Rek BCA: 2 1 4 0 5 9 4 8 0 9 a/n INDRAWATTY

Shalom. Selamat Datang & Selamat Bergabung Di Web Blog "House Of All Nations". Kami mengundang Bapak, Ibu & Saudara/i yang rindu untuk datang beribadah dan berkumpul bersama pada jadwal kebaktian Kami. Tuhan Yesus senantiasa memberkati kita. Bagi anda yang diberkati oleh warta ini, anda bisa membantu kami berupa dana yang dapat anda kirimkan ke rekening kami di atas.

HAPPY EASTER

Keluarga besar House Of All Nations mengucapkan selamat paskah 2014. Semoga semangat paskah ini menjadikan kita pribadi yang lebih dekat dengan Tuhan Yesus Kristus. Biarlah melalui kematian dan kebangkitannya di kayu salib; kita mengalami kesembuhan, mujizat, dan pemulihan yang luar biasa dalam setiap segi kehidupan kita. Amin. Tuhan Yesus memberkati.

Jumat, 23 September 2011

MENIKMATI KESETIAAN TUHAN


jika kita tidak setia, Dia tetap setia, karena Dia tidak dapat menyangkal diri-Nya." II Timotius 2:13 Tuhan kita setia, walau kadang kita tidak setia. Tetapi, seringkali kita tidak dapat menikmati kesetiaan Tuhan pada saudara karena saudara-saudara hidup seenak-enaknya. Misalnya: malas baca Firman Tuhan, kalau ada masalah atau keadaan buruk maka kita akan kecewa pada Tuhan, atau menyalahkan Tuhan yang tidak sayang saudara, dll. Contohnya: Bangsa Israel bisa keluar dari Mesir semata-mata dari kasih setia Tuhan tanpa kesetiaan Tuhan, Bangsa Israel tidak akan bisa. Tetapi, mereka tidak bisa menikmati kesetiaan Tuhan sehingga seringkali mereka kecewa kepada Tuhan. Bagaimana cara untuk bisa menikmati kesetiaan Tuhan: 3. Percayakan kehidupan kita pada Tuhan. Sebab Aku ini mengetahui rancangan-rancangan apa yang ada pada-Ku mengenai kamu, demikianlah firman TUHAN, yaitu rancangan damai sejahtera dan bukan rancangan kecelakaan, untuk memberikan kepadamu hari depan yang penuh harapan. Yeremia 29:11 Apa yang dilakukan Tuhan semuanya adalah untuk kebaikkan kita. walaupun jalan yang Tuhan berikan untuk masalah kita tidak sesuai dengan pikiran kita. Tetaplah percaya karena Tuhan lebih tahu yang terbaik untuk diri kita. Tuhan selalu setia walaupun kadang kita tidak setia kepadanya.

Contohnya: Bangsa Israel yang sudah dikeluarkan Tuhan dari perbudakan dan berjalan di padang gurun walaupun Bangsa Israel marah tetapi Tuhan selalu setia memberikan roti, daging untuk Bangsa Israel.

1. Ingat kebaikkan Tuhan.
Tuhan selalu memberikan yang terbaik untuk kita. Walaupun kita kadang tidak menghargainya tetapi Tuhan selalu memberikan yang terbaik.
Contohnya: Tubuh yang sehat, nafas yang gratis bahkan Tuhan memberikan anakNya yang tunggal untuk saudara. Itu semua bukti kesetiaan Tuhan kepada saudara.
Karena begitu besar kasih Allah akan dunia ini, sehingga Ia telah mengaruniakan Anak-Nya yang tunggal, supaya setiap orang yang percaya kepada-Nya tidak binasa, melainkan beroleh hidup yang kekal. Yohanes 3:16
2. Mengucap syukur.
Apa kita sudah belajar mengucap syukur walaupun itu ada masalah atau berkat dalam kehidupan. Terkadang kita lebih mudah mengucap syukur pada saat diberkati tetapi kita sulit mengucap syukur pada waktu ada masalah. Sekarang belajar mengucap syukur di waktu ada masalah walaupun sulit kita lakukan dengan berdoa karena dibalik masalah Tuhan sudah siapkan berkat yang sedang menanti.
Mengucap syukurlah dalam segala hal, sebab itulah yang dikehendaki Allah di dalam Kristus Yesus bagi kamu. I Tesalonika 5:18
Sebab firman TUHAN itu benar, segala sesuatu dikerjakan-Nya dengan kesetiaan. Mazmur 33:4
Tuhan mengerjakan sesuatu dengan kesetiaan, jadi nikmatilah kesetiaan yang Tuhan berikan pada saudara. Oleh: Sdri Agustine

KESATUAN ROH DAN IKATAN DAMAI SEJAHTERA


Karena Dialah damai sejahtera kita, yang telah mempersatukan kedua pihak dan yang telah merubuhkan tembok pemisah, yaitu perseteruan, Efesus 2:14
Sebagai saudara seiman kita haruslah hidup:
• Rukun. Di gereja,
di rumah tangga kerukunan itu perlu, kalau rukun tidak ada pertengkaran atau perselisihan hidup saling mengasihi, saling membantu, saling menghormati satu sama lain tidak mencari kepentingan sendiri atau pujian yang sia-sia. Sebaliknya, seorang menganggap yang lain lebih utama dari pada diri sendiri sehingga dapat merasakan damai dan ketentraman dalam keluarga Allah.
• Jangan ada dusta.
Kejujuran itu penting kalau kita tidak jujur bagaimana orang mau percaya satu sama lain. Kalau tidak percaya, saling curiga maka tidak aka nada kerja sama yang baik, maka dari itu kita harus jujur.
• Berkata yang tepat.
Dapat menghibur, memberi semangat, nasehat, dan membawa dampak bagi orang sekeliling.
• Bersyukur selalu.
Dalam keadaan dan situasi apapun kita tidak menyerah dan tetap mengucap syukur, maka iblis tidak berdaya.

• Memuji dan menyembah bagi Tuhan. Dalam pujian ada kuasa. Setiap menyembah Tuhan, maka jiwa kita yang lemah, akan menjadi kuat dan kita bisa mengatasi masalah.
• Berdoa. Berdoa adalah peperangan orang Kristen melawan kekuatan iblis dan berdoa juga menuntut kesungguhan dalam melakukannya. Kita juga harus berdoa setiap waktu dengan permohonan yang tidak putus-putusnya untuk segala orang kudus.
Berdoa jangan dipandang sekedar peperangan itu sendiri, dimana kemenangan diperoleh bagi diri sendiri dan orang lain dengan bekerja sama dengan Allah, gagal berdoa dengan rajin dan permohonan yang putus berarti menyerah kepada musuh.
• Penginjilan. Tuhan telah mengirim rasul, nabi, pemberita injil, supaya injil dapat tersebar ke seluruh bumi dan dapat dipersatukan di dalam satu Tuhan, satu iman, satu baptisan, satu Allah dan Bapa dari semua Allah.
Oleh: Pdp Lilik-Jember

AKU MEMPUNYAI SEGALANYA


Esau: "Apakah maksudmu dengan seluruh pasukan, yang telah bertemu dengan aku tadi?" Jawabnya: "Untuk mendapat kasih tuanku." Tetapi kata Esau: "Aku mempunyai banyak, adikku; peganglah apa yang ada padamu." Tetapi kata Yakub: "Janganlah kiranya demikian; jikalau aku telah mendapat kasihmu, terimalah persembahanku ini dari tanganku, karena memang melihat mukamu adalah bagiku serasa melihat wajah Allah, dan engkaupun berkenan menyambut aku. Terimalah kiranya pemberian tanda salamku ini, yang telah kubawa kepadamu, sebab Allah telah memberi karunia kepadaku dan akupun mempunyai segala-galanya." Lalu dibujuk-bujuknyalah Esau, sehingga diterimanya. Kejadian 33:8-11

