Rek BCA: 2 1 4 0 5 9 4 8 0 9 a/n INDRAWATTY

Shalom. Selamat Datang & Selamat Bergabung Di Web Blog "House Of All Nations". Kami mengundang Bapak, Ibu & Saudara/i yang rindu untuk datang beribadah dan berkumpul bersama pada jadwal kebaktian Kami. Tuhan Yesus senantiasa memberkati kita. Bagi anda yang diberkati oleh warta ini, anda bisa membantu kami berupa dana yang dapat anda kirimkan ke rekening kami di atas.

Sabtu, 05 April 2014

PANGGILAN YEREMIA

Firman TUHAN datang kepadaku, bunyinya:
"Sebelum Aku membentuk engkau dalam rahim ibumu, Aku telah mengenal engkau, dan sebelum engkau keluar dari kandungan, Aku telah menguduskan engkau, Aku telah menetapkan engkau menjadi nabi bagi bangsa-bangsa."
Maka aku menjawab: "Ah, Tuhan ALLAH! Sesungguhnya aku tidak pandai berbicara, sebab aku ini masih muda."
Tetapi TUHAN berfirman kepadaku: "Janganlah katakan: Aku ini masih muda, tetapi kepada siapapun engkau Kuutus, haruslah engkau pergi, dan apapun yang Kuperintahkan kepadamu, haruslah kausampaikan.
Janganlah takut kepada mereka, sebab Aku menyertai engkau untuk melepaskan engkau, demikianlah firman TUHAN."
Lalu TUHAN mengulurkan tangan-Nya dan menjamah mulutku; TUHAN berfirman kepadaku: "Sesungguhnya, Aku menaruh perkataan-perkataan-Ku ke dalam mulutmu. Yeremia 1:4-9
Yeremia menerima pelatihan sebagai seorang pemuda yang akan menjadi seorang nabi di desa Anathoth. Dia bertumbuh di lingkungan para nabi.
Yeremia hidup pada masa kekacauan nasional dan rohani yang besar. Manasye, salah satu raja Yehuda yang paling jahat, memerintah selama 55 tahun sebelum Yeremia memulai pelayanannya. Banyak orang tidak bersalah yang dibunuh selama Manasye memerintah. Kebiasaan bangsa Assiria berupa praktek-praktek keagamaan yang atheis dibawa ke Yehuda. Masa itu adalah masa yang sulit untuk agama yang menyembah Allah di tanah Yehuda.

Yosia menjadi raja Yehuda pada tahun 641 Sebelum Masehi. Tahun 623 Yosia mulai membersihkan Bait Allah dan kehidupan keagamaan dari rakyat. Ketika Kitab Hukum Tuhan ditemukan di Bait Allah, suatu kebangunan rohani yang besar dimulai di tanah tersebut. Kita dapat yakin bahwa Yeremia sangat tertarik akan hal ini. Yeremia memberitakan Firman Tuhan di Yerusalem selama beberapa tahun. Dia melihat pemerintahan beberapa raja dan akhirnya melihat kehancuran Yerusalem oleh Raja Babilonia, Nebukadnezar. Yeremia berkotbah di Yehuda dan bangsa-bangsa sekelilingnya. Seperti yang kita lihat, dia adalah nabi bagi bangsa- bangsa.

Didalam peraturan Yahudi orang baru bisa melayani bila sudah berusia 30 tahun, Allah memangil Yeremia pada usia muda +20 tahun untuk menjadi nabi atas bangsa bangsa (bukan untuk orang Israel saja). Pangilan ini tentu saja ditolak oleh Yeremia karena dengan usia yang demikian muda bangsa atau negara mana yang mau mendengarnya, apalagi mendengar suara Tuhan lalu disampaikan kepada banyak bangsa (menjadi nabinya Tuhan), jelas jelas itu tidak masuk akal.

Kalau kita lihat kilas balik tetang Musa. Musa dipanggil pada usia 40 tahun, menurut tata cara Yahudi dia layak mulai melayani walau kurang pandai dalam berbicara (Keluaran 4:10). Selain itu Musa dipanggil untuk melayani hanya 1 bangsa yaitu Israel, sedang Yeremia banyak bangsa. Kalau Musa tidak bisa bicara hanya dengan raja Mesir dan bangsa Israel, walau Musa bisa berbicara dalam bahasa Mesir. Tapi Yeremia harus belajar beberapa bahasa kalau ingin berbicara kepada bangsa bangsa. Allah yang memilih dan Allahlah yang mengutus Yeremia kalau Dia bisa membuat orang lumpuh berjalan, orang buta melihat maka masalah bahasa yang harus dikuasai oleh Yeremia itu pasti mudah karena mujizat masih ada.

