Rek BCA: 2 1 4 0 5 9 4 8 0 9 a/n INDRAWATTY

Shalom. Selamat Datang & Selamat Bergabung Di Web Blog "House Of All Nations". Kami mengundang Bapak, Ibu & Saudara/i yang rindu untuk datang beribadah dan berkumpul bersama pada jadwal kebaktian Kami. Tuhan Yesus senantiasa memberkati kita. Bagi anda yang diberkati oleh warta ini, anda bisa membantu kami berupa dana yang dapat anda kirimkan ke rekening kami di atas.

Kamis, 28 April 2011

BERSYUKURLAH SENANTIASA


Mengucap syukurlah dalam segala hal, sebab itulah yang dikehendaki Allah di dalam Kristus Yesus bagi kamu. I Tesalonika 5:18

Mengucap syukur adalah kehendak Allah. Mengucap syukur baik dalam keadaan kita yang manis maupun pahit. Ada 2 pilihan bagi kita, mengeluh atau bersyukur. Salah satu hal yang menjengkelkan hati Tuhan adalah umat Allah yang selalu mengeluh seperti bangsa Israel selama menuju ke tanah Kanaan. Mengeluh bila dilakukan secara berulang-ulang akhirnya akan menjadi suatu sifat pribadi.

Demikian pula dengan bersyukur, apabila dilakukan secara berulang-ulang maka orang tersebut akan menjadi orang yang mudah bersyukur. Apabila kita rindu sikap kita berubah, kita harus mau belajar untuk itu dan akhirnya kita akan bisa naik kelas.

Berfirmanlah Allah: "Hendaklah dalam air berkeriapan makhluk yang hidup, dan hendaklah burung beterbangan di atas bumi melintasi cakrawala." Maka Allah menciptakan binatang binatang laut yang besar dan segala jenis makhluk hidup yang bergerak, yang berkeriapan dalam air, dan segala jenis burung yang bersayap. Allah melihat bahwa semuanya itu baik. Lalu Allah memberkati semuanya itu, firman-Nya: "Berkembangbiaklah dan bertambah banyaklah serta penuhilah air dalam laut, dan hendaklah burung-burung di bumi bertambah banyak." Ayub 1:20-22


Allah memuji Ayub di hadapan iblis, menunjukkan kualitas rohani Ayub lebih tinggi di bandingkan orang lain. Namun Ayub tetap harus belajar, apabila Ayub saja masih belajar terus apalagi kita juga harus belajar. Saat kita mulai bertumbuh dalam kedewasaan, maka persoalan yang dihadapi juga akan menjadi lebih sulit lagi. Ayub belajar hal yang baru, yakni dalam derita harus taat tetap tabah. Walau pahit, harus mau menerima semuanya dengan tegar.

Jadi di antara orang yang datang membeli gandum terdapatlah juga anak-anak Israel, sebab ada kelaparan di tanah Kanaan. Sementara itu Yusuf telah menjadi mangkubumi di negeri itu; dialah yang menjual gandum kepada seluruh rakyat negeri itu. Jadi ketika saudara-saudara Yusuf datang, kepadanyalah mereka menghadap dan sujud dengan mukanya sampai ke tanah. Ayub 42:5-6
Setelah kita lulus ujian kehidupan, kesaksian hidup kita akan menjadi berkat untuk orang lain. Disini ada dua pilihan bagi kita, hidup bergantung kepada Allah atau kita bergantung pada situasi dan kondisi. Kalau ini terus kita latih dalam ketergantungan kita padaNya maka akan terbentuk suatu pribadi yang sesuai dengan gambar Allah.

Pencobaan-pencobaan yang kamu alami ialah pencobaan-pencobaan biasa, yang tidak melebihi kekuatan manusia. Sebab Allah setia dan karena itu Ia tidak akan membiarkan kamu dicobai melampaui kekuatanmu. Pada waktu kamu dicobai Ia akan memberikan kepadamu jalan ke luar, sehingga kamu dapat menanggungnya. I Korintus 10:13

Persoalan-persoalan melatih kita agar melalui proses dapat mengerti dan menghadapi cara untuk kehidupan. Saat kita bisa menyelesaikan masalah-masalah itu, pribadi kita telah diubahkan Tuhan. Oleh karena itu, saat kita mengalami persoalan, jangan panik! Karena semua itu akan membuat kita menjadi orang yang tangguh pada akhirnya.

Kita tahu sekarang, bahwa Allah turut bekerja dalam segala sesuatu untuk mendatangkan kebaikan bagi mereka yang mengasihi Dia, yaitu bagi mereka yang terpanggil sesuai dengan rencana Allah. Roma 8:28
Jangan punya prasangka buruk terhadap Tuhan. Alah selalu menginginkan yang terbaik bagi kita. rencana Allah selalu untuk kebaikkan.

Bagaimana bentuk syukur? Disini saya membahas 3 macam:
• Tersungkur di depan kaki Yesus.
Salah satu bentuk bersyukur adalah memberi waktu untuk tersungkur di hadapan Tuhan, memberi pujian, menyembah, beribadah, bermazmur adalah bentuk mengucap syukur kepada Tuhan, mari kita hampiri Tuhan.
Seorang dari mereka, ketika melihat bahwa ia telah sembuh, kembali sambil memuliakan Allah dengan suara nyaring, lalu tersungkur di depan kaki Yesus dan mengucap syukur kepada-Nya. Orang itu adalah seorang Samaria. Lukas 17:15-16
• Bersaksi untuk kemuliaan Allah.
Bersaksilah tetang apa yang Tuhan sudah lakukan dalam kehidupan kita. Kita sudah ditolong, disembuhkan, dilepaskan dari roh jahat.

• Bertanya kepada Allah dan memohon petunjukNya.
Selama ini kita berdoa hanya memohon pertolongan Tuhan. Pernahkah kita bertanya apa yang saya bisa lakukan untuk bisa menjadi berkat bagi banyak orang.

Jangan khawatir, Tuhan akan selalu menopang dan menolong kita bila kita tidak mampu. Jadi senantiasalah bersyukur dan berharap kepada Tuhan.
Oleh: Pdp. Lilik-Jember.

PENGARUH


Menjadi orang Kristen itu menyenangkan atau tidak? Ada yang mengatakan menyenangkan karena mereka merasakan Tuhan baik, penolong, pelindung dalam setiap waktu dalam kehidupan kita. Ada juga yang mengatakan tidak menyenangkan, karena menjadi orang Kristen harus menjadi baik, ramah, lemah lembut, memiliki kasih dll, jadi jika salah sedikit saja, pasti jadi bahan perbincangan. Contohnya: Orang Kristen bila ia diam dikatakan sombong, kalau banyak bicara katanya cerewet. Tanpa sadar orang Kristen menjadi sorotan dan dapat mempengaruhi orang sekitar kita, baik itu positip ataupun negatif. Tetapi, marilah kita berlomba-lomba untuk memberikan pengaruh yang positif. Pengaruh negatif adalah kita menginginkan orang berubah, tetapi tetap melakukan apa yang dia perbuat (masih memegang hidup lamanya). Contohnya: Ayahnya suka pulang malam, kita menyatakan protes, tapi kita juga dengan melakukan hal yang sama, yaitu pulang malam.

Pengaruh positif adalah Tuhan ajarkan kita berubah dahulu, maka sekitar kita akan terpengaruh dan berubah.

Contohnya: seorang anak yang berani pada orang tuanya akhirnya orang tuanya sangat benci terhadap anaknya. Kalau kita pikir anaknya yang salah harusnya yang meminta pengampunan itu anaknya. Tetapi ajaran Tuhan berbeda ketika orang tuanya bertindak dahulu yaitu memberi pengampunan maka anaknya menjadi baik dan mengalami perubahan demi perubahan dalam kehidupannya.

Jadi siapa yang ada di dalam Kristus, ia adalah ciptaan baru: yang lama sudah berlalu, sesungguhnya yang baru sudah datang. II Korintus 5:17

Maka itu berusahalah menbawa pengaruh yang positif pada sekeliling kita dengan mengenakan perlengkapan yang Tuhan sediakan. Tetapi engkau telah mengikuti ajaranku, cara hidupku, pendirianku, imanku, kesabaranku, kasihku dan ketekunanku. II Timotius 3:10

Tetapi, kadang kita belum bisa menerapkan semuanya, tetapi jangan minder tetap maju dan berusaha. Tetaplah mencari hikmat dengan mau membaca dan hidup dalam Firman Tuhan.
Oleh: Sdri.Agustine

CORRECTION OF THE LORD


25. Dari sejak waktu nenek moyangmu keluar dari tanah Mesir sampai waktu ini, Aku mengutus kepada mereka hamba-hamba-Ku, para nabi, hari demi hari, terus-menerus,
Sebab itu, katakanlah kepada mereka: Inilah bangsa yang tidak mau mendengarkan suara TUHAN, Allah mereka, dan yang tidak mau menerima penghajaran! Ketulusan mereka sudah lenyap, sudah hapus dari mulut mereka."

29. Cukurlah rambut kepalamu dan buanglah! Angkatlah ratapan di atas bukit-bukit gundul, sebab TUHAN telah menolak dan membuang bangsa yang kena murka-Nya!
30 Sungguh, orang Yehuda telah melakukan apa yang jahat di mata-Ku, demikianlah firman TUHAN, telah menempatkan dewa-dewa mereka yang menjijikkan di rumah yang atasnya nama-Ku diserukan ini untuk menajiskannya.
31 Mereka telah mendirikan bukit pengorbanan yang bernama Tofet di Lembah Ben-Hinom untuk membakar anak-anaknya lelaki dan perempuan, suatu hal yang tidak pernah Kuperintahkan dan yang tidak pernah timbul dalam hati-Ku.


