 10:8
Perkatakan anakmu pintar, perkatakan suami/istrimu setia, perkatakan kamu kaya, perkatakan kamu sehat… perkatakan saja semua yang baik itu, tumpangi tangan bila perlu katakan ‘buat anakku menjadi pintar, menjadi orang yang berkenan dihadapanNya, hidup penuh dengan berkat.’ Demikian juga terhadap keluargamu yang lainnya.

Sebagai orang benar, kita pasti tidak akan dikutuki bila berbuat baik, tapi … manusia itukan aneh-aneh, iri hati membuat kita tidak senang bila melihat orang lain lebih dari kita, sehingga sering sekali tanpa alasanpun orang yang mendengki mulai menyumpahi. Sebagai orang beragama kita juga harus ingat orang benar akan diberkati Tuhan dan seperti burung pipit mengirap dan burung layang-layang terbang, demikianlah kutuk tanpa alasan tidak akan kena. Hanya saja, sudahkan kita menjadi orang benar sehingga kutuk diubah menjadi berkat oleh karena Tuhan kita, atau mampukah kita berkata-kata hal yang baik, yang mampu menggirangkan orang yang sedih, yang mampu memberi semangat dan menyegarkan orang yang lemah. Mampukah perkataan kita menjadi berkat yang mengubahkan orang disekitar kita.
"Jika engkau baik-baik mendengarkan suara TUHAN, Allahmu, dan melakukan dengan setia segala perintah-Nya yang kusampaikan kepadamu pada hari ini, maka TUHAN, Allahmu, akan mengangkat engkau di atas segala bangsa di bumi.
Segala berkat ini akan datang kepadamu dan menjadi bagianmu, jika engkau mendengarkan suara TUHAN, Allahmu Ulangan 28:1,2
Salah satu tanda bahwa seseorang bertumbuh menjadi dewasa yaitu mempunyai kemampuan untuk mengatur perkataannya. Memang hal ini tidak mudah karena lidah walaupun sangat kecil namun sulit ditaklukkan. Namun demikian Tuhan mempunyai harapan kalau kita bertumbuh maka kita akan mampu menguasai perkataan kita. salah satu tanda bahwa seseorang bertumbuh menjadi dewasa yaitu mempunyai kemampuan untuk mengatur perkataannya. Memang hal ini tidak mudah karena lidah walaupun sangat kecil namun sulit ditaklukkan. Namun demikian Tuhan mempunyai harapan kalau kita bertumbuh maka kita akan mampu menguasai perkataan kita.
Kesudahan segala sesuatu sudah dekat. Karena itu kuasailah dirimu dan jadilah tenang, supaya kamu dapat berdoa. I Petrus 4:7