Esaf mempunyai “banyak”,karena bekerja dengan keras
Kata Esau kepada ayahnya: "Hanya berkat yang satu itukah ada padamu, ya bapa? Berkatilah aku ini juga, ya bapa!" Dan dengan suara keras menangislah Esau. Lalu Ishak, ayahnya, menjawabnya: "Sesungguhnya tempat kediamanmu akan jauh dari tanah-tanah gemuk di bumi dan jauh dari embun dari langit di atas. Engkau akan hidup dari pedangmu
dan engkau akan menjadi hamba adikmu. Tetapi akan terjadi kelak, apabila engkau berusaha sungguh-sungguh, maka engkau akan melemparkan kuk itu dari tengkukmu." Kejadian 27:38-40

Yakub mempunyai “segala-galanya” karena bekerja keras dan diberkati
Tetapi ayahmu telah berlaku curang kepadaku dan telah sepuluh kali mengubah upahku, tetapi Allah tidak membiarkan dia berbuat jahat kepadaku. Kejadian 31:7

A.Bekerja keras/rajin
Ishak menabur dan diberkati mendapat seratus kali lipat
Maka menaburlah Ishak di tanah itu dan dalam tahun itu juga ia mendapat hasil seratus kali lipat; sebab ia diberkati TUHAN. Kejadian 26:12

1.Tangan orang yang rajin,berkuasa
Tangan orang rajin memegang kekuasaan, tetapi kemalasan mengakibatkan kerja paksa. Amsal 12:24
2.Orang yang rajin mendapat harta
Orang malas tidak akan menangkap buruannya, tetapi orang rajin akan memperoleh harta yang berharga. Amsal 12:27

3.Tangan orang rajin,menjadikannya kaya
Tangan yang lamban membuat miskin, tetapi tangan orang rajin menjadikan kaya. Amsal 10:4

4.Orang yang malas akan jadi miskin
"Tidur sebentar lagi, mengantuk sebentar lagi, melipat tangan sebentar lagi untuk tinggal berbaring," maka datanglah kemiskinan seperti seorang penyerbu, dan kekurangan seperti orang yang bersenjata. Amsal 24:33,34
5.Orang yang malas,punya banyak alasan
Berkatalah si pemalas: "Ada singa di jalan! Ada singa di lorong!" Amsal 26:13

6.Orang pemalas selalu merasa dirinya lebih pandai
Si pemalas menganggap dirinya lebih bijak dari pada tujuh orang yang menjawab dengan bijaksana. Amsal 26:16

7.Orang yang malas penuh dengan keinginan
Hati si pemalas penuh keinginan, tetapi sia-sia, sedangkan hati orang rajin diberi kelimpahan.

8.Orang yang malas, akan mati karena keinginannya Si pemalas dibunuh oleh keinginannya, karena tangannya enggan bekerja. Amsal 21:25
9.Orang malas,harus belajar kepada semut
Pergilah belajar kepada semut, hai pemalas; perhatikanlah kelakuannya dan jadilah bijaksana. Amsal 6:6(TL)

B.Diberkati
Yakub diberkati karena dia selalu memberi perpuluhan
Dan batu yang kudirikan sebagai tugu ini akan menjadi rumah Allah. Dari segala sesuatu yang Engkau berikan kepadaku akan selalu kupersembahkan sepersepuluh kepada-Mu." Kejadian 28:22
Bawalah seluruh persembahan perpuluhanmu
Bawalah seluruh persembahan persepuluhan itu ke dalam rumah perbendaharaan, supaya ada persediaan makanan di rumah-Ku dan ujilah Aku, firman TUHAN semesta alam, apakah Aku tidak membukakan bagimu tingkap-tingkap langit dan mencurahkan berkat kepadamu sampai berkelimpahan. Maleakhi 3:10
Oleh: Pdt Robby Schramm-Mojoagung

MUSUH SAMA BEDA LEVEL


Tetapi Daud berkata kepada orang Filistin itu: "Engkau mendatangi aku dengan pedang dan tombak dan lembing, tetapi aku mendatangi engkau dengan nama TUHAN semesta alam, Allah segala barisan Israel yang kautantang itu.
Hari ini juga TUHAN akan menyerahkan engkau ke dalam tanganku dan aku akan mengalahkan engkau dan memenggal kepalamu dari tubuhmu; hari ini juga aku akan memberikan mayatmu dan mayat tentara orang Filistin kepada burung-burung di udara dan kepada binatang-binatang liar, supaya seluruh bumi tahu, bahwa Israel mempunyai Allah
I Samuel 17:45,46

Ilustrasinyai: Kita berada dalam peperangan melawan raksasa “Goliat” dalam hidup kita, entah itu penyakit, keluarga, karakter, atau pergumulan lainnya. Dalam kurun waktu tertentu, kita mencari Tuhan, dan akhirnya Tuhan menjamah hidup kita. Seperti Daud memakai batu licin, kita mengalahkan “Goliat” kita.

Namun, beberapa minggu, bulan, atau mungkin tahunan kemudian, semua gejala lama itu tiba-tiba datang lagi. Bila kita dulu bergumul dengan karakter marah misalnya, sekarang itu datang lagi malah dengan kondisi yang lebih buruk. Bila kita dulu bergumul dengan masalah hubungan dan perkataan, sekarang seolah-olah semua kemajuan itu lenyap dan kita kembali ke titik awal.

Mungkin banyak lagi contoh lainnya dari kita, mungkin semacam ikatan dosa masa lalu yang sebenarnya sudah dilepaskan tapi seakan-akan belum, mungkin semacam peperangan rohani yang kita tahu bahwa itu sudah dibereskan di masa lalu, namun terulang kembali akhir-akhir ini. Apakah “Goliat” itu belum benar-benar dikalahkan?

Pengalaman yang seperti itu dapat menguras iman dari hati kita. Kita bisa kehilangan harapan dan kuasa iman. Jiwa kita bisa mengalami kelumpuhan rohani. Mungkin kita masih pergi ke persekutuan dan gereja, namun iman kita sudah tidak aktif. Ketika orang lain memberi kesaksian tentang kemenangan yang diterimanya, kita bisa berpikir kalau mereka juga akan kalah pada akhirnya. “Apakah saya kehilangan kemenangan itu atau hanya menipu diri karena sebenarnya saya tidak pernah benar-benar memperolehnya?”
Daud pun pernah mengalaminya.
Musuh kita adalah keturunan dan saudara Goliat

Ketika terjadi lagi peperangan antara orang Filistin dan orang Israel, maka berangkatlah Daud bersama-sama dengan orang-orangnya, lalu berperang melawan orang Filistin, sampai Daud menjadi letih lesu. Yisbi-Benob, yang termasuk keturunan raksasa--berat tombaknya tiga ratus syikal tembaga dan ia menyandang pedang yang baru--menyangka dapat menewaskan Daud. Tetapi Abisai, anak Zeruya, datang menolong Daud, lalu merobohkan dan membunuh orang Filistin itu. Pada waktu itu orang-orang Daud memohon dengan sangat kepadanya, kata mereka: "Janganlah lagi engkau maju berperang bersama-sama dengan kami, supaya keturunan Israel jangan punah bersama-sama engkau." Sesudah itu terjadi lagi pertempuran melawan orang Filistin di Gob; pada waktu itu Sibkhai, orang Husa, memukul kalah Saf, yang termasuk keturunan raksasa. Dan terjadi lagi pertempuran melawan orang Filistin, di Gob; Elhanan bin Yaare-Oregim, orang Betlehem itu, menewaskan Goliat, orang Gat itu, yang gagang tombaknya seperti pesa tukang tenun. Lalu terjadi lagi pertempuran di Gat; dan di sana ada seorang yang tinggi perawakannya, yang tangannya dan kakinya masing-masing berjari enam: dua puluh empat seluruhnya; juga orang ini termasuk keturunan raksasa. Ia mengolok-olok orang Israel, maka Yonatan, anak Simea kakak Daud, menewaskannya. Keempat orang ini termasuk keturunan raksasa di Gat; mereka tewas oleh tangan Daud dan oleh tangan orang-orangnya. II Samuel 21:15-22

Daud sendiri telah mengalahkan Goliat di masa mudanya, namun suatu ketika ia dihadapkan kembali dengan raksasa Goliat, tidak hanya satu raksasa, tapi 4 raksasa berturut-turut dalam satu peperangan. Dikatakan ia sudah menjadi letih lesu. Memang tidak jelas dikatakan bahwa ia letih lesu sesudah atau sebelum bertemu 4 raksasa tersebut
Namun jelas kita bisa mengetahui bahwa melawan “sesuatu yang tidak benar” dan mengusahakan “sesuatu yang benar” itu benar-benar bisa membuat letih tubuh-jiwa kita. Melayani jiwa-jiwa dengan aneka ragam karakter dan respon hati, bekerja di kantor dengan sikap hidup benar, mengatakan “tidak” jika disuruh berbohong atau semacamnya.

