Rek BCA: 2 1 4 0 5 9 4 8 0 9 a/n INDRAWATTY

Shalom. Selamat Datang & Selamat Bergabung Di Web Blog "House Of All Nations". Kami mengundang Bapak, Ibu & Saudara/i yang rindu untuk datang beribadah dan berkumpul bersama pada jadwal kebaktian Kami. Tuhan Yesus senantiasa memberkati kita. Bagi anda yang diberkati oleh warta ini, anda bisa membantu kami berupa dana yang dapat anda kirimkan ke rekening kami di atas.

Kamis, 17 Juni 2010

HIDUP YANG DAHSYAT


Kita tahu sekarang, bahwa Allah turut bekerja dalam segala sesuatu untuk mendatangkan kebaikan bagi mereka yang mengasihi Dia, yaitu bagi mereka yang terpanggil sesuai dengan rencana Allah. Roma 8:28 Allah dalam mengerjakan segala sesuatunya selalu yang terbaik untuk kita, tetapi selalu terhenti ditengah jalan, mengapa? 1. Karena Ego (maunya sendiri) kita membuat langkah Tuhan tidak bisa penuh dalam mengerjakannya atau tidak ada sesuatu hasil (semuanya sia-sia). Karena kesombongan kita, jadi kita malah mengatur segala sesuatunya menurut pandangan kita. Maupun masyarakat pada umumnya dan hal itu malah memperburuk keadaan Contoh: obat bisa menyembuhkan penyakit, termasuk pandangan para dokter tapi saat dokter tak mampu menyembuhkan, kita disuruh berdoa biar yang di Atas yang menyembuhkannya Beginilah firman TUHAN: "Terkutuklah orang yang mengandalkan manusia, yang mengandalkan kekuatannya sendiri, dan yang hatinya menjauh dari pada TUHAN! Yeremia 17:5 2. Tidak ada penyerahan total, jadi ada keterlibatan kita (biar cepat), kita sulit sabar bahkan harusnya tidak atau belum waktunya kita paksakan untuk dilaksanakan (harus melalui tahap demi tahap), jadi akibatnya tambah lebih buruk atau terselesaikan hanya sementara. Untuk segala sesuatu ada masanya, untuk apapun di bawah langit ada waktunya. Pengkotbah 3:1

3. Kurangnya pengertian kita, jadi yang kita lakukan jadi ngawur. Perlu hikmat dan marifat Tuhan agar mengerti apa yang harus kita lakukan untuk langkah sekarang, esok, dan akan datang biar tidak berantakan.
Hikmat yaitu saat ada masalah kita punya jawaban dalam menyelesaikannya.
Kalau marifat yaitu punya pengertian supaya kita tidak memasuki suatu masalah, atau kalau sudah masuk bagaimana supaya tidak masuk yang lebih dalam lagi
Berbahagialah orang yang mendapat hikmat, orang yang memperoleh kepandaian, karena keuntungannya melebihi keuntungan perak, dan hasilnya melebihi emas. Ia lebih berharga dari pada permata; apapun yang kauinginkan, tidak dapat menyamainya. Amsal 3:13-15

4. Kurang yakin bahwa Allah sanggup dalam mengatasi masalah ini. Akibatnya semua masalah ia atasi sendiri dan dibuktikan bahwa mereka mampu mengatasi setiap masalah (dengan uang, kekuasaan, nama yang dikenal masyarakat luar, kepandaian dalam berbicara, dengan obat-obatan, dan dengan otot kita).
Janganlah engkau menganggap dirimu sendiri bijak, takutlah akan TUHAN dan jauhilah kejahatan. Amsal 3:7

5. Karena sudah terbiasa dari dulunya mengandalkan diri sendiri dan tidak percaya kepada yang lainnya, masalah ini berlanjut saat orang itu percaya kepada Tuhan.
Jadi ada unsur kurang yakin, juga tidak bisa berserah total, ada egonya, dan kurang pengertian.

Hidup yang demikian sulit kita lepaskan karena itu terlalu enak, sudah kebiasaan, untuk berubah terlalu sulit dan membingungkan.
Untuk menjadi dahsyat ada yang perlu dikejar dan diraih, untuk meraihnya perlu ada harga yang akan dibayar. Kalau kita mau menjadi dahsyat berarti siap untuk hidup sesuai dengan Allah (segambar). Seperti Adam (Kejadian 1:36) dan anaknya Set (Kejadian 5:3).