Ciri orang dewasa dalam perkataan:
1. Berbicara dalam waktu yang tepat
kalau kita adalah orang yang sudah dewasa dalam perkataan maka kita akan tahu kapan waktunya untuk berbicara tentunya dalam waktu yang tepat.
Perkataan yang diucapkan tepat pada waktunya adalah seperti buah apel emas di pinggan perak. Amsal 25:11
Sehingga, orang yang mengucapkan perkataan yang tepat itu diibaratkan seperti apel emas di pinggan perak dalam arti sangat luar biasa. Seringkali perkataan yang kita ucapkan itu ditafsirkan salah, karena sebenarnya hanya waktunya yang tidak tepat. Sehingga dengan demikian hasilnya akan buruk. Misalnya seorang istri yang berbicara pada suami dalam waktu yang tidak tepat sehingga akan tidak maksimal. Sebab itu setiap kita harus dapat menahan emosi sehingga hasilnya akan tepat dan menghasilkan sesuatu yang maksimal.
2. Berbicara dengan isi yang bermanfaat
Tuhan ALLAH telah memberikan kepadaku lidah seorang murid, supaya dengan perkataan aku dapat memberi semangat baru kepada orang yang letih lesu. Setiap pagi Ia mempertajam pendengaranku untuk mendengar se perti seorang murid. Yesaya 50:4
kalau kita sungguh dewasa maka dalam setiap perkataan yang keluar itu akan dapat membawa keuntungan serta manfaat bagi orang lain. Ketika kita mendengar firman maka disana telinga kita akan terlatih. Selain itu kita harus memperhatikan perkataan kita sehingga mereka ya ng mengalami masalah akan dikuatkan oleh perkataan kita.
3. Berbicara dengan cara yang tepat
seringkali orang tidak dapat menerima perkataan kita karena cara kita berbicara kurang sopan dan tidak berkenan.
Jawaban yang lemah lembut meredakan kegeraman, tetapi perkataan yang pedas membangkitkan marah Amsal 15:1
Yang dimaksud kata-kata yang lemah lembut adalah cara bagaimana kita berbicara dan menjawab orang lain. Karena itu orang yang dewasa perkataannya tidak hanya isinya yang bermanfaat tetapi cara bicaranya lemah lembut dan baik.
4. Berbicara dengan tepat dan dapat dipercaya
Tetapi yang terutama, saudara-saudara, janganlah kamu bersumpah demi sorga maupun demi bumi atau demi sesuatu yang lain. Jika ya, hendaklah kamu katakan ya, jika tidak hendaklah kamu katakan tidak, supaya kamu jangan kena hukuman. Yakobus 5:12
Lalu mengapa orang sampai bersumpah? karena perkataannya tidak dapat dipercaya sehingga ia meyakinkan lawan bicaranya dengan sumpah. Karena itu perkataan kita harus dapat dipegang dan dipercaya oleh orang lain

Ketika kita dapat melakukan ke 4 hal diatas maka dampak yang kita alami adalah:
1. Kita akan memiliki hubungan yang baik dan menguntungkan.
Orang yang mencintai kesucian hati dan yang manis bicaranya menjadi sahabat raja.
Amsal 22:11
Menurut survey kesuksesan dalam hidup ini 70 % ditentukan oleh hubungan (relasi). Sehingga dalam hal apapun kita harus dapat membangun hubungan yang baik sehingga mengubah dan menguntungkan kita.
2. Memiliki integritas
Tetapi yang terutama, saudara-saudara, janganlah kamu bersumpah demi sorga maupun demi bumi atau demi sesuatu yang lain. Jika ya, hendaklah kamu katakan ya, jika tidak hendaklah kamu katakan tidak, supaya kamu jangan kena hukuman. Yakobus 5:12
Karena perkataan kita baik dan benar, maka kita akan membangun image yang benar. Dimana apa yang kita katakan itu benar dan sesuai, termasuk saat kita berdagang biarlah kita juga selalu memiliki integritas
3. Merubah keadaan yang buruk menjadi baik.
Di dalam setiap perkataan yang diucapkan ada kuasanya.
Kekuatiran dalam hati membungkukkan orang tetapi perkataan yang baik menggembirakan dia Amsal 12:25
Maksudnya orang yang perkataannya baik walaupun kondisinya kurang baik maka perkataannya mempunyai kuasa untuk merubah keadaannya. M anusia diciptakan Tuhan serupa dan segambar dengan Allah dan salah satunya adalah dalam perkataan. Allah mempunyai perkataan yang berkuasa untuk mencipta. Allah menciptakan langit bumi dan segala isinya hanya dengan berfirman. Sekalipun tidak sedahsyat dengan Allah namun tetap ada kuasa dalam perkataan.

Ilustrasi:
Seorang anak kecil memanggil pendetanya untuk berdoa buat anjing yang sedang
sakit. Pendetanya datang lalu melihat kalau yang didoakan hanya anjing lalu ia berkata “Hai anjing kamu lekas bangun kalau tidak ya cepat mati saja?”. Tak lama kemudian anjing itu bangkit dan sembuh.
Tak lama kemudian pendetanya sakit parah, banyak jemaat yang datang untuk membesuki termasuk anak kecil itu. Lalu saat mereka doa, anak kecil itu menawarkan diri untuk berdoa. Lalu anak kecil itu berdoa “Bapak pendeta, cepat bangun kalau tidak ya mati sana?”. Lalu Pendetanya berusaha bangun dengan malu.
Oleh: Ev. Liem Thin Ping