32 Sebab itu, sesungguhnya, waktunya akan datang, demikianlah firman TUHAN, bahwa orang tidak akan mengatakan lagi "Tofet" dan "Lembah Ben-Hinom", melainkan "Lembah Pembunuhan"; orang akan menguburkan mayat di Tofet karena kekurangan tempat,
33 bahkan mayat bangsa ini akan menjadi makanan burung-burung di udara serta binatang-binatang di bumi dengan tidak ada yang mengganggunya.
34 Di kota-kota Yehuda serta di jalan-jalan Yerusalem akan Kuhentikan suara kegirangan dan suara sukacita, suara pengantin laki-laki dan suara pengantin perempuan, sebab negeri itu akan menjadi tempat yang tandus. Yeremia 7: 25, 28-34

Dalam Yeremia 7: 28 tertulis kalimat bahwa “Inilai bangsa yang tidak mau mendengarkan suara TUHAN, Allah mereka, dan yang tidak mau menerima penghajaran!...”. Sebenarnya jika ditelusuri lebih lanjut, kata “penghajaran” dalam berbagai terjemahan, khususnya dalam bahasa Inggris berarti “koreksi”.

Khusus pada konteks 1 perikop ini, Bangsa Israel khususnya Kaum Yehuda, sudah tidak mau lagi mendengar suara TUHAN yang mengoreksi bangsa itu, padahal telah berulang kali dan secara terus menerus Tuhan berbicara kepada Bangsa Israel (ay.25).

Saudara, Tuhan selalu menjaga dan memelihara umatNYA dengan FirmanNYA, karena Firman Tuhan lebih daripada kebutuhan sandang dan pangan, lebih dari makan, minum, dan kesehatan dimana Firman memelihara hidup kita yang termasuk didalamnya adalah koreksi terhadap hidup kita.

Anak-anak Tuhan yang sejati seharusnya tidak pernah “sepi” dari FirmanNYA, karena setiap hari Dia berbicara, menjumpai kita, bahkan memberikan koreksi pada diri kita. Perlu saudara ketahui, PL & PB adalah berita yang mengandung koreksi pada diri kita.

Contoh: Kotbah Yesus di bukit (Matius 5-7), itu adalah tanda koreksi yang menunjukkan bagaimana seharusnya kita hidup sebagai anak Tuhan yang sekaligus merupakan warga Kerajaan Allah.

Question: Bagaimana jika kita tidak bisa dikoreksi?
Ingat: Tuhan dapat memakai orang lain untuk mengoreksi kita.

Question: Bagaimana kalau kita masih tidak bisa dikoreksi?
Ingat: Yeremia 7: 28, Tuhan akan memberikan kita “penghajaran” atau “disiplin”.
Question: Apa tujuan dari koreksi yang Tuhan berikan kepada kita sebagai anak-anakNYA?

Jawabannya ada 5 hal, yaitu:
1 Tuhan tidak ingin menunjukkan bahwa diriNYA hebat dan tanpa tandingan dihadapan manusia, tetapi koreksi dimaksudkan Tuhan agar kita tidak mempermalukan diri sendiri oleh karena diri kita sulit dikoreksi. Oleh karena itu, hal yang perlu kita lakukan adalah mendengar suara Tuhan melalui firmanNYA dan beri diri kita untuk mau dikoreksi oleh Tuhan.

2. Koreksi itu bukan bertujuan untuk menunjukkan kelemahan kita. Ingat: Tuhan datang untuk menyelesaikan dan mengangkat kelemahan kita sebab Ia tahu segala kelemahan kita. Tuhan mau koreksi ini untuk mempercepat / mempermudah dan dengan leluasa bertumbuh serta berbuah.

3. Koreksi itu datang setiap hari melalui firman yang setiap hari datang. Tuhan mau supaya anugerahNYA yang diberikan kepada kita setiap hari tidak kita sia-siakan. Tuhan mau kita selalu berada pada “tuning” yang tepat seperti ketepatan tuning radio ketika kita sedang mengakses radio station yang dituju. Hal ini berarti kita harus tepat sesuai dengan kehendak Tuhan.

4. Jika Firman Tuhan ada dalam kehidupan kita, terbaca dan dimengerti oleh diri kita, maka Firman Tuhan itu adalah kehormatan bagi kita. Firman Tuhan itu harkat kemuliaan kita, maka janganlah disia-siakan. Kehormatan kita tidak ada ditempat lain.