Pada satu titik tertentu, kita tiba-tiba merasa jenuh dan tertekan keadaan jiwa kita, mungkin saat itu keadaan tubuh kita juga sudah letih, tapi tiba-tiba tubuh-jiwa kita dipaksa lagi untuk melawan dan mengusahakan sesuatu . . . dan musuh yang kita hadapi berikutnya adalah Goliat yang pernah ada di masa lalu kita.

Mungkin Daud berpikir, “Aku kira aku sudah membunuhnya. Bagaimana ia bisa datang lagi?” Goliat yang sudah kita kalahkan tidak datang lagi, ia sudah mati. Kemenangan kita di masa lalu sudah disempurnakan dengan darah Yesus. Yang kita hadapi sekarang adalah keturunan dan saudara Goliat itu.
Peperangan itu kelihatan seperti peperangan yang sama, namun beda level.
Sadarlah dan berjaga-jagalah! Lawanmu, si Iblis, berjalan keliling sama seperti singa yang mengaum-aum dan mencari orang yang dapat ditelannya.
Lawanlah dia dengan iman yang teguh, sebab kamu tahu, bahwa semua saudaramu di seluruh dunia menanggung penderitaan yang sama. I Petrus 5:8,9

Kita sudah berada dalam keadaan saat ini, kita sudah melewati berbagai rintangan dan proses berkat pertolongan Tuhan, kita sudah memperoleh banyak keluputan dan kemenangan bersama Tuhan. Hanya karena raksasa yang sekarang kita hadapi kelihatan sama seperti yang telah kita kalahkan, jangan percaya kebohongan bahwa kita tidak pernah benar-benar memenangkan peperangan yang pertama itu.

Agaknya Iblis sedang menyamar sebagai mantan musuh kita supaya dapat melemahkan iman kita dan mendapat jalan masuk kembali dalam hidup kita. Jangan berkompromi dengan iblis. Tolak dia. Jangan terima kebohongan bahwa kita belum pernah dibebaskan. Berdirilah dalam iman karena iman kita adalah kemenangan yang mengalahkan dunia

sebab semua yang lahir dari Allah, mengalahkan dunia. Dan inilah kemenangan yang mengalahkan dunia: iman kita. I Yohanes 5:4
Allah kita yang hidup yang menolong kita mengalahkan Goliat akan memberi kuasa pada kita kembali untuk mengalahkan raksasa lainnya juga.

Kekuatan sebuah tim
Sekali lagi, tidak pernah bosan-bosannya kita diingatkan kembali bagaimana Daud yang letih lesu beroleh kemenangan karena ada yang menopangnya. Yang mengherankan saya, yang mengalahkan semua raksasa tersebut adalah anak buah Daud yang menyertainya.

“Pada waktu itu orang-orang Daud memohon dengan sangat kepadanya, kata mereka: "Janganlah lagi engkau maju berperang bersama-sama dengan kami, supaya keturunan Israel jangan punah bersama-sama engkau." II Samuel 21:17

Dengan kata lain, mereka berkata kepada Daud seperti ini : “Serahkan mereka pada tangan kami, lebih baik engkau menyegarkan diri dan menenangkan diri di dalam Hadirat Tuhan. Lagipula engkau adalah bagian terpenting dari tim kami. “ Daud adalah seorang raja, jika ia dikalahkan maka seluruh kerajaan harus tunduk kepada Filistin. Mereka tidak menghendaki seperti itu. Mereka memahami posisi Daud saat itu. Mereka tidak mementingkan diri sendiri, mereka mementingkan keadaan Daud saat itu, mereka mementingkan kepentingan bersama, yaitu kepentingan kerajaan.

dengan tidak mencari kepentingan sendiri atau puji-pujian yang sia-sia. Sebaliknya hendaklah dengan rendah hati yang seorang menganggap yang lain lebih utama dari pada dirinya sendiri; dan janganlah tiap-tiap orang hanya memperhatikan kepentingannya sendiri, tetapi kepentingan orang lain juga. Filipi 2:3-4
Itulah kekuatan sebuah tim. Yang lemah menopang yang lain

Berdua lebih baik dari pada seorang diri, karena mereka menerima upah yang baik dalam jerih payah mereka. Karena kalau mereka jatuh, yang seorang mengangkat temannya, tetapi wai orang yang jatuh, yang tidak mempunyai orang lain untuk mengangkatnya!Juga kalau orang tidur berdua, mereka menjadi panas, tetapi bagaimana seorang saja dapat menjadi panas? Dan bilamana seorang dapat dialahkan, dua orang akan dapat bertahan. Tali tiga lembar tak mudah diputuskan. Pengkhotbah 4:9-12

Kita membutuhkan orang lain untuk menopang kita. Tidak ada dari kita yang benar-benar tidak membutuhkan orang lain. Kita belajar untuk mementingkan keadaan teman kita. Menopang dalam doa, kasih dan penghiburan adalah karakter Kristus
Jadi karena dalam Kristus ada nasihat, ada penghiburan kasih, ada persekutuan Roh, ada kasih mesra dan belas kasihan, Filipi 2:1

"Tidak selalu kita sendiri yang harus menghadapi raksasa-raksasa itu, namun kadang Tuhan berikan teman-teman untuk membantu kita mengalahkan raksasa-raksasa kita!"
Oleh: Ev. Liem Thin Ping

Kamis, 15 September 2011

TULAH MESIR


Lalu TUHAN membawa kami keluar dari Mesir dengan tangan yang kuat dan lengan yang teracung, dengan kedahsyatan yang besar dan dengan tanda-tanda serta mujizat-mujizat. Ulangan 26:8
Tulah Mesir (bahasa Ibrani: מכות מצרים atau Makot Mitzrayim), atau Sepuluh Tulah (bahasa Ibrani: עשר המכות atau Eser Ha-Makot) adalah sepuluh bencana yang didatangkan oleh Tuhan atas bangsa Mesir sebagaimana dikisahkan dalam Kitab Keluaran, pasal 7-12, untuk meyakinkan Firaun agar membebaskan bangsa Israel dari perbudakan dan pergi ke tanah Kanaan.
Israel (Yakub) sebenarnya dahulu sudah hidup di tanah Kanaan. Namun oleh karena bencana kelaparan yang terjadi selama tujuh tahun, seperti yang sudah diramalkan oleh Yusuf dari mimpi Firaun, Israel dan anak-anaknya pindah ke Mesir. Di sana mereka berkembang menjadi suatu bangsa yang besar jumlahnya, sehingga membuat Firaun yang baru yang tidak mengenal Yusuf, takut kalau-kalau bangsa Israel nantinya akan membelot dan berbalik menyerang Mesir. Sehingga berbagai cara diterapkan oleh Firaun agar bangsa Israel tidak semakin banyak dan tidak memberontak, salah satunya dengan kerja rodi.
Kemudian bangkitlah seorang raja baru memerintah tanah Mesir, yang tidak mengenal Yusuf. Berkatalah raja itu kepada rakyatnya: "Bangsa Israel itu sangat banyak dan lebih besar jumlahnya dari pada kita. Marilah kita bertindak dengan bijaksana terhadap mereka, supaya mereka jangan bertambah banyak lagi dan--jika terjadi peperangan--jangan bersekutu nanti dengan musuh kita dan memerangi kita, lalu pergi dari negeri ini.“ Keluaran 1:8-10