Jangan puas dengan apa yang kita miliki. Kejar terus dan raihlah sebanyak tanganmu bisa raih dan jangkau. Dari situ engkau akan jadi dahsyat dan akan lebih dahsyat lagi, hari lepas hari, waktu lepas waktu.
Oleh: Ev Liem Thin Ping

TANGAN YANG TERANGKAT


Lalu datanglah orang Amalek dan berperang melawan orang Israel di Rafidim. Keluaran 17:8
Ini adalah peperangan pertama orang Israel, tanpa pengalaman, mental budak, tidak tahu cara berperang, dengan senjata seadanya, dengan musuh yang terbiasa (berpengalaman) berperang. Kemungkinan akan menang tidak ada sama sekali. Tapi dalam peperangan mereka manang, luar biasa bukan?

Kunci utama dalam memenangkannya :
Musa berkata kepada Yosua: "Pilihlah orang-orang bagi kita, lalu keluarlah berperang melawan orang Amalek, besok aku akan berdiri di puncak bukit itu dengan memegang tongkat Allah di tanganku." Lalu Yosua melakukan seperti yang dikatakan Musa kepadanya dan berperang melawan orang Amalek; tetapi Musa, Harun dan Hur telah naik ke puncak bukit. Keluaran 17:9,10

1. Yosua taat pada Musa yang sebagai pimpinan, tanpa komentar karena Yosua tahu apa yang dikatakan Musa itu kehendak Allah.

Jadi kita juga harus taat pada pemerintahan, orang tua, suami, yang sesuai dengan kehendak Allah.
Bila mereka bukan dari kehendak Tuhan kita cuma menghormati mereka sebagai kepala. Hormatilah ayahmu dan ibumu, supaya lanjut umurmu di tanah yang diberikan TUHAN, Allahmu, kepadamu. Keluaran 20:12 Tiap-tiap orang harus takluk kepada pemerintah yang di atasnya, sebab tidak ada pemerintah, yang tidak berasal dari Allah; dan pemerintah-pemerintah yang ada, ditetapkan oleh Allah. Sebab itu barangsiapa melawan pemerintah, ia melawan ketetapan Allah dan siapa yang melakukannya, akan mendatangkan hukuman atas dirinya. Roma 13:1,2

Dan terjadilah, apabila Musa mengangkat tangannya, lebih kuatlah Israel, tetapi apabila ia menurunkan tangannya, lebih kuatlah Amalek. Maka penatlah tangan Musa, sebab itu mereka mengambil sebuah batu, diletakkanlah di bawahnya, supaya ia duduk di atasnya; Harun dan Hur menopang kedua belah tangannya, seorang di sisi yang satu, seorang di sisi yang lain, sehingga tangannya tidak bergerak sampai matahari terbenam. Keluaran 17:11,12

2. Ada penyerahan, bahwa kita butuh pertolongan Allah, dan mau sadar bahwa dengan kekuatan kita yang terbatas, perlu Yesus yang tak terbatas untuk melakukan jauh dari apa yang kita bisa lakukan.
Ia melakukan perbuatan-perbuatan yang besar dan yang tak terduga, serta Keaiban keajaiban yang tak terbilang banyaknya. Ayub 5:9 Demikianlah Yosua mengalahkan Amalek dan rakyatnya dengan mata pedang. Keluaran 17:13
3. Yosua saat mau berjalan dipimpin oleh Tuhan maka kemenanganpun terjadi.
Lalu Musa mendirikan sebuah mezbah dan menamainya: "Tuhanlah panji-panjiku!" Ia berkata: "Tangan di atas panji-panji TUHAN! TUHAN berperang melawan Amalek turun-temurun." Keluaran 17:15,16

4. Mau mengutamakan Kristus diatas segala-galanya, baik suami, anak, harta, kedudukan, harga diri, dan nama baik.
Lalu Yesus memanggil orang banyak dan murid-murid-Nya dan berkata kepada mereka: "Setiap orang yang mau mengikut Aku, ia harus menyangkal dirinya, memikul salibnya dan mengikut Aku. Markus 8:34
Sekarang bagaimana kita, peperangan apa yang sedang kita hadapi? Bagaimana harusnya menghadapinya, apa kita sudah memegang kunci utamanya?