5. Ketika koreksi tidak menghasilkan apa-apa dalam diri kita, maka apa yang akan terjadi adalah self-destructive.
Lalu, apakah dengan ini berarti umat pilihan bisa hilang atau kemungkinan keselamatan yang bisa hancur?
orang itu harus kita serahkan dalam nama Tuhan Yesus kepada Iblis, sehingga binasa tubuhnya, agar rohnya diselamatkan pada hari Tuhan. I Korintus 5:5

Ayat ini adalah kunci untuk memahami maksud ini. Konteks bacaan ini adalah kehidupan sebagian orang di Korintus yang selalu hidup penuh dosa. Jika kehidupan tersebut sudah tidak bisa diperbaiki lagi, maka serahkan tubuhnya kepada Iblis tetapi rohnya diselamatkan.
Sehingga bagian ini hendak memberitahukan kepada kita bahwa jika hidup orang itu rusak dan tidak bisa dikoreksi lagi, jangan orang itu menjadi alat Iblis dimana melalui orang tersebut kerajaan kegelapan semakin berkembang maka harus diselesaikan oleh Tuhan sendiri.

Tindakan “pembuangan” seperti ini dilakukan bangsa Yehuda oleh Tuhan namun bangsa ini tetap diselamatkan. Sekali Tuhan menyelamatkan itu tetap selamat, tetapi bila sepanjang hidup kita tidak lagi sesuai dengan apa yang dikehendaki Tuhan, maka “selesailah” sampai disitu.

Tuhan tidak ingin hidup anak-anakNYA mengembangkan Iblis selama di dunia, tetapi tidak mengembangkan Kerajaan Allah di dunia.

Jangan kita menyia-nyiakan 3 hal berikut ini:
1.Jangan menyia-nyiakan anugerah Allah yang telah kita terima selama kita hidup
2.Jangan menyia-nyiakan kesempatan atau kepercayaan yang ada pada kita
3.Jangan menyia-nyiakan Roh Kudus yang mendampingi dan menolong kita untuk mencapai target yang Tuhan rencanakan.
Oleh: Pdt. Robby Schramm-Mojoagung

PENCOBAAN 2


Lalu pergilah Yesus ke luar kota dan sebagaimana biasa Ia menuju Bukit Zaitun.Murid muridNya juga mengikuti Dia.Setelah tiba di tempat itu Ia ber kata kepada mereka.”Berdoalah supaya kamu jangan jatuh ke dalam pencobaan.”Kemudian Ia menjauhkan diri dari mereka kira-kira sepelempar batu jaraknya,lalu,Ia berlutut dan berdoa,katanya :”Ya Bapaku,jikalau Engkau mau,ambilah cawan ini dari padaKu tetapi bukanlah kehendaKu,melainkan kehendakMulah yang terjadi.” Maka seorang malaikat dari langit menampakan diri kepadaNya untuk memberi kekuatan kepadaNya Lukas 22:39-43
 Ayat 39
Mengapa Yesus ke Bukit Zaitun menjelang kematianNya? Lalu makna Bukit Zaitun itu apa?
• Daud naik ke Bukit Zaitun sambil menangis meninggalkan Yerusalem karena pemberontakan anaknya yang bernama Absalom.

Daud mendaki bukit Zaitun sambil menangis, kepalanya berselubung dan ia berjalan dengan tidak berkasut. Juga seluruh rakyat yang bersama-sama dengan dia masing-masing berselubung kepalanya, dan mereka mendaki sambil menangis. II Samuel 15:30 • Bukit Zaitun terletak di depan (dekat) Yerusalem, sebelah Timur. Jadi bukit Zaitun adalah tempat untuk meratap dan menangis seperti dilakukan oleh Daud. Selain itu, Bukit Zaitun adalah tempat Yesus melayangkan pandanganNya ke Yerusalem. Di Bukit Zaitun ada taman yang bernama Getsemani

Pada waktu itu kaki-Nya akan berjejak di bukit Zaitun yang terletak di depan Yerusalem di sebelah timur. Bukit Zaitun itu akan terbelah dua dari timur ke barat, sehingga terjadi suatu lembah yang sangat besar; setengah dari bukit itu akan bergeser ke utara dan setengah lagi ke selatan. Zakharia 14:4

 Ayat 40
Yesus menyuruh muridNya berdoa supaya jangan jatuh ke dalam pencobaan.

 Ayat 42
Sering di dalam diri kita berdoa supaya cawan itu lari dari pada kita, tapi kita lupa untuk berdoa melainkan kehendakMu yang jadi.
Kita berusaha lari dari masalah, menghindari masalah, karena kita tidak berani menghadapinya dan melihat hari depan yang penuh harapan.

Maka itu Yesus menyuruh kita untuk berdoa supaya jangan jatuh ke dalam pencobaan.
Roberts Liardon dengan berdoa ia memenangkan kota, bagaimana dengan doa kita? Kita bisa memenangkan suami kita, keluarga kita, masa depan kita, atau sebaliknya? Hidup kita penuh dengan kekalahan demi kekalahan.
Barangsiapa tidak memikul salibnya dan mengikut Aku, ia tidak dapat menjadi murid-Ku. Lukas 14:27
Tuhan ingin dalam kehidupan kita berani untuk memikul salib, baru kita layak menjadi muridNya.

 Ayat 43
Tuhan sanggup memberi kekuatan bagi orang yang mau berseru kepadaNya.
Oleh: Ev. Liem Thin Ping

LIMA ROTI DUA IKAN


Tetapi Yesus berkata kepada mereka: "Tidak perlu mereka pergi, kamu harus memberi mereka makan."
Jawab mereka: "Yang ada pada kami di sini hanya lima roti dan dua ikan."
Yesus berkata: "Bawalah ke mari kepada-Ku."
Lalu disuruh-Nya orang banyak itu duduk di rumput. Dan setelah diambil-Nya lima roti dan dua ikan itu, Yesus menengadah ke langit dan mengucap berkat, lalu memecah-mecahkan roti itu dan memberikannya kepada murid-murid-Nya, lalu murid-murid-Nya membagi-bagikannya kepada orang banyak.
Dan mereka semuanya makan sampai kenyang. Kemudian orang mengumpulkan potongan-potongan roti yang sisa, dua belas bakul penuh.

Yang ikut makan kira-kira lima ribu laki-laki, tidak termasuk perempuan dan anak-anak. Matius 14:16-21

Kejadian ini, terjadi sesudah Yesus mendengar Yohanes Pembaptis dipancung lehernya oleh raja Herodes. Disitu Yesus mengasingkan diri ketempat yang sunyi dengan perahu (tempat yang jauh dimana tidak bisa dijangkau orang banyak) tetapi banyak orang mendengar dan melihat Yesus naik perahu lalu mereka berbondong bondong mengikuti Dia, karena belas kasihan Yesus melihat orang orang yang besar jumlahnya haus akan Firman Allah, maka Ia melayani mereka.

Yesus melayani mereka hingga menjelang malam, disitulah ia meminta murid muridnya menyediakan makanan untuk mereka bukan Yesus, karena tugas Yesus membuat mujizat tapi kita yang membawa iman yang ada diletakkan dibawah kaki Yesus supaya mujizat itu terjadi.

Saat murid muridnya mencari adakah sesorang yang mau membawa sesuatu yang bisa membawa berkat bagi orang disekitarnya? Saat murid murid mencari, ditemukan seorang anak yang mau memberikan untuk Tuhan semua bekal yang dia punya saat Tuhan memintanya. Dia tidak perduli saat dia beri untuk Yesus nantinya akan makan apa.
"Di sini ada seorang anak, yang mempunyai lima roti jelai dan dua ikan; tetapi apakah artinya itu untuk orang sebanyak ini?" Yohanes 6:9

Banyak orang disana mungkin juga membawa bekal yang sama seperti anak itu, tapi saat Yesus membutuhkan, mereka simpan kalau bisa orang lain yang yang memberi dan mereka yang menikmati hasilnya. Mental mental demikianlah yang sering kita bawa dan menjadi kehidupan sehari hari. Beri untuk Tuhan ala kadarnya yang lainnya kita simpan untuk masa depan kita (hari tua untuk keluarga dan diri kita). Kalau kita simpan untuk masa depan, kita tidak salah tapi saat Yesus membutuhkan semuanya maukah kita memberi. Dengan kita memberi, apa kita tidak yakin, masa depan dan keluarga kita Allah sanggup memelihara?
Dahulu aku muda, sekarang telah menjadi tua, tetapi tidak pernah kulihat orang benar ditinggalkan, atau anak cucunya meminta-minta roti Mazmur 37:25

Mujizat itu berlangsung karena itu kehendak Tuhan, bukan karena ada seorang anak memberi roti dan ikan. Tuhan sanggup memakai prasarana apa saja untuk membuat mujizat, hanya saja Ia mau melihat iman kita, apakah Yesus menjadi yang terutama dalam hidup kita atau yang lainnya!!!
Mujizat yang Ia adakan pasti memuaskan dan mengenyangkan, dan memberi berkat yang lebih pada orang yang mau bekerja keras dalam menabur (12 bakul).
Seorang petani yang bekerja keras haruslah yang pertama menikmati hasil usahanya.
Perhatikanlah apa yang kukatakan; Tuhan akan memberi kepadamu pengertian dalam segala sesuatu. II Timotius 2:6,7

Itulah perbedaan orang yang menabur dengan kerja keras, asal asalan, dan orang yang tidak menabur, mereka sama sama menikmati mujijat tapi orang orang yang bekerja keras dalam menabur akan menikmati mujijat lebih dari yang lainnya.

Dari mujijat yang Ia tunjukan kita belajar:
1) Mukjizat ini menunjuk kepada Yesus sebagai roti hidup, Dialah yang memelihara baik tubuh maupun jiwa.

2) Ini membuktikan kuasa Tuhan untuk mengadakan mukjizat.

3) Ini merupakan contoh dari belas kasihan Yesus terhadap kebutuhan orang yang memerlukan pertolongan.

4) Ini mengajarkan bahwa sedikit yang kita miliki, dapat dijadikan berkelimpahan apabila dipersembahkan kepada Tuhan dan diberkati oleh-Nya.

George Muller mempunyai sebuah panti asuhan yang menampung sekitar 100 anak yatim piatu. Suatu waktu, saat ia sedang mengontrol keadaan panti asuhan, asistennya menghampiri dia dan mengatakan bahwa uang mereka hanya tersisa sedikit, jadi tidak mungkin cukup untuk memberi makan siang 100 orang yang ada, apalagi bertahan sampai Minggu.

Lalu George berkata kepada para pekerja yang ada, “Mari kita berkumpul untuk berdoa”. Setelah selesai berdoa, mereka kembali bekerja. Saat tiba waktunya untuk memberi makan 100 orang ini, George kembali ke kamar dan berdoa, dia merasa imannya sedang diuji.
Selesai George berdoa, sudah ada seorang wanita yang menunggunya, saat ditemui oleh George ia memberikan amplop yang berisi uang.

Tuhan itu selalu tepat waktu. Dia tidak pernah terlalu cepat dan tidak pernah terlambat. Dalam setiap hal yang terjadi di kehidupan ini, Tuhan mengajarkan kepada kita untuk percaya bahwa Tuhan sanggup mencukupi kebutuhan kita sehari-hari. Karena di saat kita percaya padaNya, maka kita akan mengalami hal yang berbeda dengan kebanyakan orang pada umumnya.

Sebenarnya, Bapa sudah tahu hal-hal yang kita perlukan. Namun Dia melatih iman kita setiap hari untuk tetap berseru-seru padaNya. Seringkali kita memperpanjang kekuatiran kita sampai ke masa depan, sehingga doa kitapun diperpanjang sampai ke masa depan. Padahal, saat kita sudah menyerahkan segala persoalan kita, Tuhan sudah menyiapkan jalan-jalanNya. Percayalah kepadaNya dengan segenap hati dan nantikanlah waktuNya, maka anda akan melihat hal-hal yang luar biasa.

Believers, look up-take courage. The angels are nearer than you think
-Billy Graham-
Oleh: Ev Lim Thin Ping

HIDUP BARU DALAM TUHAN YESUS KRISTUS


Jadi siapa yang ada di dalam Kristus, ia adalah ciptaan baru: yang lama sudah berlalu, sesungguhnya yang baru sudah datang. II Korintus 5:17

Sebab itulah jikalau barang seorang hidup di dalam Kristus, maka ialah kejadian yang baharu; maka perkara-perkara yang lama itu sudah lenyap, bahkan, yang baharu sudah terbit. II Korintus 5:17 (TL)

Pada saat seseorang menjadi orang Kristen, ia menjadi orang yang hatinya sama sekali baru. Ia tidak lagi seperti dahulu. Ia mulai menempuh hidup yang baru! II Korintus 5:17 (FAYH)

Orang yang sudah bersatu dengan Kristus, menjadi manusia baru sama sekali. Yang lama sudah tidak ada lagi—semuanya sudah menjadi baru. II Korintus 5:17 (BIS)

Allah mau kita menjadi sempurna,karena Dia adalah sempurna
Karena itu haruslah kamu sempurna, sama seperti Bapamu yang di sorga adalah sempurna.”
Matius 5:48


Sebab itu:

1.Jangan lagi hidup seperti orang yang tidak mengenal Allah
Sebab itu kukatakan dan kutegaskan ini kepadamu di dalam Tuhan: Jangan hidup lagi sama seperti orang-orang yang tidak mengenal Allah dengan pikirannya yang sia-sia dan pengertiannya yang gelap, jauh dari hidup persekutuan dengan Allah, karena kebodohan yang ada di dalam mereka dan karena kedegilan hati mereka. Efesus 4:17,18

2.Tidak memberi kesempatan kepada iblis
dan janganlah beri kesempatan kepada Iblis. Efesus 4:27

3.Jangan mengucapkan perkataan-perkataan yang busuk
Jangan mengeluarkan perkataan yang busuk daripada mulutmu, melainkan barang apa yang baik akan meneguhkan iman sebagaimana yang perlu, supaya ia itu memberi berkat kepada orang yang mendengarnya. Efesus 4:29(TL)

4.Jangan mengucapkan perkataan dengan semberono
Demikian juga perkataan yang kotor, yang kosong atau yang sembrono—karena hal-hal ini tidak pantas—tetapi sebaliknya ucapkanlah syukur. Efesus 5:4

5.Buanglah segala kepahitan,kegeraman,kemarahan, fitnah
Segala kepahitan, kegeraman, kemarahan, pertikaian dan fitnah hendaklah dibuang dari antara kamu, demikian pula segala kejahatan. Efesus 4:31

6.Jangan mendukakan Roh Kudus Allah
Kita harus menanggalkan manusia lama, supaya roh dan pikiran dibaharui dan mengenakan manusia baru
Dan janganlah kamu mendukakan Roh Kudus Allah, yang telah memeteraikan kamu menjelang hari penyelamatan. Efesus 4:30

7. Karena kamu telah mendengar tentang Dia dan menerima pengajaran di dalam Dia menurut kebenaran yang nyata dalam Yesus, yaitu bahwa kamu, berhubung dengan kehidupan kamu yang dahulu, harus menanggalkan manusia lama, yang menemui kebinasaannya oleh nafsunya yang menyesatkan, supaya kamu dibaharui di dalam roh dan pikiranmu, dan mengenakan manusia baru, yang telah diciptakan menurut kehendak Allah di dalam kebenaran dan kekudusan yang sesungguhnya.
Karena kamu telah mendengar tentang Dia dan menerima pengajaran di dalam Dia menurut kebenaran yang nyata dalam Yesus,
yaitu bahwa kamu, berhubung dengan kehidupan kamu yang dahulu, harus menanggalkan manusia lama, yang menemui kebinasaannya oleh nafsunya yang menyesatkan,
supaya kamu dibaharui di dalam roh dan pikiranmu,
dan mengenakan manusia baru, yang telah diciptakan menurut kehendak Allah di dalam kebenaran dan kekudusan yang sesungguhnya. Efesus 4:21-24
Karena itu, perhatikanlah dengan saksama, bagaimana kamu hidup, janganlah seperti orang bebal, tetapi seperti orang arif, dan pergunakanlah waktu yang ada, karena hari-hari ini adalah jahat. Efesus 5:15,16
Oleh: Pdt Robby Schramm-Mojoagung

PENCOBAAN 1


Ada 10 tahap dalam penderitaan Kristus : 1. peluhNya menjadi seperti titik-titik darah yang bertetesan ke tanah. Dan Ia membawa Petrus dan kedua anak Zebedeus serta-Nya. Maka mulailah Ia merasa sedih dan gentar, Matius 26:37 Ia sangat ketakutan dan makin bersungguh-sungguh berdoa. Peluh-Nya menjadi seperti titik-titik darah yang bertetesan ke tanah. Lukas 22:44
2. Yesus diolok, diludahi dan ditampar.
Lalu mereka meludahi muka-Nya dan meninju-Nya; orang-orang lain memukul Dia, Matius 26:67
3. Yesus dibelenggu dipukuli berulang-ulang dan penat, lalu dibawa ke bagian lain kota Yerusalem. Mereka membelenggu Dia, lalu membawa-Nya dan menyerahkan-Nya kepada Pilatus, wali negeri itu. Matius 27:2
4. Yesus disesah. Penyesahan cara Romawi dilakukan dengan melucuti pakaian korban serta merentangkan tubuhNya di atas sebuah tiang yang pendek dengan tangan yang diikat. Alat penyesahnya adalah sebuah gagang kayu pendek dengan beberapa tali kulit di ujungnya. Pada ujung-ujung tali kulit itu telah diikat potongan-potongan kecil besi atau tulang. Dua orang yang berdiri sebelah menyebelah korban itu akan memukul punggungnya. Sebagai akibatnya daging punggung korban itu akan tersayat-sayat demikian rupa sehingga pembuluh darah dan urat nadi bahkan jaringan organ-organ tubuh dapat dilihat dari luar.
Lalu ia membebaskan Barabas bagi mereka, tetapi Yesus disesahnya lalu diserahkannya untuk disalibkan. Matius 27:26

5. Tali pengikat Yesus dilepaskan lalu mengenakan jubah ungu, juga diberikan tongkat di tanganNya lalu menekankan sebuah mahkota dari ranting-ranting yang berduri di kepalaNya, para prajurit kemudian mengejek, menampar mukaNya dan memukul kepalaNya, sehingga duri itu lebih dalam terbenam di kepalaNya.
Mereka menanggalkan pakaian-Nya dan mengenakan jubah ungu kepada-Nya.
Mereka menganyam sebuah mahkota duri dan menaruhnya di atas kepala-Nya, lalu memberikan Dia sebatang buluh di tangan kanan-Nya. Kemudian mereka berlutut di
hadapan-Nya dan mengolok-olokkan Dia, katanya: "Salam, hai Raja orang Yahudi!"
Matius 27:28,29

6. Balok salib yang berat diikatkan pada pundak Yesus, lalu dibawa ke Bukit Golgota. Karena beratnya balok dan penderitaanNya membuat Dia terjatuh, lalu Simon orang Kirene yang memikul salib itu
Sesudah mengolok-olokkan Dia mereka menanggalkan jubah itu dari pada-Nya dan mengenakan pula pakaian-Nya kepada-Nya. Kemudian mereka membawa Dia ke luar untuk disalibkan. Matius 27:31

7. Yesus tanganNya dipaku besi hingga tembus ke dalam kayu, pertama tangan kanan lalu tangan kiriNya. Lalu kaki Yesus.
Sesudah menyalibkan Dia mereka membagi-bagi pakaian-Nya dengan membuang undi.
Matius 27:35

8. Berjam-jam lamanya tubuhNya tergantung di atas kayu salib, membuat seluruh tubuhNya terasa sakit luar biasa. Kemudian muncul penderitaan yang baru, rasa sakit yang hebat terasa dalam dadaNya.
Ketika cairan mulai menekan jantungNya, Ia merasa sangat haus, dan sadar akan perkataan makian dan cemooh orang yang melewati salib
Sesudah itu, karena Yesus tahu, bahwa segala sesuatu telah selesai, berkatalah Ia supaya genaplah yang ada tertulis dalam Kitab Suci--:"Aku haus!" Yohanes 19:28
Orang-orang yang lewat di sana menghujat Dia dan sambil menggelengkan kepala,
Matius 27:39

9. ayat ini menunjukkan pemisahan dari Allah sebagai orang berdosa. Pada tahap ini semua kesedihan, penderitaan dan rasa sakit mencapai puncaknya. Selain itu Dia masih mampu mengucapkan ‘Ampunilah mereka, sebab mereka tidak tahu apa yang mereka perbuat’
Kira-kira jam tiga berserulah Yesus dengan suara nyaring: "Eli, Eli, lama sabakhtani?" Artinya: Allah-Ku, Allah-Ku, mengapa Engkau meninggalkan Aku? Matius 27:46
Yesus berkata: "Ya Bapa, ampunilah mereka, sebab mereka tidak tahu apa yang mereka perbuat." Dan mereka membuang undi untuk membagi pakaian-Nya. Lukas 23:34

10. Seruan ini menandakan akhir dari segala penderitaan serta penyelesaian karya penebusan, hutang dosa telah dilunasi dan rencana keselamatan ditegakkan pada saat itu. Ia memanjatkan doa yang terakhir
“Ya Bapa ke dalam tanganMulah Kuserahkan nyawaKu.” Lukas 23:46
Yesus berseru pula dengan suara nyaring lalu menyerahkan nyawa-Nya. Matius 27:50

Penderitaan Tuhan Yesus berdasarkan Perjajian Lama
Dia dianiaya, tetapi dia membiarkan diri ditindas dan tidak membuka mulutnya seperti anak domba yang dibawa ke pembantaian; seperti induk domba yang kelu di depan orang-orang yang menggunting bulunya, ia tidak membuka mulutnya.
Sesudah penahanan dan penghukuman ia terambil, dan tentang nasibnya siapakah yang memikirkannya? Sungguh, ia terputus dari negeri orang-orang hidup, dan karena pemberontakan umat-Ku ia kena tulah. Yesaya 53:7,8

Tetapi dia tertikam oleh karena pemberontakan kita, dia diremukkan oleh karena kejahatan kita; ganjaran yang mendatangkan keselamatan bagi kita ditimpakan kepadanya, dan oleh bilur-bilurnya kita menjadi sembuh. Yesaya 53:5

Yesus itu Allah, tapi waktu dalam tahap 1-10 penderitaanNya, Ia sama seperti manusia biasa
yang walaupun dalam rupa Allah, tidak menganggap kesetaraan dengan Allah itu sebagai milik yang harus dipertahankan,
melainkan telah mengosongkan diri-Nya sendiri, dan mengambil rupa seorang hamba, dan menjadi sama dengan manusia.
Dan dalam keadaan sebagai manusia, Ia telah merendahkan diri-Nya dan taat sampai mati, bahkan sampai mati di kayu salib. Filipi 2:6-9

Wajahnya hampir tidak dikenal karena siksaan.
Sebagai taruk ia tumbuh di hadapan TUHAN dan sebagai tunas dari tanah kering. Ia tidak tampan dan semaraknyapun tidak ada sehingga kita memandang dia, dan rupapun tidak, sehingga kita menginginkannya.
Ia dihina dan dihindari orang, seorang yang penuh kesengsaraan dan yang biasa menderita kesakitan; ia sangat dihina, sehingga orang menutup mukanya terhadap dia dan bagi kitapun dia tidak masuk hitungan. Yesaya 53:2

Karena itu rendahkanlah dirimu di bawah tangan Tuhan yang kuat, supaya kamu ditinggikan-Nya pada waktunya. I Petrus 5:6
Saat kita merendahkan diri pada tanganNYa yang kuat, suatu saat kita pasti akan ditinggikanNya.
Oleh: Ev Lim Thin Ping