Pada usia masih muda siapa yang mau mendengarkan suaranya, orang orang akan berkata ‘kamu masih bau kencur mau mengajari kita yang sudah makan asam garam dunia’. Kalau upamanya Yeremia berkata “Ah, Tuhan ALLAH! Sesungguhnya aku tidak pandai berbicara, sebab aku ini masih muda." Semua orang akan memakluminya, tapi Tuhan melihat bukan apa yang dipandang oleh manusia.
Tetapi berfirmanlah TUHAN kepada Samuel: "Janganlah pandang parasnya atau perawakan yang tinggi, sebab Aku telah menolaknya. Bukan yang dilihat manusia yang dilihat Allah; manusia melihat apa yang di depan mata, tetapi TUHAN melihat hati." I Samuel 16:7
Banyak dari kita dipanggil dan diutus tapi tidak semua yang mau pergi.
Tetapi Yesus berkata kepadanya: "Ada seorang mengadakan perjamuan besar dan ia mengundang banyak orang.
Menjelang perjamuan itu dimulai, ia menyuruh hambanya mengatakan kepada para undangan: Marilah, sebab segala sesuatu sudah siap.
Tetapi mereka bersama-sama meminta maaf. Yang pertama berkata kepadanya: Aku telah membeli ladang dan aku harus pergi melihatnya; aku minta dimaafkan.
Yang lain berkata: Aku telah membeli lima pasang lembu kebiri dan aku harus pergi mencobanya; aku minta dimaafkan.
Yang lain lagi berkata: Aku baru kawin dan karena itu aku tidak dapat datang. Lukas 14:16-20
Banyak juga orang minta diutus tapi Allah tidak mau memakai mereka.
Ketika Yesus dan murid-murid-Nya melanjutkan perjalanan mereka, berkatalah seorang di tengah jalan kepada Yesus: "Aku akan mengikut Engkau, ke mana saja Engkau pergi."
Yesus berkata kepadanya: "Serigala mempunyai liang dan burung mempunyai sarang, tetapi Anak Manusia tidak mempunyai tempat untuk meletakkan kepala-Nya."
Lalu Ia berkata kepada seorang lain: "Ikutlah Aku!" Tetapi orang itu berkata: "Izinkanlah aku pergi dahulu menguburkan bapaku."
Tetapi Yesus berkata kepadanya: "Biarlah orang mati menguburkan orang mati; tetapi engkau, pergilah dan beritakanlah Kerajaan Allah di mana-mana."
Dan seorang lain lagi berkata: "Aku akan mengikut Engkau, Tuhan, tetapi izinkanlah aku pamitan dahulu dengan keluargaku."
Tetapi Yesus berkata: "Setiap orang yang siap untuk membajak tetapi menoleh ke belakang, tidak layak untuk Kerajaan Allah." Lukas 9:57-62

Allahlah yang paling tahu orang itu layak dipakai atau tidak. Allah akan melakukan serangkaian ujian (study kelayakan) untuk bisa melihat apakah orang itu mampu melakukan perintahNya atau tidak. Kalau orang itu mampu maka Dia akan memperlengkapi semua yang dibutuhkan dalam pelayananan, seperti Yeremia yang bisa bicara dalam berbagai bahasa.

Yeremia adalah nabi yang berbeda dengan nabi lain yang tertulis di Alkitab, dia dipanggil atau ditetapkan sejak didalam kandungan ibunya. Yeremia dibentuk dan diproses sejak dari kandungan untuk menjadi nabi, luar biasa bukan (ayat 5). Kalau nabi lainnya dipanggil untuk satu bangsa sedangkan Yeremia atas banyak bangsa.
contohnya Yunus untuk Niniwe, Samuel untuk Israel dsb

Segala sesuatu yang dibuat pasti memiliki tujuan pembuatan. Misalnya sebuah pena dibuat untuk keperluan menulis. Memang pena bisa saja dipakai sebagai selipan pembatas halaman buku yang dibaca, namun sesungguhnya bukan itu tujuan pembuatan sebuah pena. Satu yang pasti pena tidak tepat digunakan sebagai alat pancing.

Untuk sebuah benda sederhana, seperti pena, dibuat dengan suatu tujuan tertentu, apalagi manusia yang diciptakan oleh Allah. Tentulah manusia dibuat untuk suatu tujuan tertentu. Allah menciptakan masing masing kita tidak akan sama, ada yang diciptakan untuk tujuan ‘A’, ada yang tujuan ‘B’ dan ada yang ketujuan ‘C’, tapi kesemuanya menuju kekemuliaan Allah semata, yang penting bagaimana kita mempergunakan segala yang ada dengan ucapan syukur.