Kerja rodi untuk membangun Mesir ini dibuat oleh Firaun sedemikian beratnya sehingga membuat seluruh bangsa Israel mengeluh. Dikisahkan dalam Alkitab, keluhan bangsa Israel ini terdengar sampai ke telinga Tuhan siang dan malam, sehingga Tuhan akhirnya mengutus seseorang bernama Musa untuk membebaskan bangsa Israel.
Allah mendengar mereka mengerang, lalu Ia mengingat kepada perjanjian-Nya dengan Abraham, Ishak dan Yakub. Maka Allah melihat orang Israel itu, dan Allah memperhatikan mereka. Keluaran 2:24,25
1. Peringatan kepada Firaun
Sebelum kesepuluh tulah dijatuhkan, Tuhan telah memberi peringatan kepada Firaun dengan menyuruh Musa datang ke hadapan Firaun. Saat itu, Tuhan menyuruh Musa dan Harun, kakaknya, untuk melakukan mujizat di hadapan Firaun. Harun melemparkan
tongkatnya, seperti yang diperintahkan Tuhan, dan tongkat itu menjadi ular.
Melihat hal tersebut, para ahli-ahli sihir Firaun tidak mau dikalahkan. Mereka juga membuat mujizat yang sama dengan membuat tongkat-tongkat mereka menjadi ular. Namun tongkat Harun menelan tongkat-tongkat para ahli sihir itu. Dengan demikian, Firaun mengeraskan hatinya untuk tidak membebaskan bangsa Israel dari tanah Mesir. Maka Tuhan menyuruh Musa bersiap-siap dengan tulah yang pertama.

2. Sepuluh tulah dijatuhkan
Menurut Alkitab, Tuhan menyuruh Musa untuk meminta Firaun mengeluarkan bangsa Israel keluar dari tanah Mesir. Namun Tuhan juga menyatakan bahwa Tuhan sendiri yg
akan membuat hati Firaun mengeras, dengan maksud untuk memperbanyak tanda-tanda mujizat (tulah) itu kepada bangsa Mesir, sebagai hukuman karena telah memperbudak bangsa Israel sedemikian lama, sekaligus juga agar bangsa Israel dapat menceritakan kepada keturunan-keturunannya yang kemudian, bagaimana Tuhan telah melakukan mujizat-mujizat di hadapan mata mereka, agar mereka selalu ingat bahwa Tuhanlah Allah.
Tulah pertama: air menjadi darah
(Keluaran 7:14-25) sungai dan semua sumber air berubah menjadi darah hingga menewaskan ikan-ikan dan semua kehidupam air lainnya.
Tulah yang pertama adalah air sungai Nil menjadi darah. Musa melakukannya dengan memukulkan tongkat yang ada di tangannya ke atas air sungai Nil. Maka seluruh sungai Nil menjadi darah dan ikan-ikan di dalamnya mati. Seluruh tanah negeri Mesir menjadi penuh dengan darah oleh karena rembesan sungai Nil tersebut.
Tulah ini dimaksudkan untuk memperingatkan orang Mesir bahwa bahkan sumber kehidupan mereka yang terutama sekalipun dapat dibuat Tuhan menjadi musuh mereka. Tanpa air dari sungai Nil, seluruh pekerjaan di Mesir terhenti. Seluruh rakyat Mesir lebih mementingkan berusaha mencari air bersih, daripada meneruskan pekerjaan memperbudak orang Israel. Ahli-ahli sihir Firaun juga dapat membuat hal yang sama.
Tulah ini berhenti setelah tujuh hari berlalu. Namun Firaun bersikeras tidak mau melepaskan bangsa Israel dari tanah Mesir.
Demikianlah genap tujuh hari berlalu setelah TUHAN menulahi sungai Nil. Keluaran 7:25

Tulah kedua: katak
(Keluaran 8:1-15) binatang-binatang amfibi (biasanya diyakini sebagai katak) (Tsfardeia)
Tulah yang kedua adalah adanya katak-katak yang memenuhi seluruh negeri Mesir, oleh karena Firaun sekali lagi menolak untuk melepaskan orang Israel. Harun melakukannya dengan mengulurkan tangannya ke atas negeri Mesir. Dan bermunculanlah katak-katak dalam jumlah yang sangat besar dari dalam sungai Nil memenuhi negeri Mesir. Ahli-ahli sihir Firaun juga dapat membuat hal yang sama dengan mantera-mantera mereka.
Tulah ini berhenti setelah Musa meminta kepada Tuhan untuk melenyapkan katak-katak itu. Permintaan ini atas permintaan Firaun dengan janji bahwa ia akan melepaskan orang Israel. Tuhan mengabulkan. Namun, kendati katak-katak itu mati, bangkai katak-katak itu tidak lenyap dari muka bumi negeri Mesir, sehingga ketika dikumpulkan orang-orang bangkai katak-katak itu hingga bertumpuk-tumpuk, seluruh negeri Mesir berbau busuk.
Setelah tulah katak berhenti, dan dilihat Firaun ada kelegaan, Firaun pun tidak menepati janjinya untuk melepaskan orang Israel.

Tulah ketiga: nyamuk
(Keluaran 8:16-19) nyamuk (Arov)
Tulah yang ketiga adalah debu menjadi nyamuk. Debu (padang pasir) itu ada di seluruh tanah Mesir, oleh karena itu, nyamuk-nyamuk itu pun menjadi ada di seluruh tanah Mesir. Tulah ini terjadi tanpa peringatan terlebih dahulu, sebab tulah ini menjadi hukuman bagi Firaun oleh karena Firaun melanggar janjinya di tulah kedua. Harun melakukannya dengan memukulkan tongkatnya ke debu tanah. Ahli-ahli sihir Firaun pun mencoba untuk membuat hal yang sama dengan mantera mereka, tetapi tidak dapat.
Tulah ini dimaksudkan oleh Tuhan untuk memperingatkan Firaun bahwa tidak ada yang dapat menyamai kekuasaan Tuhan, sekalipun dengan sihir dan mantera. Bahkan ahli-ahli sihir itu sendiri yang menyatakan kepada Firaun bahwa "inilah tangan Allah". Namun Firaun masih tetap bersikeras hati.
Tidak diceritakan dalam Alkitab bagaimana tulah ini berhenti, atau apakah tulah ini akhirnya berhenti atau tidak.

Tulah keempat: lalat pikat
(Keluaran 8:20-32) lalat (Kinim)
Sebelum tulah yang ketiga berakhir, Tuhan telah menyuruh Musa untuk menyampaikan kabar tentang tulah keempat. Tulah yang keempat adalah munculnya ribuan lalat pikat yang memenuhi seluruh negeri Mesir. Namun di Gosyen tempat bangsa Israel tinggal, satupun tidak didapati ada lalat pikat di situ. Musa dan Harun tidak melakukan apa-apa agar tulah ini terjadi. Tidak diketahui, apa yang sebenarnya dilakukan oleh lalat-lalat pikat tersebut, namun disebutkan bahwa lalat pikat itu membuat seluruh bangsa Mesir menderita.

Tulah ini dimaksudkan oleh Tuhan untuk mempermalukan orang Mesir dengan dewanya sendiri, Baalzebub. Baalzebub sering digambarkan sebagai dewa lalat, yaitu dewa kesuburan dan kelimpahan. Dengan Tuhan memakai simbol dewa orang Mesir sendiri untuk menyiksa orang Mesir, Tuhan hendak menyatakan bahwa mereka tidak dapat bergantung pada dewa-dewa mereka untuk menyelamatkan diri dari tulah Tuhan.
Tulah itu berhenti setelah Firaun meminta kepada Musa untuk menghentikan lalat-lalat tersebut, dengan jaminan bahwa bangsa Israel diperbolehkan untuk pergi ke padang gurun yang tiga hari perjalanan jauhnya untuk mempersembahkan korban kepada Allah. Musa memintanya kepada Allah, dan Allah mengabulkan. Namun demikian, Firaun kembali melanggar janjinya.


Tulah kelima: penyakit sampar pada ternak
(Keluaran 9:1-7) penyakit pada ternak (Dever)
Setelah peringatan kembali diabaikan, tulah kelima disebarkan. Tulah yang kelima adalah penyakit sampar pada binatang ternak. Seluruh ternak di negeri Mesir terkena sampar, sehingga seluruh ternak orang Mesir mati. Namun seluruh ternak-ternak Israel
yang diam di negeri Gosyen tidak ada mati sama sekali. Musa dan Harun tidak melakukan apa-apa agar tulah ini terjadi.

Tulah keenam: barah
(Keluaran 9:8-12) barah yang tidak dapat disembuhkan (Shkhin)
Tulah keenam adalah barah (bisul) yang berbentuk gelembung yang memecah, pada manusia dan binatang yang tersisa di seluruh Mesir. Harun dan Musa melakukannya dengan mengambil jelaga dari dapur peleburan, kemudian menghamburkannya ke udara. Bahkan ahli-ahli sihir itupun juga kena barah, sama seperti semua orang Mesir.
Tulah ini sekali lagi dimaksudkan Tuhan untuk membuktikan bahwa tidak ada yang dapat melepaskan diri dari kekuasaan Tuhan, bahkan sihir dan mantera sekalipun.
Tidak diceritakan dalam Alkitab bagaimana tulah ini berhenti, atau apakah tulah ini akhirnya berhenti atau tidak.

Tulah ketujuh: hujan es
(Keluaran 9:13-35) hujan es bercampur api (Barad)
Sebelum tulah keenam berakhir, Tuhan sudah menyuruh Musa mengumumkan kepada Firaun tentang tulah ketujuh. Tulah yang ketujuh adalah hujan es, beserta api yang berkilat-kilat di antara es tersebut. Tuhan memberi peringatan kepada Firaun untuk menyelamatkan mengamankan semua orang dan ternak, sebab semua yang ada di padang pada saat tulah ini terjadi, pastilah mati. Musa melakukannya dengan mengulurkan tangannya ke langit. Seperti sebelumnya, hanya di tanah Gosyen yang tidak ditimpa oleh hujan es ini.
Tulah ini dimaksudkan sebagai hukuman yang dashyat atas Mesir. Di Alkitab, hujan es bercampur api ini digambarkan dengan kata-kata "terlalu dashyat" dan "seperti yang belum pernah terjadi".
Tulah itu berhenti atas permintaan Firaun kepada Musa. Firaun bahkan mengakui kesalahannya dan bersedia untuk membiarkan orang Israel keluar. Namun setelah Musa mengulurkan tangannya ke langit dan hujan es itu berhenti, maka sekali lagi Firaun melanggar janjinya.
Tulah itu berhenti atas permintaan Firaun kepada Musa. Firaun sekali lagi mengakui kesalahannya, dan berniat membebaskan bangsa Israel. Musa berdoa kepada Tuhan. Maka Tuhan mengirimkan angin dari jurusan sebaliknya, yakni angin Barat yang kencang, sehingga meniup belalang-belalang itu masuk ke dalam laut Teberau. Satupun belalang tidak ada yang tinggal di tanah Mesir. Dan Firaun tetap mengeraskan hatinya.

Tulah kesembilan: gelap gulita
(Keluaran 10:21-29) kegelapan (Choshech).
Tulah yang kesembilan adalah gelap gulita selama tiga hari. Musa melakukannya dengan mengulurkan tangannya ke langit. Tetapi di seluruh tempat orang Israel ada terang. Kegelapan itu sangat dashyat, digambarkan oleh Alkitab dengan kata-kata
"orang dapat meraba gelap itu", "tidak ada orang yang dapat bangun dari tempatnya". Sebenarnya tulah ini dimaksudkan Tuhan untuk "menyerang" dewa tertinggi orang Mesir, yaitu Amon-Ra, atau Dewa Matahari. Dengan membuat Matahari tidak dapat bersinar selama tiga hari, Tuhan "mengklaim" kemenangan atas dewa orang Mesir dan mempermalukan seluruh dewa orang Mesir dan orang Mesir yang beribadah kepadanya. Tulah ini berhenti dengan sendirinya setelah tiga hari lewat berlalu.

Tulah kesepuluh: anak sulung mati
(Keluaran 11:1-12:36) kematian anak-anak sulung dari semua keluarga Mesir. (Makat Bechorot)
Tulah yang kesepuluh, dan yang terakhir, adalah tulah yang akan menyebabkan semua anak sulung di negeri Mesir mati. Pada sembilan tulah yang sebelumnya, tulah-tulah tersebut hanya mengenai tanah Mesir, sementara lokasi tempat orang Israel tinggal (di Gosyen), sekalipun juga berada di dalam bagian tanah Mesir, luput dari tulah tersebut. Sebab Tuhan memberikan suatu pembatas yang tidak membenarkan tulah-tulah itu melewati pembatas itu.
Orang-orang Mesir itu bahkan bermurah hati kepada mereka dan memberikan kepada orang Israel barang-barang yang orang Israel minta dari orang Mesir. Dan kemudian, berangkatlah orang-orang Israel dengan berjalan kaki, kira-kira enam ratus ribu orang berjalan kaki, tidak termasuk anak-anak. Rute perjalanan mereka adalah dari Raamses ke Sukot. kemudian mereka melanjutkan perjalanan ke Etam. Kemudian mereka balik lagi ke Pi-Harihot, antara Midgol dan laut, tepat di depan Baal-Zefon. Di sanalah mujizat yang terkenal yang diadakan oleh Tuhan melalui Musa, terjadi, yaitu membelah Laut Merah
Oleh: Ev. Liem Thin Ping

BEKERJA SELAGI HARI SIANG


“Kita harus mengerjakan pekerjaan Dia yang mengutusAku, selama masih siang; akan datang malam, di mana tidak ada seorangpun yang dapat bekerja.” Yohanes 9:4
Lihat perumpamaan talenta:
1.Diberi sesuai kesanggupan masing-masing
"Sebab hal Kerajaan Sorga sama seperti seorang yang mau bepergian ke luar negeri, yang memanggil hamba-hambanya dan mempercayakan hartanya kepada mereka. Yang seorang diberikannya lima talenta, yang seorang lagi dua dan yang seorang lain lagi satu, masing-masing menurut kesanggupannya, lalu ia berangkat. Matius 25:14,15
2.Yang menerima talenta, harus segera bekerja
Segera pergilah hamba yang menerima lima talenta itu. Ia menjalankan uang itu lalu beroleh laba lima talenta. Matius 25:16
3.Yang malas akan dihukum
28 Sebab itu ambillah talenta itu dari padanya dan berikanlah kepada orang yang mempunyai sepuluh talenta itu. 30 Dan campakkanlah hamba yang tidak berguna itu ke dalam kegelapan yang paling gelap. Di sanalah akan terdapat ratap dan kertak gigi." Matius 25:28,30

4.Yang tidak mengindahkan pekerjaan Tuhan akan jatuh
Karena mereka tidak mengindahkan pekerjaan TUHAN dan perbuatan tangan-Nya; Ia akan menjatuhkan mereka dan tidak membangunkan mereka lagi. Mazmur 28:5
5.Yang lalai melaksanakan pekerjaan Tuhan, terkutuk
Terkutuklah orang yang melaksanakan pekerjaan TUHAN dengan lalai, dan terkutuklah orang yang menghambat pedang-Nya dari penumpahan darah! Yeremia 48:10

Bagaimana melakukan pekerjaan Tuhan?
1.Seperti Maria yang meminyaki kaki TuhanYesus
Maka Maria mengambil setengah kati minyak narwastu murni yang mahal harganya, lalu meminyaki kaki Yesus dan menyekanya dengan rambutnya; dan bau minyak semerbak di seluruh rumah itu. Yohanes 12:3
2.Kaki, kesediaan memberitakan injil
kakimu berkasutkan kerelaan untuk memberitakan Injil damai sejahtera; Efesus 6:15
3.Jika tidak diterima, debu di kaki dikebaskan
Kata-Nya selanjutnya kepada mereka: "Kalau di suatu tempat kamu sudah diterima dalam suatu rumah, tinggallah di situ sampai kamu berangkat dari tempat itu. Dan kalau ada suatu tempat yang tidak mau menerima kamu dan kalau mereka tidak mau mendengarkan kamu, keluarlah dari situ dan kebaskanlah debu yang di kakimu sebagai peringatan bagi mereka." Markus 6:10,11
4.Kesempatan untuk melakukan sangat sedikit
Karena orang-orang miskin selalu ada pada kamu, tetapi Aku tidak akan selalu ada pada kamu." Yohanes 12:8
5.Minyak, adalah penghormatan kepada Tuhan
Tetapi jawab pohon zaitun itu kepada mereka: Masakan aku meninggalkan minyakku yang dipakai untuk menghormati Allah dan manusia, dan pergi melayang di atas pohon-pohon? Hakim-hakim 9:9
Dengan apa kita dapat ikut melayani pekerjaan Tuhan?
(A).Dengan berdoa
1.Mendoakan hamba-hambaTuhan
dalam segala doa dan permohonan. Berdoalah setiap waktu di dalam Roh dan berjaga-jagalah di dalam doamu itu dengan permohonan yang tak putus-putusnya untuk segala orang Kudus, juga untuk aku, supaya kepadaku, jika aku membuka mulutku, dikaruniakan perkataan yang benar, agar dengan keberanian aku memberitakan rahasia Injil, yang kulayani sebagai utusan yang dipenjarakan. Berdoalah supaya dengan keberanian aku menyatakannya, sebagaimana seharusnya aku berbicara. Efesus 6:18-20
2.Mendoakan pemberitaan Firman Allah
Dan ketika mereka sedang berdoa, goyanglah tempat mereka berkumpul itu dan mereka semua penuh dengan Roh Kudus, lalu mereka memberitakan firman Allah dengan berani. Kisah 4:31
3.Mendoakan pembukaan pintu pemberitaan injil
Berdoa jugalah untuk kami, supaya Allah membuka pintu untuk pemberitaan kami, sehingga kami dapat berbicara tentang rahasia Kristus, yang karenanya aku dipenjarakan. Kolose 4:3

(B).Dana/membiayai
1.Para wanita yang membiayai perjalanan Tuhan Yesus
Tidak lama sesudah itu Yesus berjalan berkeliling dari kota ke kota dan dari desa ke desa memberitakan Injil Kerajaan Allah. Kedua belas murid-Nya bersama-sama dengan Dia, dan juga beberapa orang perempuan yang telah disembuhkan dari roh-roh jahat atau berbagai penyakit, yaitu Maria yang disebut Magdalena, yang telah dibebaskan dari tujuh roh jahat, Yohana isteri Khuza bendahara Herodes, Susana dan banyak perempuan lain. Perempuan-perempuan ini melayani rombongan itu dengan kekayaan mereka. Lukas 8:1-3
2.Menyumbang hamba Tuhan dalam pelayanan
Kini aku telah menerima semua yang perlu dari padamu, malahan lebih dari pada itu. Aku berkelimpahan, karena aku telah menerima kirimanmu dari Epafroditus, suatu persembahan yang harum, suatu korban yang disukai dan yang berkenan kepada Allah. Filipi 4:18
3.Dalam keadaan susah, tetap membantu
Saudara-saudara, kami hendak memberitahukan kepada kamu tentang kasih karunia yang dianugerahkan kepada jemaat-jemaat di Makedonia. Selagi dicobai dengan berat dalam pelbagai penderitaan, sukacita mereka meluap dan meskipun mereka sangat miskin, namun mereka kaya dalam kemurahan. Aku bersaksi, bahwa mereka telah memberikan menurut kemampuan mereka, bahkan melampaui kemampuan mereka. Dengan kerelaan sendiri mereka meminta dan mendesak kepada kami, supaya mereka juga beroleh kasih karunia untuk mengambil bagian dalam pelayanan kepada orang-orang kudus. 2Koritus 8:1-4
Apakah yang diperoleh jika kita melayani Tuhan?
1.Penyertaan Tuhan sampai akhir zaman
Karena itu pergilah, jadikanlah semua bangsa murid-Ku dan baptislah mereka dalam nama Bapa dan Anak dan Roh Kudus, dan ajarlah mereka melakukan segala sesuatu yang telah Kuperintahkan kepadamu. Dan ketahuilah, Aku menyertai kamu senantiasa sampai kepada akhir zaman." Matius 28:19,20
2.Mendapat kuasa atas ular dan kalajengking
Kemudian ketujuh puluh murid itu kembali dengan gembira dan berkata: "Tuhan, juga setan-setan takluk kepada kami demi nama-Mu." Lalu kata Yesus kepada mereka: "Aku melihat Iblis jatuh seperti kilat dari langit. Sesungguhnya Aku telah memberikan kuasa kepada kamu untuk menginjak ular dan kalajengking dan kuasa untuk menahan kekuatan musuh, sehingga tidak ada yang akan membahayakan kamu. Lukas 10:1,17-19
3.Ikut menikmati sukacita Tuhan
Hamba yang menerima lima talenta itu datang dan ia membawa laba lima talenta, katanya: Tuan, lima talenta tuan percayakan kepadaku; lihat, aku telah beroleh laba lima talenta. Maka kata tuannya itu kepadanya: Baik sekali perbuatanmu itu, hai hambaku yang baik dan setia; engkau telah setia dalam perkara kecil, aku akan memberikan kepadamu tanggung jawab dalam perkara yang besar. Masuklah dan turutlah dalam kebahagiaan tuanmu. Matius 25:20,21
4.Memerintah bersama Tuhan Yesus
Orang yang pertama datang dan berkata: Tuan, mina tuan yang satu itu telah menghasilkan sepuluh mina. Katanya kepada orang itu: Baik sekali perbuatanmu itu, hai hamba yang baik; engkau telah setia dalam perkara kecil, karena itu terimalah kekuasaan atas sepuluh kota. Lukas 19:16,17
Sebab itu giatlah selalu dalam pekerjaan Tuhan
Karena itu, saudara-saudaraku yang kekasih, berdirilah teguh, jangan goyah, dan giatlah selalu dalam pekerjaan Tuhan! Sebab kamu tahu, bahwa dalam persekutuan dengan Tuhan jerih payahmu tidak sia-sia. 1Korintus 15:58
Oleh: Pdt Robby Schramm-Mojoagung

Jumat, 09 September 2011

BLESSING IN THE STORM


Karena walau Ia mendatangkan susah, Ia juga menyayangi menurut kebesaran kasih setia-Nya. Ratapan 3:32

Ada waktu dalam kesesakan dan selalu ada masa kelepasan. Setiap masa memiliki pelajaran tersendiri. Tahukah anda bahwa masa ketika kita miskin, lapar, dan sendiri adalah masa dimana Tuhan menguatkan dan menanam pondasi-Nya dalam hidup kita. Kita boleh saja kelihatan miskin, tapi kita bisa menjadi kaya ketika kita tidak membiarkan kemiskinan itu menggerogoti hati, iman, dan pengharapan kita kepada Tuhan. Jangan jadi miskin dan tetap miskin! Kita selalu bisa memilih untuk memuji Tuhan saat perut kita menjerit lapar.

Kita harus memperlengkapi diri kita dengan beberapa pemikiran berikut.
Pertama :
adalah baik bagi seorang pria memikul kuk pada masa muda Ratapan 3:27
Lihatlah semua beban dan permasalahan itu sebagaimana Tuhan melihatnya yaitu sebagai alat untuk mengalihkan harapan kita dari penopang-penopang lain dalam hidup kita dan membuat kita bersandar hanya kepada-Nya.
Kedua :
Biarlah ia duduk sendirian dan berdiam diri kalau TUHAN membebankannya.
Ratapan 3:28

Sadarkah kita bahwa banyak pertempuran hidup ini dilewati dalam kesendirian? Hanya anda dengan Tuhan; anda melawan raksasa anda; Daud melawan Goliat, bukan tentara Israel melawan Goliat! Akan ada titik-titik tertentu dalam hidup setiap kita, dimana tidak ada yang lain, hanya kita dengan Tuhan melawan raksasa.

Ketiga ;
Karena tidak untuk selama-lamanya Tuhan mengucilkan.
Karena walau Ia mendatangkan susah, Ia juga menyayangi menurut kebesaran kasih setia-Nya. Ratapan 3:31-32

Saat kita ada dalam lembah-lembah kekelaman, ingatlah bahwa tidak selamanya kita ada di sana.

Akan ada waktu bagi kita untuk berada di puncak gunung dan bersorak. Lembah-lembah itu hanya mempersiapkan kita untuk menerima yang lebih besar lagi. Teruslah berharap! Teruslah mencari! Teruslah menanti Tuhan! Tuhan adalah baik bagi orang yang hanya berharap kepada-Nya, bagi jiwa yang mencari Dia
TUHAN adalah baik bagi orang yang berharap kepada-Nya, bagi jiwa yang mencari Dia.
Ratapan 3:25

JENIS BADAI:
1. Badai Situasi
Sesuatu hal yang mengubah keadaan yang baik menjadi keadaan yang buruk.

2. Badai hubungan dengan sesama
Badai ini terjadi kepada dua pihak, misalnya terjadi antara hubungan suami istri, yang tadinya harmonis tiba-tiba ada masalah.

3. Badai Emosional
Badai ini datang ketika ada suatu reaksi dari luar sedangkan emosi kita tidak dapat menguasai reaksi tersebut, sehingga muncul hal-hal yang negative, misalnya : iri hati, dengki, jengkel, cemburu dan lain sebagainya.
Salah satu ciri dari badai adalah mencabut semua apa yang ditanam

KENYATAAN BADAI
1. Tidak terelakkan, badai merupakan bagian dari hidup. Allah tidak menjanjikan saat kita percaya padanya kita lepas dari badai (Yakobus 1:2).

2. Badai tidak terduga (Markus 4:37), Matius 8:24, badai dalam hidup ini jangan dihindari melainkan harus dihadapi.
3. Badai itu tidak berpihak, maksudnya orang yang mengalami badai itu tidak hanya orang baik saja, orang yang taat, melainkan semua orang.

BAGAIMANA RESPON KITA?
1. Panik
Sekonyong-konyong mengamuklah angin ribut di danau itu, sehingga perahu itu ditimbus gelombang, tetapi Yesus tidur.

Maka datanglah murid-murid-Nya membangunkan Dia, katanya: "Tuhan, tolonglah, kita binasa." Matius 8:24,25

Saat menghadapi badai pada umumnya manusia panik, padahal saat kita panik lebih cepat membuat putus asa terhadap kenyataan.

2. Tenang (Matius 8:24 ; Markus 4:38)
Dan Aku akan memberi damai sejahtera di dalam negeri itu, sehingga kamu akan berbaring dengan tidak dikejutkan oleh apapun; Aku akan melenyapkan binatang buas dari negeri itu, dan pedang tidak akan melintas di negerimu. Imamat 26:6

BAGAIMANA SAAT DI TENGAH BADAI KITA BISA MERASAKAN KEDAMAIAN?
1. Tinggal dalam hadirat Tuhan
2. Tetap percaya bahwa Allah peduli terhadap umatNya
3. Bergantung pada Tuhan

LALU APA MASALAH UTAMANYA?
Memiliki iman yang kecil

Solusinya : memiliki iman yang kuat
Dari 3 kenyataan badai tersebut, semuanya itu hanyalah sementara.

Pada hari itu, waktu hari sudah petang, Yesus berkata kepada mereka: "Marilah kita bertolak ke seberang." Markus 4:35
dibuat-Nyalah badai itu diam, sehingga gelombang-gelombangnya tenang.
Mereka bersukacita, sebab semuanya reda, dan dituntun-Nya mereka ke pelabuhan kesukaan mereka. Mazmur 107:29-30

Tuhan mempunyai tujuan Ilahi untuk semua tantangan yang datang di dalam hidup kita. Pencobaan menguji karakter kita dan menolong membentuk hikmat kita.
-Joel Osteen-
Oleh: Ev. Liem Thin Ping

Kamis, 01 September 2011

NAIK TINGGI LAGI


Pada suatu kali Yesus berdiri di pantai danau Genesaret, sedang orang banyak mengerumuni Dia hendak mendengarkan firman Allah. Ia melihat dua perahu di tepi pantai. Nelayan-nelayannya telah turun dan sedang membasuh jalanya. Ia naik ke dalam salah satu perahu itu, yaitu perahu Simon, dan menyuruh dia supaya menolakkan perahunya sedikit jauh dari pantai. Lalu Ia duduk dan mengajar orang banyak dari atas perahu. Setelah selesai berbicara, Ia berkata kepada Simon: "Bertolaklah ke tempat yang dalam dan tebarkanlah jalamu untuk menangkap ikan." Simon menjawab: "Guru, telah sepanjang malam kami bekerja keras dan kami tidak menangkap apa-apa, tetapi karena Engkau menyuruhnya, aku akan menebarkan jala juga." Dan setelah mereka melakukannya, mereka menangkap sejumlah besar ikan, sehingga jala mereka mulai koyak. Lalu mereka memberi isyarat kepada teman-temannya di perahu yang lain supaya mereka datang membantunya. Dan mereka itu datang, lalu mereka bersama-sama mengisi kedua perahu itu dengan ikan hingga hampir tenggelam. Ketika Simon Petrus melihat hal itu iapun tersungkur di depan Yesus dan berkata: "Tuhan, pergilah dari padaku, karena aku ini seorang berdosa." Sebab ia dan semua orang yang bersama-sama dengan dia takjub oleh karena banyaknya ikan yang mereka tangkap; demikian juga Yakobus dan Yohanes, anak-anak Zebedeus, yang menjadi teman Simon. Kata Yesus kepada Simon: "Jangan takut, mulai dari sekarang engkau akan menjala manusia." Dan sesudah mereka menghela perahu-perahunya ke darat, merekapun meninggalkan segala sesuatu, lalu mengikut Yesus. Lukas 5:1-11

Teladan Simon patut kita tiru. Karena ia telah meningkat dari yang hanya sebagai penjala ikan biasa, menjadi penjala manusia. Dia punya hati yang tulus dalam melayani Tuhan sehingga Tuhan berkenan menjadikannya penjala manusia.

Teladan Simon Petrus antara lain:
• Punya pengorbanan.
Meminjamkan perahunya kepada Yesus untuk memberitakan injil padahal pada waktu itu Simon masih bekerja. Begitu juga dengan kita untuk melayani Tuhan butuh pengorbanan. Misalnya pengorbanan waktu, uang, dan tenaga. Kita tidak boleh perhitungan dengan Tuhan.
• Rajin.
Semalaman Simon dan teman-temannya menjala ikan. Ia rajin dalam bekerja tanpa kenal lelah. Kita juga harus rajin melayani Tuhan sepanjang waktu.
• Taat.
Simon taat dan patuh melaksanakan perintah Tuhan. Padahal kelihatannya sebagai manusia perintah itu tidak masuk akal, tetapi Simon tetap taat kepadaNya. Begitu juga dengan kita, haruslah patuh dan taat kepada perintahNya meskipun terlihat tidak masuk akal kita.
• Hati yang berbagi.
Simon mendapat berkat melalui ikan yang ia dapatkan. Tetapi, ia tidak menyimpannya untuk dirinya sendiri. Ia ingat akan teman-temannya yang masih belum mendapat ikan, dan membaginya dengan mereka. Padahal mungkin menurut kita, kalau dibagi maka berkat yang kita dapat akan berkurang. Tetapi, dengan rela hati Simon mau membagi berkat yang ia peroleh dengan yang lainnya.
• Diberkati.
Karena Simon berbagi dengan yang lain, maka Tuhan memberkati sampai perahunya hampir tenggelam. Tuhan akan memberkati orang yang mau dengan tulus dan rela membagi berkat yang diterima dari Tuhan.
• Naik ke tinggi lagi.
Simon menjadi penjala ikan. Tuhan akan menjadikan kita orang yang dahsyat dan dipilih serta diurapi untuk mewartakan injilNya dan semua jerih payah yang telah kita lakukan, Tuhan akan membalasnya. Oleh: Pak Kuncoro

MUJIZAT SETIAP HARI


Lalu TUHAN membawa kami keluar dari Mesir dengan tangan yang kuat dan lengan yang teracung, dengan kedahsyatan yang besar dan dengan tanda-tanda serta mujizat-mujizat. Ulangan 26:8 Tuhan tidak pernah menjanjikan perjalanan kita selalu mulus dan tenang. Bahkan Rasul Paulus pernah mengalami tiga kali karam kapal. Banyak orang menjadi kecewa waktu mereka melakukan hal yang benar tetapi mengalami penderitaan karenanya, tapi kita tidak perlu kuatir. Kesulitan yang muncul waktu Tuhan menempatkan kita di tempat di mana kita berada adalah persiapan untuk terjadinya mujizat. Apakah mujizat itu? Apakah itu sekedar suatu peristiwa spektakuler untuk membungkam mulut para pengkritik? Banyak orang tidak menyadari mujizat justru pada saat sebenarnya mereka sedang melihat mujizat tersebut. Yesus memberi makan orang banyak dengan menggunakan bekal makan siang seorang anak kecil, Tetapi tidak lama kemudian orang-orang pandai dan terpelajar justru menuntut Yesus untuk menunjukkan sebuah mujizat! Yesus berkata bahwa orang seperti itu tidak akan percaya kalaupun mereka melihat orang mati
Pikiran kedagingan terlalu bodoh untuk menerima perkara-perkara dari Tuhan, tetapi cerdas sekali untuk merasionalisasikan semua pekerjaan Tuhan. Mujizat adalah sebuah kata sederhana dalam Alkitab yang berarti pekerjaan yang penuh kuasa, Itu saja! Mujizat itu bukan sihir mitos Romawi yang tidak masuk akal. Mujizat adalah hal yang perlu dialami oleh orang percaya secara terus menerus. Kuasa Tuhan yang bekerja dalam setiap hari, 365 hari yang penuh mujizat dalam tiap tahunnya, atau 366 hari dalam tahun kabisat. Kita sering tidak menghargai betapa ajaib peristiwa-peristiwa yang terjadi di sekitar kita. Tuhan tidak menyembunyikan tangan-Nya. Seringkali kita mendengar orang-orang Kristen menceritakan apa yang Iblis sedang kerjakan seolah-olah setan lebih aktif dari Tuhan. Mungkin setan memang lebih suka pamer untuk menarik impresi kita. Tetapi Tuhan langsung bekerja ke jantung persoalan, demi untuk memuaskan hati-Nya yang penuh kasih. Mengapa ada begitu banyak orang Kristen yang baik tidak pernah mengalami kuasa mujizat Tuhan bekerja dalam kehidupan mereka? Mereka duduk dengan setia di gereja, mendengarkan pengkhotbah terbaik.. berdoa..menangis…bahkan mengaku, “Tuhan, aku percaya.” Mereka mendengar Firman lalu mempercayainya, kemudian apa lagi? Mereka hanya duduk di sana, menunggu Yesus melakukan sesuatu dan berdoa, “Tuhan, kirimkan kuasa-Mu.” Dan Tuhan melewati perahu-perahu mereka…. Reinhard Bonnke “Kalau engkau ingin mengalami mujizat, engkau perlu keluar dari perahumu dan berjalan mendekati Yesus di atas gelombang!” Dia memanggil kita. Dia tidak berkata, “Tetaplah di situ, aku akan masuk ke dalam perahumu.” Yesus berkata, “Datanglah!” Apa? Di atas air? Ya! Di situlah mujizat itu terjadi. Untuk melihat Tuhan “in action” maka kita juga harus “in action.” Jangan pedulikan dengan penganggu yang menggangu kita. Kita tidak boleh tinggal bersama dengan kelompok yang suka kenyamanan dan tidak mau tantangan. Karena mereka tidak menunjukkan ketaatan iman. Kita harus berani melompat keluar, karena Yesus memerintahkan kita untuk melakukan itu. Kita harus lebih taat pada pendapat Tuhan dari pada pendapat manusia, karena justru di laut yang bergelora itulah terletak mujizat kita. Ketaatan itu seperti mencolokkan kepala kabel ke steker listrik kuasa Tuhan sehingga kuasa Tuhan bisa mulai bekerja. Ketaatan adalah sambungan final kita. Smith Wiglesworth suatu saat mengatakan pada seorang pendeta tua konvensional yang ragu-ragu dalam bertindak seperti ini: The Acts of the Apostles were written because the lives of the Apostles bore the fruit of active faith. Biarpun kita diurapi tapi INISIATIF adalah sesuatu yang diperlukan juga. Lompatlah! Aku tidak akan mati, tetapi hidup, dan aku akan menceritakan perbuatan-perbuatan TUHAN Mazmur 118:17 Kekristenan adalah agama yang penuh mujizat atau tidak sama sekali. Salah satu pengajaran dasar kekristenan adalah kebangkitan. Kalau tidak ada kebangkitan maka semua iman kita sia-sia. Kalau kebangkitan adalah suatu kebenaran, maka mujizat lain bukan hanya mungkin, tapi so pasti sangat mungkin! Yesus mengatakan: Apa yang mustahil bagi manusia MUNGKIN bagi Allah! Mujizat itu bukan kemustahilan bagi Tuhan, tetapi kemustahilan bagi manusia. Sesuatu yang hanya Tuhan sendiri yang bisa kerjakan, berkenaan dengan mujizat. Kita seperti kran air yang menjadi saluran air untuk mengalir. Waktu kita menyatakan Firman Tuhan maka Tuhan sang pembuat mujizat akan melepaskan kuasanya. Orang yang selalu mencari kehendak Tuhan akan ketinggalan dengan orang yang melakukan kehendak Tuhan. Orang yang mencari hadirat Tuhan dalam doa akan ketinggalan dengan orang yang berdoa karena ada hadirat Tuhan disekelilingnya. Merentangkan bulu domba seperti yang Gideon lakukan bisa menjadi alatnya iblis untuk mengalahkan kita. Kalau Yesus berkata, “Pergi!” mengapa Dia perlu ulang-ulang lagi kata-kata tersebut! KESAKSIAN Sally seorang gadis kecil mendengarkan dengan saksama perbincangan kedua orang tuanya tentang Georgi, adiknya yang sakit. “Apa yang harus kita lakukan? Tabungan kita sudah habis. Hanya mukjizat yang bisa menyembuhkan Georgi”, kata ayahnya. Namun, begitu mendengar hal itu, dengan pikiran polosnya Sally kecil bergegas mengambil tabungannya. Lalu, diam-diam dia menyelinap pergi ke apotek tengah kota untuk obat bernama mukjizat itu. Sambil menunjukkan uangnya yang berjumlah 11 dolar 11 sen, Sally bertanya pada pelayan took, “Berapa harga mukjizat?” Hal itu menarik perhatian Dr. Carlton Armstrong seorang ahli bedah yang sedang ada di situ. Dr. Armstrong pun tergerak untuk menolong. Dialah yang mengoperasi dan membiayai pengobatan Georgi sampai sembuh.



Seorang tentara lari dari musuhnya. Pada waktu itu dia besembunyi disebuah gua.
Ia berdoa agar dia diselamatkan dan terhindar dari musuh yang mengejarnya saat itu. Saat dia berdoa lalu ada laba laba yang turun dan membuat sarang.

Tentara musuhnya yang melewati tempat itu sudah memeriksa setiap gua gua yang ada, tapi saat memeriksa gua itu, ia tidak jadi karena ada sarang laba laba, kalau ada orangnya pasti sarang itu sudah robek. Jadi tentara itu terselamatkan.

Tetara itu berharap Tuhan turunkan api, atau batu batu yang besar untuk menutup gua itu tapi jalan Tuhan memang lain dari yang lain. Ia mengirim laba laba untuk menyelamatkan kita.
Sebab Aku ini mengetahui rancangan-rancangan apa yang ada pada-Ku mengenai kamu, demikianlah firman TUHAN, yaitu rancangan damai sejahtera dan bukan rancangan kecelakaan, untuk memberikan kepadamu hari depan yang penuh harapan. Yeremia 29:11
Oleh: Ev. Liem Thin Ping