Carilah TUHAN selama Ia berkenan ditemui; berserulah kepada-Nya selama Ia dekat! Yesaya 55:6
Oleh: Ev.Liem Thin Ping

Jumat, 04 Juni 2010

SKSD (SOK KENAL SOK DEKAT)


“Sepertinya kita pernah bertemu sebelum ini ya?” Ujar seseorang lelaki muda di suatu tempat wisata.
“Mungkin di Paris atau di Roma?” Si gadis asal menjawab
“Ya, benar. Kita pernah bertemu di paris!” Lelaki itu pun menimpali
“Sudah kuduga, Anda akan membenarkan tempat mana pun yang kusebut. Walaupun, sebenarnya aku belum pernah ke sana sebelumnya.” Jawab gadis tersebut menutup pembicaraan.

CUCU SAYA TELAH KEMBALI


Nama: Ibu Ruth (Griya Putri Kencana A5-13-Jember) Kesaksian: Cucu saya di ambil oleh besan saya. Saat di persekutuan, saya bertanya kepada Bpk. Ping-ping. Beliau berkata bahwa cucu saya tidak lama lagi akan kembali. Dan betul saudara, satu minggu kemudian cucu saya kembali dengan keadaan baik. Puji Nama Tuhan! Dia membuat sesuatu yang kelihatan mustahil menjadi mungkin.

KEKUATIRAN


Kekuatiran terdiri dari dua:  Kekuatiran beralasan: tidak bisa dihindari harus dihadapi diikuti Contoh: takut pada Allah  Kekuatiran tidak beralasan: bisa dihindari, harus dilawan. Contoh: anak kecil naik mobil-mobilan, takut dan menangis. Ayahnya berkata kepada anak kecil tersebut, “Tidak usah melihat mobilnya, lihat papa saja.” Lambat laun ketakutannya mulai hilang dan mobil itu mulai berjalan. Dalam menghadapi kehidupan kita sering takut karena tidak dapat melihat wajah Bapa kita. Kita harus belajar untuk melihat wajah Bapa kita. Maka semua kekuatiran kita lambat-laun akan mulai hilang. Ketakutan bisa membuat kita:  Menjadi semakin dewasa atau  Menjadi semakin cebol atau kerdil (meninggalkan Tuhan. Tidak percaya diri, tidak bisa berkembang, rendah diri.)

Dalam Matius 6:25-34 dikatakan bahwa:
 Hidup lebih penting daripada makanan ataupun pakaian
"Karena itu Aku berkata kepadamu: Janganlah kuatir akan hidupmu, akan apa yang hendak kamu makan atau minum, dan janganlah kuatir pula akan tubuhmu, akan apa yang hendak kamu pakai. Bukankah hidup itu lebih penting dari pada makanan dan tubuh itu lebih penting dari pada pakaian? Matius 6:25

 Tuhan sanggup memelihara kita dan mencukupi kebutuhan kita
Pandanglah burung-burung di langit, yang tidak menabur dan tidak menuai dan tidak mengumpulkan bekal dalam lumbung, namun diberi makan oleh Bapamu yang di sorga. Bukankah kamu jauh melebihi burung-burung itu? Matius 6:26
 Yang Tuhan inginkan dalam kehidupan kita adalah kita tidak membiarkan kekuatiran itu menghantui kita dan membuat kita jauh dari pada Tuhan.
Siapakah di antara kamu yang karena kekuatirannya dapat menambahkan sehasta saja pada jalan hidupnya? Dan mengapa kamu kuatir akan pakaian? Perhatikanlah bunga bakung di ladang, yang tumbuh tanpa bekerja dan tanpa memintal, namun Aku berkata kepadamu: Salomo dalam segala kemegahannyapun tidak berpakaian seindah salah satu dari bunga itu. Jadi jika demikian Allah mendandani rumput di ladang, yang hari ini ada dan besok dibuang ke dalam api, tidakkah Ia akan terlebih lagi mendandani kamu, hai orang yang kurang percaya? Sebab itu janganlah kamu kuatir dan berkata: Apakah yang akan kami makan? Apakah yang akan kami minum? Apakah yang akan kami pakai? Semua itu dicari bangsa-bangsa yang tidak mengenal Allah. Akan tetapi Bapamu yang di sorga tahu, bahwa kamu memerlukan semuanya itu. Matius 6:27-32

 Tetapi yang Tuhan inginkan dari kekuatiran kita adalah Mencari dahulu Kerajaan Allah dan kebenaranNya.
Tetapi carilah dahulu Kerajaan Allah dan kebenarannya, maka semuanya itu akan ditambahkan kepadamu. Matius 6:33
Oleh: Bpk. Andy

DANIEL


Latar belakang Daniel : Daniel yang namanya berarti “Allah adalah Hakimku”. Daniel juga disebut “Nabi” Jadi apabila kamu melihat Pembinasa keji berdiri di tempat kudus, menurut firman yang disampaikan oleh nabi Daniel--para pembaca hendaklah memperhatikannya Matius 24:15 Daniel tercatat berbagai peristiwa dari penyerbuan pertama Nebukadnezar ke Yerusalem tahun 605 SM, Belsyazar, Darius, hingga tahun ke-3 pemerintahan Koresy. Daniel berasal dari antara keturunan Raja dan Bangsawan. Daniel masih muda, berperawakan baik, juga memahami berbagai-bagai hikmat, berpengetahuan banyak, dan mempunyai pengertian tentang ilmu. Lalu raja bertitah kepada Aspenas, kepala istananya, untuk membawa beberapa orang Israel, yang berasal dari keturunan raja dan dari kaum bangsawan, yakni orang-orang muda yang tidak ada sesuatu cela, yang berperawakan baik, yang memahami berbagai-bagai hikmat, berpengetahuan banyak dan yang mempunyai pengertian tentang ilmu, yakni orang-orang yang cakap untuk bekerja dalam istana raja, supaya mereka diajarkan tulisan dan bahasa orang Kasdim. Daniel 1:3,4 Mereka harus pemuda-pemuda yang tak bercacat. Mereka harus tampan, berpendidikan tinggi, cerdas dan berpengetahuan luas serta patut untuk bertugas di dalam istana. Aspenas harus mengajar mereka membaca dan menulis bahasa Babel. Daniel 1:4 (bahasa seharihari)

Pemimpin pegawai istana itu memberi nama lain kepada mereka: Daniel dinamainya Beltsazar, Hananya dinamainya Sadrakh, Misael dinamainya Mesakh dan Azarya dinamainya Abednego.Daniel berketetapan untuk tidak menajiskan dirinya dengan santapan raja dan dengan anggur yang biasa diminum raja; dimintanyalah kepada pemimpin pegawai istana itu, supaya ia tak usah menajiskan dirinya. Daniel 1:7,8

Daniel bersama teman-temannya berketetapan (puasa) untuk tidak menajiskan dirinya dengan santapan raja

Daniel berketetapan untuk tidak menajiskan dirinya dengan santapan raja dan dengan anggur yang biasa diminum raja; dimintanyalah kepada pemimpin pegawai istana itu, supaya ia tak usah menajiskan dirinya. Daniel 1:8
Karena biasanya santapan raja sudah dipersembahkan kepada dewanya.

Hasilnya mereka 10 kali lebih cerdas dari pada semua orang berilmu disana
Raja bercakap-cakap dengan mereka; dan di antara mereka sekalian itu tidak didapati yang setara dengan Daniel, Hananya, Misael dan Azarya; maka bekerjalah mereka itu pada raja. Dalam tiap-tiap hal yang memerlukan kebijaksanaan dan pengertian, yang ditanyakan raja kepada mereka, didapatinya bahwa mereka sepuluh kali lebih cerdas dari pada semua orang berilmu dan semua ahli jampi di seluruh kerajaannya Daniel 1:19,20
Mengapa kitab ini ditulis memakai nama Daniel :
 Karena Daniel bukan orang serakah.
Saat Daniel menerangkan mimpi dan mengartikannya, harusnya ia memperoleh kemuliaan tapi diserahkan kepada teman-temannya.
Lalu raja memuliakan Daniel: dianugerahinyalah dengan banyak pemberian yang besar, dan dibuatnya dia menjadi penguasa atas seluruh wilayah Babel dan menjadi kepala semua orang bijaksana di Babel. Atas permintaan Daniel, raja menyerahkan pemerintahan wilayah Babel itu kepada Sadrakh, Mesakh dan Abednego, sedang Daniel sendiri tinggal di istana raja. Daniel 2:48,49
 Daniel berketetapan untuk tidak memakai nama (Beltsazar), nama yang diberikan oleh pemimpin pegawai istana itu (Daniel 1:7). Karena nama itu diambil dari nama para Dewa di Babel, sedang teman-temannya memakai nama yang diberi oleh pemimpin pegawai istana itu.

Atas permintaan Daniel, raja menyerahkan pemerintahan wilayah Babel itu kepada Sadrakh, Mesakh dan Abednego, sedang Daniel sendiri tinggal di istana raja. Daniel 2:49
Juga waktu ada didapur perapian mereka tetap memakai nama Sadrakh, Mesakh dan Abednego

Lalu Sadrakh, Mesakh dan Abednego menjawab raja Nebukadnezar: "Tidak ada gunanya kami memberi jawab kepada tuanku dalam hal ini. Jika Allah kami yang kami puja sanggup melepaskan kami, maka Ia akan melepaskan kami dari perapian yang menyala-nyala itu, dan dari dalam tanganmu, ya raja; tetapi seandainya tidak, hendaklah tuanku mengetahui, ya raja, bahwa kami tidak akan memuja dewa tuanku, dan tidak akan menyembah patung emas yang tuanku dirikan itu." Daniel 3:16-18

Walaupun iman mereka luar biasa, pelayanannya kepada Tuhan luar biasa, tetapi dimata Tuhan mereka tetap cacat.
Bagaimana dengan kita? Walau apa yang kita lakukan untuk Tuhan, kita berpuasa, doa berjam-jam, pelayanan kemana-mana. Setia ke gereja, setia baca Firman Tuhan. Bila hidup kita masih kompromi dengan dosa, maka pelayanan kita dihadapan Tuhan adalah cacat

 Daniel dalam tekanan ia tetap setia kepada Tuhan (iman yang teruji)
Semua pejabat tinggi kerajaan ini, semua penguasa dan wakil raja, para menteri dan bupati telah mufakat, supaya dikeluarkan kiranya suatu penetapan raja dan ditetapkan suatu larangan, agar barangsiapa yang dalam tiga puluh hari menyampaikan permohonan kepada salah satu dewa atau manusia kecuali kepada tuanku, ya raja, maka ia akan dilemparkan ke dalam gua singa Daniel 6:8

Demi didengar Daniel, bahwa surat perintah itu telah dibuat, pergilah ia ke rumahnya. Dalam kamar atasnya ada tingkap-tingkap yang terbuka ke arah Yerusalem; tiga kali sehari ia berlutut, berdoa serta memuji Allahnya, seperti yang biasa dilakukannya. Daniel 6:11
 Dalam segala sesuatunya nama Tuhan ia tempatkan di nomor utama.
Bersama ini kuberikan perintah, bahwa di seluruh kerajaan yang kukuasai orang harus takut dan gentar kepada Allahnya Daniel, sebab Dialah Allah yang hidup, yang kekal untuk selama-lamanya; pemerintahan-Nya tidak akan binasa dan kekuasaan-Nya tidak akan berakhir. Daniel 6:27

Sering kita menempatkan Tuhan di posisi kedua saat kita naik daun, dan Tuhan di posisi pertama saat kita susah atau tak ada jalan.

Be ye followers of me, even as I also am of Christ. I Korintus 11:1 (KJ) Ikutlah teladan saya, seperti saya pun mengikuti teladan Kristus. I Korintus 11:1 (bahasa sehari hari)

Daniel menunjukan suatu teladan yang indah. Sat hidupnya berketetapan pada Tuhan maka hidupnya menjadi lain. Dulu Daniel bukan siapa-siapa. Walau orang mengenalnya sebagai orang pandai dan cerdas, tapi ia tetap bukan siapa-siapa.

Saat Daniel di pembuangan, saat dia berketetapan, baru nama Daniel dikenal. Kadang melalui situasi yang sulit, Tuhan izinkan ada untuk menjadikan kita Emas yang murni.
Oleh: Ev Liem Thin Ping

IMAN WANITA KANAAN



21 Lalu Yesus pergi dari situ dan menyingkir ke daerah Tirus dan Sidon. 22 Maka datanglah seorang perempuan Kanaan dari daerah itu dan berseru: "Kasihanilah aku, ya Tuhan, Anak Daud, karena anakku perempuan kerasukan setan dan sangat menderita." 23 Tetapi Yesus sama sekali tidak menjawabnya. Lalu murid-murid-Nya datang dan meminta kepada-Nya: "Suruhlah ia pergi, ia mengikuti kita dengan berteriak-teriak." 24 Jawab Yesus: "Aku diutus hanya kepada domba-domba yang hilang dari umat Israel." 25 Tetapi perempuan itu mendekat dan menyembah Dia sambil berkata: "Tuhan, tolonglah aku." 26 Tetapi Yesus menjawab: "Tidak patut mengambil roti yang disediakan bagi anak-anak dan melemparkannya kepada anjing." 27 Kata perempuan itu: "Benar Tuhan, namun anjing itu makan remah-remah yang jatuh dari meja tuannya." 28 Maka Yesus menjawab dan berkata kepadanya: "Hai ibu, besar imanmu, maka jadilah kepadamu seperti yang kaukehendaki." Dan seketika itu juga anaknya sembuh. Matius 15:21-28
Ayat 22
Ada perempuan kafir yang datang pada Yesus ia meminta supaya Tuhan menyembuhkan anaknya yang sedang gila dan sangat menderita. Biasanya kita egois karena anak kita gila, maka kita jadi ikut susah karena merawat orang itu.

Jadi biasanya kita teriak Tuhan anakku sakit, gara-gara anakku sakit aku ikut menderita.
Tuhan suamiku demikian, anakku demikian, ekonomiku demikian, usahaku demikian sehingga aku ikut menderita.

Tapi bukan itu yang perempuan kafir katakan, ia mengatakan anakku sudah lama menderita, anakku perlu uluran tanganMu untuk mendapat mujizat (itulah perkataan iman), ia tahu, ia tidak sanggup melakukan semuannya itu hanya Yesus yang mampu melakukan mujizat.

Karena Yesus tak menjawab mungkin juga murid-muridnya mengusir perempuan kafir itu, walau diusir perempuan itu tidak beranjak malah semakin berteriak keras. Untuk mengatasinya murid-muridNya menyuruh Yesus mengusirnya.

Sering kita juga demikian saat seakan-akan Tuhan tidak mendengar. Bagaimana langkah kita? Kita tetap berteriak atau berhenti? Saat ada yang menghalangi, kita berhenti atau terus maju. Atau kita akan berkata, tubuh saya lemah maka saya ikut tubuh.

Perempuan Kanaan ini punya iman yang berbeda lain dari pada yang lain. Saat Yesus mengatakan, “Tidak patut memberi makan pada anjing”. Ia malah berkata, Saya siap memakan sesuatu yang jatuh ke bawah. Dengan kata lain, walau aku disuruh menjilat lantai atau melakukan sesuatu yang tidak patut orang lain lakukan, aku tetap melakukan karena aku sayang pada anakku.
Bahkan aku diibaratkan seekor anjing aku tetap mau menerima, karena aku mau anakku sembuh.

Bagaimana dengan kita, apakah kita gampang tersinggung? Kalau kita gampang tersinggung (harga diri yang tinggi) maka kita takkan mendapatkan apa-apa, mujizat tidak akan kita lihat dan nikmati.

Keberhasilan perempuan Kanaan ini karena ia mau membuang egonya, kesombongannya, bahkan ia mau merendahkan dirinya. Maka melalui imannya (ayat 28) anaknya jadi sembuh.

Sebab di dalamnya nyata kebenaran Allah, yang bertolak dari iman dan memimpin kepada iman, seperti ada tertulis: "Orang benar akan hidup oleh iman." Roma 1:17
Oleh: Ev. Liem Thin Ping