Manusia didalam kehidupannya mempunyai 3 kehendak
1. Tidak punya kehendak bebas jadi manusia tidak bisa memilih.
Contoh: hidup dan mati.
2. Punya kehendak bebas tapi tidak bisa memilih kehendaknya.
Contoh: anak harus disekolahkan, mengerjakan PR dari sekolah, minum obat bila sakit, makan dan minum dsb.
3. Bisa memilih.
Contoh: memilih baju yang cocok, memilih kendaraan yang mau dibeli dsb.

Panggilan pada setiap orang berbeda beda, ada mereka dipanggil untuk tujuan mulia atau tujuan yang sederhana, ada yang berjangka panjang ada juga berjangka pendek yang penting Tuhan melihat kesetiaan kita. Ada yang diberi tugas untuk pekerjaan yang ‘A’ malah melakukan pekerjaan ‘B’ seperti yang dicontohkan sebuah pena.

Seperti jari tengah kita, walau jari tengah kurang banyak dipakai dibanding jari yang lainnnya tapi Allah meninggikan jari itu paling tinggi diantara semua jari yang ada. Janganlah kita kuatir kehidupan kita, rencana Allah dalam hidup kita pasti indah walau pelayananmu sangat kecil, manusia tidak menghargaimu, Allah tetap memandangmu.
Ketahuilah, pada hari ini Aku mengangkat engkau atas bangsa-bangsa dan atas kerajaan-kerajaan untuk mencabut dan merobohkan, untuk membinasakan dan meruntuhkan, untuk membangun dan menanam." Yeremia 1:10

Seorang Tuan sedang mencari sebuah bejana. Sambil berjalan sang Tuan melihat dan menilai bejana-bejana tersebut. Bejana Emas berkata: "Pilihlah aku," teriak bejana emas,"Aku mengkilap dan bercahaya. Aku sangat berharga dan aku melakukan segala sesuatu dengan benar. Keindahanku akan mengalahkan yang lain. Dan untuk orang seperti Tuanku, emas adalah yang terbaik!" Tuan itu hanya lewat saja tanpa mengeluarkan sepatah kata.

Kemudian ia melihat suatu bejana perak, ramping dan tinggi. Bejana Perak, Ramping dan Tinggi berkata: "Aku akan melayani engkau Tuanku, aku akan menuangkan anggurmu dan aku akan berada di mejamu di setiap acara jamuan makan. Garisku sangat indah, ukiranku sangat nyata. Dan perakku akan selalu memujimu."

Tuan itu hanya lewat saja dan menemukan sebuah bejana kaca.’ Bejana ini lebar mulutnya dan dipoles seperti kaca. "Bejana Kaca berkata; "Sini! Sini!" teriak bejana itu, "aku tahu aku akan terpilih. Taruhlah aku dimejamu, maka semua orang akan memandangku." Namun tuan itu hanya melewatinya dan melihat bejana kristal. Bejana Kristal berkata: "Lihatlah aku!", panggil bejana kristal yang sangat jernih. Aku sangat transparan, menunjukkan betapa baiknya aku. Meskipun aku mudah pecah, aku akan melayani engkau dengan kebanggaanku. Dan aku yakin, aku akan bahagia dan senang tinggal dalam rumahmu."

Tuan itu kemudian menemukan bejana kayu. Dipoles dan terukir indah, berdiri dengan teguh. Bejana Kayu berkata: "Engkau dapat memakai aku, tuanku, kata bejana kayu. Tapi aku lebih senang bila engkau memakaiku untuk buah-buahan, bukan untuk roti."

Kemudian tuan itu melihat ke bawah dan melihat bejana tanah liat. Kosong dan hancur, terbaring begitu saja. Tidak ada harapan untuk terpilih sebagai bejana tuan itu. Bejana Tanah Liat hanya diam. Tuan berkata: Ah! Inilah bejana yang aku cari-cari. Aku akan perbaiki dan kupakai, dan akan aku buat sebagai milikku seutuhnya. Aku tidak membutuhkan bejana yang mempunyai kebanggaan. Tidak juga bejana yang terlalu tinggi untuk ditaruh di rak. Tidak juga yang mempunyai mulut lebar dan dalam. Tidak juga yang memamerkan isinya dengan sombong.Tidak juga yang merasa dirinya selalu benar.Tetapi yang kucari adalah bejana yang sederhana yang akan kupenuhi dengan kuasa dan kehendakku.

Kemudian ia mengangkat bejana tanah liat itu. Ia memperbaiki dan membersihkannya dan memenuhinya, ia berbicara dengan lembut kepadanya, "Ada tugas yang perlu engkau kerjakan, jadilah berkat buat orang lain, seperti apa yang telah kuperbuat bagimu." Demikianlah halnya dengan Tuhan. Ia mencari orang-orang yang rendah hati dan mau berjalan menurut kehendak dan kemauan Tuhan. Dan tentunya orang yang mau dibentuk, sekalipun harus melalui hal-hal menyakitkan.
Oleh: Ev. Liem Thin Ping

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar