Rek BCA: 2 1 4 0 5 9 4 8 0 9 a/n INDRAWATTY

Shalom. Selamat Datang & Selamat Bergabung Di Web Blog "House Of All Nations". Kami mengundang Bapak, Ibu & Saudara/i yang rindu untuk datang beribadah dan berkumpul bersama pada jadwal kebaktian Kami. Tuhan Yesus senantiasa memberkati kita. Bagi anda yang diberkati oleh warta ini, anda bisa membantu kami berupa dana yang dapat anda kirimkan ke rekening kami di atas.

Rabu, 01 Mei 2013

BAHASA ROH

Suatu kali saya pergi kesuatu persekutuan ada seseorang berbahasa roh dengan keras keras dia berdoa akhirnya saya tanya Tuhan apa maksud doanya. Allah memberitahu kalau dia punya utang banyak dia teriak “Tuhan utangku banyak, aku tidak bisa bayar Tuhan”, saya pikir kalau dia punya utang tak perlu berteriak bikin malu kalau ada orang yang tahu kalau dia tidak bisa bayar utang.

Tanda-tanda ini akan menyertai orang-orang yang percaya: mereka akan mengusir setan-setan demi nama-Ku, mereka akan berbicara dalam bahasa-bahasa yang baru bagi mereka
Markus 16:17
Banyak orang mengartikan bahasa bahasa yang baru itu bahasa roh, bahasa bahasa berarti lebih dari satu bahasa sedang bahasa roh itu satu bahasa jadi bahasa bahasa yang baru bisa berarti kalau dulu kita bahasanya suka bicara yang kotor atau sia sia, bahasa atau gerakan tangan dan kaki kita melangkah yang tidak benar, telinga kita suka mendengar hal hal yang tidak benar, jadi dulunya bahasa tubuh kita sukanya hal yang berdosa, sekarang sejak kita terima Yesus seluruh bahasa tubuh kita diubah menjadi bahasa yang baru yaitu bahasa untuk memuji Tuhan, bersyukur atau sesuatu yang berkenan kepadaNya.

Orang yang bisa berbahasa roh bukan jaminan pasti orang itu sungguh sungguh atau pasti masuk surga atau pasti suka berdoa. Berbahasa roh bukan kerasukan, banyak orang yang berbahasa roh badannya gemetar atau tubuhnya bergoyang goyang (melakukan atraksi) atau berteriak teriak itu bukan karya Allah karena Roh kudus tertib kalaupun ada orang mengalami demikian pasti bahasa rohnya ditunggangi oleh kuasa yang lain.

Bahasa roh itu karunia, jadi orang bisa memilikinya setelah bertobat atau percaya pada Yesus, karunia bahasa roh tidak mungkin dimiliki semua orang percaya (I Korintus 12:29,30). Tetapi bahasa roh adalah bahasa universal yang dipakai oleh semua bangsa yang ada di Dunia.
Maka penuhlah mereka dengan Roh Kudus, lalu mereka mulai berkata-kata dalam bahasa-bahasa lain, seperti yang diberikan oleh Roh itu kepada mereka untuk mengatakannya.
Ketika turun bunyi itu, berkerumunlah orang banyak. Mereka bingung karena mereka masing-masing mendengar rasul-rasul itu berkata-kata dalam bahasa mereka sendiri.
Kisah para rasul 2:4,6
Siapa yang berkata-kata dengan bahasa roh, tidak berkata-kata kepada manusia, tetapi kepada Allah. Sebab tidak ada seorangpun yang mengerti bahasanya; oleh Roh ia mengucapkan hal-hal yang rahasia. I Korintus 14:2
Berbeda dengan bahasa roh semua orang tidak mengerti kalaupun bisa mengerti harus ditafsirkan. Lain dengan bahasa yang lain bahasa ini bisa dimengerti oleh orang lain, kadang kita berdoa atau berkata dalam bahasa Cina, Inggris, Yunani atau Arab. Saat itu Roh Kudus menuntun orang itu berbicara dalam bahasa yang lain

Glossolalia, atau Bahasa Lidah, berasal dari kata Yunani "γλώσσα" (glossa), "lidah" dan "λαλώ" (lalô), "berbicara".
Karena itu, karunia bahasa roh atau berbahasa lidah adalah karunia untuk berbicara dalam bahasa yang si pembicara tidak berkata kata kepada manusia tetapi pada Allah (I Korintus 14:2), si pembicara tidak mengerti bahasanya. Bahasa roh digunakan untuk membangun diri sendiri bukan untuk orang lain. Ini satu satunya karunia diantara 9 karunia hanya karunia bahasa rohlah yang digunakan untuk membangun diri sendiri bukan untuk membangun orang lain.
Menurut Rasul Paulus bahasa lidah berguna bagi orang yang mendengar berita dari Tuhan dalam bahasa mereka sendiri, namun tidak ada artinya bagi orang lain, kecuali kalau dijelaskan atau ditafsirkan.

Orang yang memiliki karunia untuk menafsirkan bahasa lidah (I Korintus 12:30) dapat mengerti apa yang dikatakan orang dalam bahasa lidah sekalipun dia tidak mengerti bahasa itu sendiri. Penafsir bahasa lidah kemudian akan menjelaskan berita yang disampaikan dalam bahasa lidah itu kepada orang-orang lain sehingga semua orang bisa mengerti.
“Karena itu siapa yang berkata-kata dengan bahasa roh, ia harus berdoa, supaya kepadanya diberikan juga karunia untuk menafsirkannya” I Korintus 14:13

Bahasa roh, menurut Paulus:
• berkata-kata kepada Allah; bukan kepada manusia; oleh Roh mengucapkan hal-hal yang rahasia, dan tidak ada seorangpun yang mengerti bahasanya
Siapa yang berkata-kata dengan bahasa roh, tidak berkata-kata kepada manusia, tetapi kepada Allah. Sebab tidak ada seorangpun yang mengerti bahasanya; oleh Roh ia mengucapkan hal-hal yang rahasia. I Korintus 14:2
• orang yang berkata-kata dalam bahasa roh membangun (memperbaiki) dirinya sendiri
Siapa yang berkata-kata dengan bahasa roh, ia membangun dirinya sendiri, tetapi siapa yang bernubuat, ia membangun Jemaat. I Korintus 14:4
• merupakan doa yang dilakukan oleh roh
Sebab jika aku berdoa dengan bahasa roh, maka rohkulah yang berdoa, tetapi akal budiku tidak turut berdoa. I Korintus 14:14
• merupakan bahasa pengucapan syukur yang sangat baik
Sebab, jika engkau mengucap syukur dengan rohmu saja, bagaimanakah orang biasa yang hadir sebagai pendengar dapat mengatakan "amin" atas pengucapan syukurmu? Bukankah ia tidak tahu apa yang engkau katakan?
Sebab sekalipun pengucapan syukurmu itu sangat baik, tetapi orang lain tidak dibangun olehnya. I Korintus 14:16,17

Tulisan Paulus lainnya menyatakan juga beberapa hal:
• Paulus meminta jemaat agar "jangan melarang orang yang berkata-kata dengan bahasa roh"
Karena itu, saudara-saudaraku, usahakanlah dirimu untuk memperoleh karunia untuk bernubuat dan janganlah melarang orang yang berkata-kata dengan bahasa roh.
I Korintus 14:39
• dan bahwa ia berharap jemaat semua "berkata-kata dengan bahasa roh"
Aku suka, supaya kamu semua berkata-kata dengan bahasa roh, tetapi lebih dari pada itu, supaya kamu bernubuat. Sebab orang yang bernubuat lebih berharga dari pada orang yang berkata-kata dengan bahasa roh, kecuali kalau orang itu juga menafsirkannya, sehingga Jemaat dapat dibangun. I Korintus 14:5
• dan bahwa ia "berkata-kata dalam bahasa roh lebih dari pada kamu semua"
Aku mengucap syukur kepada Allah, bahwa aku berkata-kata dengan bahasa roh lebih dari pada kamu semua. I Korintus 14:18

Sekalipun demikian, Paulus meminta agar jemaat berlaku bijak dalam berbahasa roh, karena bila dalam suatu ibadah setiap orang berkata-kata dalam bahasa roh, maka orang-orang yang tidak percaya bisa mengatakan mereka "gila"
Jadi, kalau seluruh Jemaat berkumpul bersama-sama dan tiap-tiap orang berkata-kata dengan bahasa roh, lalu masuklah orang-orang luar atau orang-orang yang tidak beriman, tidakkah akan mereka katakan, bahwa kamu gila? I Korintus 14:23

Bahasa lidah harus sesuai dengan perintah yang Tuhan berikan melalui Rasul Paulus,
“Jika ada yang berkata-kata dengan bahasa roh, biarlah dua atau sebanyak-banyaknya tiga orang, seorang demi seorang, dan harus ada seorang lain untuk menafsirkannya.
Jika tidak ada orang yang dapat menafsirkannya, hendaklah mereka berdiam diri dalam pertemuan Jemaat dan hanya boleh berkata-kata kepada dirinya sendiri dan kepada Allah”
I Korintus 14:27,28
“Sebab Allah tidak menghendaki kekacauan, tetapi damai sejahtera” I Korintus 14:33

Sudah tentu Allah dapat memberi orang karunia berbahasa lidah untuk memampukan orang tsb berkomunikasi dengan orang yang berbahasa lain. Roh Kudus memiliki kedaulatan dalam membagikan karunia-karunia roh (I Korintus 12:11). Bayangkan saja bagaimana produktifnya para missionari kalau mereka tidak perlu ke sekolah bahasa dan dapat secara langsung berbicara kepada orang-orang dalam bahasa mereka sendiri. Namun nampaknya Tuhan tidak bekerja seperti ini. Bahasa lidah tidak terjadi pada hari ini dengan cara yang sama dalam Perjanjian Baru sekalipun kalau terjadi itu akan sangat berguna.

Alkitab juga mencatat gambaran akan tata cara ibadah berkaitan dengan bahasa roh :
• Jika dalam suatu ibadah sepenuhnya diwarnai oleh bahasa roh, maka orang lain tidak dapat mengerti apa yang dikatakan
Tetapi jika aku tidak mengetahui arti bahasa itu, aku menjadi orang asing bagi dia yang mempergunakannya dan dia orang asing bagiku. I Korintus 14:11
• Karunia-karunia Roh harus diusahakan untuk dipergunakan membangun Jemaat
Demikian pula dengan kamu: Kamu memang berusaha untuk memperoleh karunia-karunia Roh, tetapi lebih dari pada itu hendaklah kamu berusaha mempergunakannya untuk membangun Jemaat. I Korintus 14:12
• Siapa yang berkata-kata dalam bahasa roh, haruslah berdoa agar diberikan juga karunia untuk menafsirkannya
Sebab jika aku berdoa dengan bahasa roh, maka rohkulah yang berdoa, tetapi akal budiku tidak turut berdoa. I Korintus 14:14
• Oleh karena itu, dalam suatu ibadah atau pertemuan Jemaat, Paulus menyarankan agar didominasi dengan penggunaan bahasa yang dimengerti oleh semua orang
Tetapi dalam pertemuan Jemaat aku lebih suka mengucapkan lima kata yang dapat dimengerti untuk mengajar orang lain juga, dari pada beribu-ribu kata dengan bahasa roh.
I Korintus 14:19
• Jika ada yang berkata-kata dalam bahasa roh, haruslah ada yang dapat menafsirkannya
Jika ada yang berkata-kata dengan bahasa roh, biarlah dua atau sebanyak-banyaknya tiga orang, seorang demi seorang, dan harus ada seorang lain untuk menafsirkannya.
I Korintus 14:27
Oleh: Ev. Liem Thin Ping

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar